
"nak sini duduk!" Panggila mama maya pada nabila usai semua keluarga selesai sarapan.
nobi mengantarkan istrinya yang ingin menginap di rumaha mamanya.
Jadi tinggalah sua sejoli usia matang.
"iya ma!"
Nabila mendekat dan duduk disamping mamanya
Sedangkan pak dirga menaruh ponselnya
"ada apa ma, pa! Kayaknya serius banget!??" tanya nabila
"iya dek!
Papa dan mama hanya ingin memastikan satu hal.
Apa kamu benar-benar mencintai gala?" pak dirga membuka omongan pada nabila
"kenapa tanya begitu? Bukannya papa dan mama yang sangat mendukung nabila dulu!" ucap nabila
Meminta penjelasan
"sayang, maksud Papa bukan seperti itu?
Kami tidak mau Jika kamu merasa terpaksa melakukannya!" jawab Mama Maya pada Nabila
"Entahlah Ma , Nabila juga belum begitu yakin.
Nabila masih takut Ma, dan Nabila nggak akan sanggup jika nantinya harus kehilangan lagi orang yang Nabila sayang!!" ucap nabila
"Mama dan Papa tidak akan memaksamu nak, hanya saja beri keputusan yang pasti pada Gala.
Dia sudah memintamu sejak lama pada Papa dan Mama,
Dan dengan sangat sabar dia mengejar cintamu" ucap pak dirga
"jika memang di hatimu masih ragu, atau melakukannya dengan terpaksa,
Lebih baik kalian putuskan saja hubungan ini!
Yang Papa tahu gala juga memiliki trauma yang sama denganmu!" ucap pak dirga menjelaskan
Nabila termenung dan memikirkan suatu hal "Kapan Mas Gala melamar Nabila pa?" tanya nabila penasaran
"Setelah kalian berdua pulang dari pernikahan Pak Arif.
__ADS_1
Dalam meyakinkan kami bahwa dia sangat menginginkan dan menyayangimu.
Namun kemarin dia juga bilang,
Tak mau memaksakan hati dan perasaanmu. Galak ingin kamu juga tulus mencintainya seperti dia mencintaimu!" ucap mama maya
Bergantian menjelaskan pada nabila
"besok gala akan pergi ke luar negeri selama satu bulan. Dalam waktu itu galah ingin memberimu kesempatan untuk berpikir kembali
Apakah gala pilihanmu atau bukan?" ucap pak dirga
"Kenapa Mas galang nggak bilang langsung padaku pa?" nabila bingung
"seperti yang Papa katakan nak. Gala ingin membelimu ruang untukmu bernafas dan berpikir sebentar Tanpanya!" jawab mama maya
"kalau gitu nabila mau ke kantor mas gala dulu!" ucap Nabila bergegas berlari mencari kunci mobil
Dan melajukan mobilnya ke arah kantor Gala
Meninggalkan orang tuanya yang hanya menatapnya dan membiarkannya memilih jalan hidup yang menurut Nabila baik untuk dirinya
Nabila mencoba menghubungi Gala namun pesan dan teleponnya tidak diangkat dan Dibalas
*****
"siang mba, pak gala ada?" tanya nabila resepsionis kantor gala
"kemana?" tanya nabila lagi
"maaf bu, saya kurang tahu!" jawab pagawainya lagi
nabila berlari ke mobil dan menjalankan mobilnya dengan berusaha menghubungi gala. Nomernya tetap tidak aktif dan pesannya juga belum dibuka
Nabila tidak memiliki nomer ponsel sekretaris baru gala
Tak memdapat jawaban apapun, nabila memutar arah menuju rumah gala.
Dengan kecepatan mobil melaju kencang
Tak lama nabila tiba di rumah gala yang nampak sepi
"maaf bik, mas gala ada?" tanya nabila berharap gala masih ada di rumah dan belum pergi ke luar negeri
"tuan sudah berangkat ke kantor bu, dan membawa koper yang cukup besar!" ucap bik inah
Nabila putus asa
Ia berterima kasih dan meninggalkan rumah gala.
__ADS_1
Dengan perasaan kecewa.
Gala pergi cukup lama dan tak berpamitan dengannya.
Pacar macam apa batin nabila
Dengan tubuh lemas nabila akhirnya kembali ke rumahnya.
Dengan kecepatan sedang dan santai nabila pulang ke rumahnya
Butuh waktu satu jam lamanya jarak antara kedua rumah
Dan tibalah nabila di pekarangan rumah mewah milik orang tuanya
Nampak tak asing di depannya ada mobil yang membuatnya tersenyum merekah.
"mas gala!!" ucap nabila berteriak dan masuk ke dalam rumahnya
Dan apa yang terjadi
"maaf!" nabila salah orang
Yang datang adalah arif yang memang sebelumnya diminta oleh gala untuk mengantarkannya ke bandara
"gala sudah terbang satu jam yang lalu!" jawab arif mengatakan pada nabila
Yang enggan membuka mulutnya untuk bertanya
"saya diminta untuk menyampaikan ini pada bu nabila!" ucap arif menyampaika. Surat untuk nabila dari sahabatnya
"kenapa ngga kirim pesan atau telfon aja sih, orang dulu emang nih!" nabila mengambil suratnya
Dan mengumpat pada gala yang membuatnya kesal
"ini ponselnya juga ditinggal, karena gala akan ke negara yang cukup jauh
Jadi gala juga menitipkan ini pada bu nabila!" arif kembali menyerahkan sebuah ponsel
Entah apa maksud dari gala
"tolong jangan biarkan ponselnya kehabisan daya!
dan juga harus selalu dibawa oleh bu nabila!" pesan arif
"aneh-aneh aja deh tuh orang!" nabila makin tak mengerti
"sudah dek, dikasih amanah yang lakuin aja toh bukan perbuatan jahat kan?" ucap mama maya
__ADS_1
"iya ma,
Maksih pak arif. Maaf saya ke atas dulu ya!" nabila tak sabar membuka surat pemberian gala