Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 60


__ADS_3

"irma, tolong pesankan kamar vvip untuk kelahiran istri arif


Dan kirimkan pesan padanya. Saya akan datang nanti malam setelah selesai kerja" titah gala pada asistennya


Sebagai bentuk persabatan yang baik. Gala memberikan fasilitas untuk istri sahabatnya agara nyaman saat melahirkan


"baik pak, segera saya laksanakan!" irma meningggalkan ruangan gala dan menghubungi arif lebih dahulu rumah sakit mana yang terdekat dari rumahnya


Awalnya arif menolak karena ia juga mampu. Namun ia tahu gala melakukannya bukan untuk menyinggungnya namun karena kasih sayang pada calon anaknya


"saya sudah siapkan sesuai keinginan bapak. Satu jam lagi operasi akan dilakukan pak!" ucap irma memberikan laporan


"hemmm!" gala tetap mengerjakan pakerjaanya dan menjawab irma singkat


Tak lupa ia mengirim pesan pada kekasihnya siapa lagi kalau bukan nabila


*sayang,


Sore nanti mas jemput kita lihat anaknya arif!* gala mengirimkan pesan


Sebelum lupa dengan tumpukan pekerjaanya


*maaf sayang, aku mau berangkat ke rumah sakit juga. Siska juga mau melahirkan!* balas nabila


*oke, nanti mas menyusul kesana setelah pulang dari arif!* gala pasrah


Saat ini nabila hanya kekasihnya belum sah menjadi istrinya yang harus menomor satukan gala


*iya sayang hati-hati! Lain kali aku ikut liat anak pak arif* nabila membalas pesan gala


Lalu bersiap menyiapkan keperluan yang memang dadakan untuk siska dan calon anaknya.


"ayo ma!" ajak nabila pada mamanya


"pa, papa dirumah saja ya istirahat. Mama hanya antar ini setelah itu pulang lagi.


jadwal kita besok gantian sama besan!" ucap mama maya berpamitan pada pak dirga


"tapi papa pingin liat cucu papa ma!" tolak pak dirga


Rasa sakitnya tak terasa kala mendengar cucunya lahir


"pa, benar kata mama. Atau ngga mama dirumah aja temani papa. Nanti malam atau besok nabila pulang.


Kalau papa sudah baikan. Papa boleh kerumah sakit oke!" nabila memberikan pilihan


"ya sudah, kamu berangkat sama supir ya sayang!" mama maya tak tega meninggalkan suaminya


"mama ikut saja ma, papa bisa sendiri kok!" pak dirga kekeh tak merasa sakit


mama maya mengantarkan nabila sampai ke depan. Dan kembali lagi bersama suaminya


Ia tak mau berdebat karena suaminya tak pernah mau dibantah.


*******

__ADS_1


sudah waktunya jam pulang kantor. Sekitar pukul enam sore gala baru bangun dari singgasananya


Ia meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.


Tak ada notif pesan satupun dari nabila


Gala paham mungkin sedang sibuk dengan keponakan barunya.


sebelum pulang gala mandi dan berganti baju yang lebih santai. Karena di dalam ruangannya tersedia kamar mandi dan juga gala menyiapakan beberapa baju ketika tak bisa pulang ke rumah


Setelah siap. "irma saya pulang dulu. Jangan pulang terlalu malam. Besok masih harus kerja!" pesan gala sebelum pulang


"baik pak!" irma segera membereskan berkasnya dan menyusul pulang


Seharian juga tubuhnya sangat lelah


Gala yang ingin menemui nabila jadi tak menggunakan supir untuk kerumah sakit.


Gala mampir terlebih dahulu ke restoran. Membawakan makanan untuk arif dan istrinya


Dan kembali melajukan mobilnya. Setelah tiga puluh menit lamanya


Gala sampai ke rumah sakit dimana istri arif melahirkan


"sore!" ucap gala masuk ke ruangan kamar istri arif dirawat setelah operasi.


