Bukan Pebinor

Bukan Pebinor
Part 56


__ADS_3

Gala mengintruksikan pada beberapa orang kepercayaanya untuk mengikutinya secara diam-diam


saat gala meninggalkan lokasi pelatihan bersama dendi sang pelatih yang ternyata gadungan


"kamu siap?" tanya dendi


"siap pak!" jawab gala dengan wajah yang dibuat sedikit lugu


"oke, kita berangkat!" dendi menyetir mobilnya sendiri dan membawa gala ke lokasi yang sebelumnya gala belum pernah melaluinya


"kenapa ke daerah sepi pak?" tanya gala


"tenang saja, kami hanya bertransaksi disini. Kamu akan segera mendapatkan kontrak dengan bayaran mahal!" ucap dendi yang masih terus menjalankan mobilnya


Menuju tempat yang semakin sepi. dan nampaklah sebuah bangunan yang terpencil namun terlihat terawat dan ada beberapa mobil mewah


Yang sangat mencurigakan


"ayo turun!" dendi mengajak gala turun dari mobilnya


"tapi pak, saya takut pak!" gala berakting untuk meyakinkan dendi


"sudah ayo turun. Ada saya disini!" dendi berusaha menenangkan gala


"cepat!" dendi makin tak sabar


Lalu menyeret gala karena sudah kesal.


Laki-laki harus tanggung jawab dengan ucapannya


Gala mengikuti langkah dendi dan masuk ke dalam gedung itu


"bos, barang baru!" ucap dendi pada beberapa orang yang sudah menunggu


"hanya satu! Bagaimana dengan persyaratannya!" tanya salah seorang yang duduk diantara yang lain


"semua berkas lengkap, hari ini hanya satu.


Minggu depan ada tiga orang!" jawab dendi


"bawa dia kesini, tanda tangani ini dan juga buat surat pernyataan untuk keluargamu.


Saya akan mengirimkan kompensasi pada keluargamu!" ucap salah seorang lagi


"saya sudah tidak punya keluarga pak!" jawab gala jujur


"priksa ponselnya?"


Dendi merampas ponsel gala dengan paksa. Dan gala mencegahnya


Gala menendang dendi dengan sangat keras hingga terpental


"mau pamer kekuatan? Saya suka orang sepertimu

__ADS_1


Cepat tanda tangani ini, dan kamu akan segera terbang keluar negeri untuk mendapatkan gaji besar sesuai keinginanmu!" ucap seorang pria usia matang


Matanya tajam menatap gala. Memutari badan gala


Dan " siapa yang mengkutimu? Siapa kamu?!!" tanya pria tadi


Mendapatkan laporan jika markasnya ada yang mengintai


"saya?!!" ucap gala dengan membuka topi dan masker di wajahnya


Plok...plok...plok


Suara tepukan tangan."gala subastian!" ucao seseorang yang mengenali gala


"benar! apakah anda terkejut!" jawab gala dengan senyum semiriknya


"habisi saja dia! Perusahaanya sudah hampir hancur sekarang, jadi anda tak perlu khawatir bukan?" ucap seorang pria yang nampak sangat membenci gala


"lakukan saja, tak akan ada yang terluka atau sedih jika saya tiada.


Tapi jika kalian sampai tertangkap maka istri kalian


Dan juga anak kalian akan sangat malu!" tantang gala


"kurang ajar!" seorang pria lain menodongkan pistol pada gala


"tunggu dulu, kita bicarakan ini semua baik-baik!" ucap Rio


Salah satu diantara pria yang ada di ruang itu


"diam kamu!!" rio menatap gala dengan sangat benci


"walaupun beda ibu, tapi kita punya satu ayah yang sama rio.


Hentikan semuanya dan kita mulai semuanya dari awal!" gala mencoba menangkan rio


Sambil menunggu bantuan dari anak buah dan juga polisi setempat


"jaga ucapamu! Saya tak sudi bersaudara denganmu! Sebelum saya berubah pikiran.


Tinggalkan tempat ini dan simpan semuanya.


Anggap kita tidak pernah bertemu!" ucap rio memberikan kebebasan pada gala


"apa maskudnya ini??!!"


"dendi kenapa kamu bisa salah bawa orang!!"


Plak...


Bugggg.....bugggg


Dendi mendapatkan pukulan bertubi-tubi

__ADS_1


"ampon bos, saya tidak tahu bos.


Tolong lepaskan anak saya!" ucap dendi


Gala melihat dendi memohon merasa terkejut. Anak siapa yang dendi maksud


"kamu pikir anak mu akan selamat setelah mencelakakan kami!!


Bunuh dia!!" ucap seorang pria tadi


"cukup!! Lepaskan dendi, dia urusan saya!" ucap gala


Dendi sudah mengkhianatinya


"anda pikir kalian berdua akan selamat ? Buaya di kolam belakang sedang lapar dan menungggu daging kalian!"


Hahahahaha


Suara tawa penuh kemenangan.


"rio pulanglah bersama kakak, dan bekerja dengam cara baik-baik!" ucap gala ia tak tahu jika yang dihadapinya adalah adiknya sendiri


Meski tak pernah mau memgakui gala sebagai kakaknya


"jangan harap. Dan tidak usah sok suci! Pergi dan lupakan semua.


maka tak akan lagi ku ganggu usahamu!!" ucap rio yang juga tak tahu jika orang yang akan di jadikan


Tenaga kerja ke luar negeri ilegal adalah gala sendiri


"jangan bergerak!!" suara polisi diam-diam datang atas laporan anak buah gala


Sejak tadi gala sedang mengulur waktu saja


Bisa saja anak buahnya yang terlatih itu menolongnya.


Hanya saja gala adalah warga negara yang patuh hukum


"kamu!!!" ucap rio marah pada gala


Dor..dor.....dorrrrr


Suara tembakan antara polisi dan ketiga pria bersama rio


Gala menyingkir dan menarik dendi


namun naas. Salah satu pria sempat melayangkan pukulan dengan kayu dan sempat mengenai gala


Gala yang terkena dibagian kepala merasa pusing dan jatuh disamping dendi


"pak gala, bangun!" dendi ketakutan


Ia merasa berasalah pada gala.

__ADS_1


"bos!" anak buah gala datang membawa dendi dan gala yang tengah pingsan


__ADS_2