
PIIIIIPPP... PIPIIIIIPPPP.....
NY🗽
08.10
Suara klakson mobil saling bersahutan di persimpangan lampu merah. Beberapa pengendara mengumpat karena mereka akan terlambat bekerja. Pada jam kerja seperti saat ini jalanan akan di padati oleh banyak mobil dan angkutan umum. Saat itu lah semua orang berangkat ke tempat kerja mereka dengan tergesa-gesa.
Namun tidak untuk seorang pria yang sedang santai di dalam taksi yang ia kemudikan. Pria itu nampak bersenandung kecil dan masih sempat menyapa orang orang yang sedang emosi karena macet nya jalan raya.
Ia mengeraskan sedikit volume musik yang ia setel. Tiba-tiba ada seorang polisi melintas dengan motornya, lengkap seragam polisi plus topi nya.
"Apa yang terjadi di sana ???" tanya seorang wanita di dalam mobil.
"Di sana ada sebuah mobil yang berisikan mayat. Seperti nya korban pembunuhan." Jawab polisi itu.
"Whatt!!!?? Yang benar saja... Apa masih lama untuk kalian memindahkan nya. ???" Tanya wanita itu.
"Mungkin perlu sedikit waktu. Karena bukan satu mayat saja yang harus di pindah kan. Tapi sekitar 15 mayat. " jawab polisi.
Tak ingin membuang waktu dengan mengobrol. Polisi itu langsung menarik gas di motor nya dan menuju TKP.
30 Menit berselang. 3 buah mobil ambulan selesai membawa mayat mayat itu ke rumah sakit untuk di periksa. Jalanan mulai Lenggang karena pihak kepolisian mengatur lalu lintas.
Marco melihat sepintas mobil yang sedang di derek ke kantor polisi oleh mobil penderek. Dan kembali melanjutkan perjalanannya.
Marco mengemudi dengan santai. Tak jauh dari nya seorang gadis muda berusia sekitar 20 tahun melambaikan tangan. Marco melambat dan menepi. Gadis muda itu membuka pintu taksi, dan meletakkan banyak barang belanjaan di kursi penumpang.
"Haaah!!! Astaga... bagaimana bisa seorang nenek tua sanggup membawa barang seberat ini.. ??" Gumaman gadis itu terdengar oleh Marco.
__ADS_1
"Oke nenek... Kau bisa pulang sekarang. Dan saran ku minta lah sopir ini membawa kan barang barang mu. Kalau kau yang membawa nya, mungkin tulang mu akan lepas semua. " Ujar gadis itu.
Lalu masuk lah seorang wanita tua, keriput menghiasi wajah cantik nya dan rambut putih menutupi kepala nya.
"Terima kasih nak. Kau baik sekali. " Ujar nenek itu.
BBLLAPPPP....
Pintu taksi tertutup. Gadis itu membungkuk.
"Sama-sama nek. " Gadis itu beralih ke Marco.
"Hei.. tuan sopir... Kau antarkan nenek cantik ini sampai ke rumah nya ya... Ini uang tip untuk mu. Aku hanya memberi tip, tapi yang membayar nya nenek itu. Karena uang jajan ku sudah habis. Ingat ya... harus sampai depan pintu rumah. Kalau kau perlu, bawakan sekalian barang nenek ini ke dalam rumah nya. Mengerti.. ?? ya sudah sampai jumpa sopir taksi. " Ujar gadis muda itu.
Marco tercengang dengan omongan yang di Lontar kan gadis itu.
Marco hanya tersenyum. Dan melaju menuju rumah nenek itu.
"Nenek... Dimana rumah mu??" tanya Marco.
"Rumah ku di jalan Mountain blue. Memang agak jauh dari kota, tapi aku suka. " Jawab nenek itu.
"Baiklah. Pemberhentian berikut nya Jalan Mountain blue. " Ujar Marco dengan ramah seperti biasanya.
Di sisi lain.....
"Lusyana Manda!!!! Kau di panggil oleh manager Sam.."
"Oke.. Terima kasih... " Gadis yang di panggil lusy di kesehariannya itu menuju ruang manager.
__ADS_1
"Permisi manager Sam. " Sapa Lusy.
"Hai Lusy. Bagaimana kabar mu??" Manager Sam memutar kursi nya menghadap Lusy.
"Kabar ku baik. Tadi Jo bilang kau memanggilku... Ada apa??" tanya Lusy.
"Begini.... Aku tidak tau bagaimana menyatakan nya... " Manager Sam terlihat frustasi.
"Ayo lah manager Sam,kita tetangga. Katakan saja. " pinta Lusy.
"Baik lah. Tapi aku mohon jangan sakit hati dulu, karena aku juga tidak menginginkan hal ini. " Jawab manager Sam.
" I'm Ok. Katakan. " Lusy memaksa.
"I'm sorry Lusy tapi,... kau harus berhenti bekerja mulai sekarang." Jawab manager Sam.
Lusy terdiam sejenak. Lalu kembali seperti semula.
"It's ok. No problem manager Sam. Aku baik baik saja. Lagi pula aku masih bisa mencari pekerjaan lain. " Jawab Lusy.
"Maaf kan aku Lusy Aku tidak punya kuasa yang besar di supermarket ini. Jika aku bisa aku ingin sekali membantu mu. " Manager Sam berdiri dari kursi nya.
"Astaga... Sam apa ini kau?? tenang saja... Kau lupa kan kalau nama depan ku adalah keberuntungan. Jadi aku pasti bisa segera mendapatkan pekerjaan. " Lusy menepuk bahu manager Sam.
"Baik lah Lusy. Jika kau perlu bantuan, katakan saja. Aku akan berusaha semampu ku. " ucap manager Sam.
"Baik lah. Aku akan mengemasi barang barang ku. Bye Sam. " Ucap Lusy seolah tak ada sesuatu yang terjadi.
*Part ini di Revisi ya ges.. karena ada banyak typo dalam pengetikan.
__ADS_1