Sebelumnya gala menanyakan pada suster dimana ruangan istri arif


"gala!" arif memeluk gala.


Arif begitu bahagia akhirnya bisa menyandang status sebagai seorang ayah


Yang kini menjadi istri dan ibu dari anaknya.


"udah jadi bapak masih cengeng!" ledek gala yang sebenarnya juga ikut terharu


"gimana dian, kondisimu sudah lebih baik?" tanya gala yang


Sudah cukup lama bekerja sama dengan istri sahabatnya


"sudah baikan, terima kasih fasilitasnya pak!" ucap dian berterima kasih


Ia merasakan kemewahan saat melahirkan anak pertamanya.


"itu hadiah kerja kerasmu selama ini. Dimana anak kalian?


Siapa namanya?" tanya gala tak melihat anak arif


"ada di ruangan bayi. namanya indah! Dia anak perempuan cantik seperti mamanya" ucap arif kembali meneteskan air matanya


"selamat ya buat kalian. Tapi saya harus pergi sekarang, ada kepeluan lain.


Lain kali saya datang lagi sama nabila!" ucap gala


"ohh jadi udah resmi sekarang!" ucap arif

__ADS_1


"doakan saja! Saya pamit dulu ya dian, arif!" ucap gala berpamitan dan meninggalkan rumah sakit.


Ia menghubungi nabila untuk menanyakan dimana siska melahirkan. Namun tak diangkat


Pesan pun tak dibalas.


Gala menghubungi nobi ~kak, dimana istrimu melahirkan?~ tanya gala pada nobi dengan sebutan kakak saat ini


Bagaimanapun nobi kakak dari calon istrinya.


Meski usianya beda lima tahun diatas nobi


~rumah sakit sejahtera pak, saya siska. Kak nobi lagi ngurusin papa yang baru masuk rumah sakit~ jawab siska yang mengankat panggilan telfon gala


~baiklah!~ gala berusaha tak panik karena sebelumnya calon mertuanya sudah mengatakan jika penyakitnya kambuh lagi


Dengan tenang gala masuk dan mencari kamar siska terlebih dahulu


Tok.tok.tok


"malam, maaf menggangu!" ucap gala masuk ke kamar siska


"iya pak, papa ada diruangan icu. Semua ada disana!" ucap siska yang saat ini ditemani orang tuanya


suaminya sedang mengurus papanya. Nabila dan mama maya masih menangisi pak dirga


"selamat ya atas kelahirannya. Ini buat anda!" ucap gala memberikan sebuah kotak pada siska dan berpamitan mencari keberadaan nabila



"sayang!" gala memangil nabila


Dan memeluknya


Nabila menangis sesenggukan. Melihat papanya tak sadarkan diri


"mas, papa mas!" nabila makin memeluk gala erat


gala merasa tak enak pada nobi dan mama maya. namun keduanya memaklumi dan meminta gala tetap memeluk nabila


"sayang, kita doa kan papa yang terbaik ya!!" gala mengusap punggung nabila agar menjadi tenang


Gala tak membuka pembicaraan karena situasinya sedang tak baik-baik saja.


"pulanglah nak, ini sudah larut malam. Biar mama yang menjaga papa disini!" ucap mama maya


Ia tahu gala pasti baru pulang kerja


"saya tidak apa-apa tante, nanti kalau sudah ngga kuat saya pulang. Kalian harus makan ya. Biar saya belikan dulu!" ucap gala


Ia tahu bagaimana sakitnya kehilangan. Dan tak ingin orang yang di sayangnya merasakan hal yang sama


"kak, jaga saja istrimu. Dia juga membutuhkanmu. Biar saya yang menemani nabila dan mama maya!" ucap gala pada nobi


"setelah kamu kembali beli makanan. Saya akan kembali ke kamar istri saya!" jawab nobi

__ADS_1


Benar adanya. Istrinya juga butuh dirinya saat ini


Gala mengangguk dan melangkahkan kakinya mencari makanan agar nabila dan mamanya tak ikut sakit karena terus menangis


__ADS_2