Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Eps. 55


__ADS_3

Dalam surat yang gala berikan berisi jika nantinya gala tak pernah kembali maka itu sebagai wasiat bahwa nabila akan menerima semua harta kekayaan gala


Beserta perusahaan dan asetnya.


Nabila menangis sedih, sebenarnya gala mau kemana namun tak ada jawaban pasti


Ponselnya juga tak pernah berdering sekalipun.


Sudah di otak atik juga tak menemukan petunjuk apapun


Sudah seminggu ini nabila berlibur dan waktunya akan kembali ke kota D dimana restorannya berada.


Nabila berjanji akan menyelesaikan pekerjaannya dan mencari pengganti untuk posisinya


Karena nabila akan menunggu gala pulang, dan akan siap menerima lamarannya


Untuk menjadikan nabila istrinya.


"ma, pa nabila pergi dulu ya! Seminggu lagi nabila pulang dan akan tinggal disini selamanya!" pamit nabila pada orang tuanya


"iya sayang, hati-hati ya!" mama maya memeluk anak bungsunya


Pak dirga juga melakukan hal yang sama


Nabila mengendarai mobilnya sendiri dan tak mau diantar oleh supir


Perjalanan panjang nabila lewati dengan mendengarkan musik agar tak mengantuk


******


"selamat siang bu! syukurlah ibu datang!" tiara menyambut nabila dengan senyum lebar menandai ketulusannya


"siang tiara!


Kenapa??


Baru satu minggu saja sudah rindu!" ucap nabila dengan percaya diri


"nanti saja deh, ibu masuk saja dulu ke ruangan. Saya ada tamu dulu bu!" ucap tiara mengantarkan nabila pada ruangannya


Dan segera bergegas keluar mengerjakan tugasnya


Nabila bingung dengan ponsel gala yang masih ia gengam,


Tak lama suara dering ponsel membuyarkan lamunannya


Nabila memberanikam diri mengangkatnya


~sayang!~ suara yang pertama kali nabila dengar


Suara yang sangat ingin ia dengarkan


~hemmm, kamu kemana aja mas,


Kenapa bikin aku khawatir!~ nabila memarahi gala


~ kok ditelfon malah marah,


Lain kali ngga telfon lagi deh!~ ucap gala pura-pura ngambek


Seperti nabila pada biasanya


~ tuh kan!!!! Ya udah kenapa tadi telfon kalau cuma bikin kesal aja!!~ nabila sangat merindukan gala yang baru saja beberapa hari tanpa kabar


~iya maaf sayang, mas lagi ada kerjaan yang agak jauh dan berat.


Jadi tetap pegang ponsel mas. dan jangan hubungi pakai ponselmu. Oke!~ pesan gala

__ADS_1


~ oke, tapi kapan pulang?~ nabila patuh karena ia yakin gala melakukan itu karena suatu hal


Yang mungkin tidak bisa disampaikan


~kalau kamu sudah siap nikah sama saya!~ ucap gala menggoda nabila


~kalau kamu pulang dengan selamat dan tetap tampan, aku mau dilamar~ jawab nabila dengan malu-malu


Yang terdengar dari suaranya


~ benarkah?


Kalau gitu siapkan dirimu! Bulan depan keluarga besar kita akan bertemu!~ lanjut gala


nabila terjebak dengan ucapannya sendiri. Ia bingung mau menjawab apa


Lalu "beres! Awas aja pulang ada luka sedikitpun. Jangan harap aku menerima lamaranmu!~ ancam nabila


Yang sebenarnya dalam hatinya ingin mengatakan untuk beehati-hati dan jangan sampai terluka


Namun biasa ya, kalau cewek kan suka hal yang rumit


~siap ratuku, tunggu kepulanganku dan jangan sampai kamu pura-pura lupa!!


Sudah dulu ya, mas harus tugas lagi.


Tetap jaga agar ponselnya aktif


Karena mas hanya bisa hubungi kamu lewat ponsel itu~


Gala memutuskan sambungan telfon tiba-tiba


Nabila sangat bahagia mendengar suara gala masih seperti biasanya.


Entah kemana perginya


Namun nabila yakin gala sedang mengalami hal yang tak boleh banyak orang tahu


***


saya rasa peperangan ini belum selesai dan mereka terus mencari cara untuk menghancurkan kepercayaan orang terhadapku.


Ada penyelundup diantara pegawai atau pelatih calon pegawai.


Tetap siaga!* gala mengirimkan pesan pada arif sebagai sahabat dan juga kuasa hukumnya


 arif diminta untuk tak membalas pesan apapun pada gala. Hanya bisa menyampaikan melalui ponsel


Itupun saat gala yang menghubungi


Kali ini gala sedang mengumpulkan bukti bahwa ada pesaingnya yang menggunakan cara kotor untuk menghancurkan usahanya.


Gala menyamar menjadi salah satu calon pegawai untuk perusahaannya dengan data diri palsu


Dengan dibantu arif.


Ia sengaja memegang ponsel baru agar tak sembarang orang menghubunginya saat misinya belum selesai


"kamu! Sini!!


Siapa yang membawamu masuk kesini?" tanya pelatih pada gala yang terlihat arogan dan juga merasa sok jagoan


"saya daftar melaui email pak!" jawab gala sedikit gugup karena ponselnya belum sempat ia simpan


"badanmu bagus juga,


Nanti temui saya di kantor, selesai latihan!" ucap pelatih pada gala

__ADS_1


"baik pak!" gala tetap patuh


"pak gal.....!" ucap burhan orang kepercayaan gala


Namun gala memberikan kode agar burhan tetap diam.


"dimana pak gala!!" ucap pelatih yang ada di depan gala saat ini


"pak dendi, saya hampir tak mengenali anda. Saya pikir anda pak gala tadi!" ucap burhan beralasan


"anda bisa saja pak burhan!" ucap dendi merasa tersanjung


Walaupun belum pernah bertemu gala.


Dendi mengetahui tentang bosnya dari beberapa pegawai


bahwa bosnya adalah orang yang nyaris sempurna,


Tampan, kaya dan punya body yang bagus


"saya tinggal dulu pak dendi, mau lihat pelatihan yang lain!" ucap burhan meninggalkan gala dan dendi berdua


juga meminta pelatih yang lain pindah tempat


dendi melanjutkan aksinya kembali "berapa gajimu saat ini?" tanya dendi dengan nada rendah


"sesuai dengan kontrak perusahaan pak!" jawab gala


"kamu bisa beladiri?" tanya dendi lagi


"bisa! Pak!" jawab gala tegas


"kalau kamu mau gaji yang lebih besar dari sekarang, besok ikut saya.


Jangan bilang ke siapapun! Kamu tak akan menyesal!" ucap dendi


"maaf pak, saya tidak bisa pak!" ucap gala menolak


"banyak yang awalnya menolak. Besok saya bawakan kontraknya dan lihat nominal yang kami berikan


Saya yakin kamu akan tertarik!" ucap dendi dengan sangat yakin


"saya sangat butuh pekerjaan dan uang pak, tapi saya takut!" jawab gala lagi


"tenang saja. Saya yang akan atur kamu cukup bereskan saja barangmu.


Besok ikut dengan saya.


karena besok waktunya saya libur!" dendi meyakinkan gala


"saya ngga berani pak,


Kalau pak burhan tahu gimana?" gala ingin tahu apakah burhan juga terlibat


"gampang dia hanya datang seminggu dua kali kesini.


Tidak usah banyak tapi. Saya lihat kamu punya kemampuan!


Sayang kalau tidak digunakan dengan baik!" ucap dendi


Tak menyerah


"baiklah, jika memang gajinya lebih besar saya mau pak.


Saya akan bereskan semuanya dan resign besok!"


"tidak perlu, kamu pergi aja ngga akan ada yang tahu karena kamu baru.

__ADS_1


Banyak temanmu yang juga ingin tapi tak punya keberanian sepertimu!" ucap dendi


"saya. Mau pak!" gala berusaha mengkuti arahan dendi untuk melihat siapa dalang dibalik semua ini


__ADS_2