
NY.
JL MOUNTAIN BLUE
DINI HARI
Perlahan tapi pasti, kemeja Mr. M terbuka sempurna.
Sontak Lusy langsung memejamkan kedua mata nya.
Mata suci ku ternodai. Batin Lusy.
"Kenapa?? " Tanya Mr. M.
"Tidak ada. Aku hanya belajar menjadi orang buta. " Jawab nya asal.
"Kau akan menjadi buta jika aku mati kehabisan darah. " Geram Mr. M.
"Oke.. Oke... Tidak perlu mengancam begitu. "
Kemudian Mr. M duduk bersandar di sofa dengan kedua kaki panjang nya terbuka lebar. Lusy berada di antara kedua kaki Mr. M guna mengobati luka tersebut.
"Apa kau tau cara menangani luka?? " Tanya Mr. M.
"Jangan khawatir. Meskipun tampang ku tidak menyakinkan untuk jadi dokter, tapi aku hebat dalam hal mengobsti luka. " Tutur Lusy yang fokus pada luka.
"Ssssshhhhh....Aaww... Aku tidak yakin kau tau mengobati luka!!! " Protes Mr. M.
"Sorry sorry... Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena agak gelap. " Jawab Lusy.
Mr. M menepuk dahi nya.
"Tentu saja gelap. Kau hanya menghidupkan cahaya dapur mu.. Seharusnya kau menghidupkan lampu di sini juga!!! " Ujar Mr. M.
__ADS_1
"Hehehe.. Aku sengaja.. Aku takut nenek ku akan bangun jika melihat lampu ruang tamu belum mati. " Kekeh Lusy.
"Hhhhaahh.. Terserah" Jawab Mr. M.
Lusy sangat berkonsentrasi, bahkan dirinya tidak sadar jika sedang di tatap lekat oleh Mr. M.
"Aauugghhh.... Huughhh... Hhuugghh.... " Tiba-tiba Pollo menggonggong keras.
Lusy terkejut dan menekan luka Mr. M dengan kuat.
"Astaga!! " (Lusy)
"Aawwkkhh.... " (Mr. M.)
Suara mereka terdengar begitu nyaring, hingga nenek terbangun dari tidur nya.
"Lusy?? Apa itu kau?? " Tanya nenek.
Nenek berjalan mendekati ruang tamu.
Mr. M juga tak kalah kalut nya dengan Lusy. Beruntung ruang tamu memiliki meja yang agak panjang dengan kain yang melapisi nya menjuntai hingga ke lantai. Mr. M menarik tubu Lusy ke bawah meja.
"Sssssttt.... Diam lah.. Atau kita akan ketahuan. " Bisik Mr. M
Lusy mengangguk patuh. Kedua mata nya berkedip cepat ketika mendengar langkah kaki nenek.
TLEKK...
"Ternyata kau Pollo... Kenapa kau membuat ribut?? " Gerutu nenek.Lalu nenek melihat lampu dapur menyala.
"Apa Lusy belum tidur? Sebaiknya aku cek ke dapur. " Nenek berjalan pelan menuju dapur.
Sesampainya di dapur tidak ada siapapun di sana.. Hanya ada beberapa peralatan memasak yang belum di beres kan oleh Lusy.
__ADS_1
"Mungkin dia kelelahan, sehingga tidak sempat merapikan kembali semua nya. Ya sudah besok saja.. " Ujar nenek.
Nenek berjalan kembali ke kamar nya.
Sementara itu di bawah meja...
Mr. M membungkam mulut Lusy dengan tangan nya. Saat nenek di dapur Lusy hampir berteriak karena seekor kecoa mendekati nya.
"Fyuuhh.... Hampir saja kita ketahuan. " Lusy mengusap dada nya.
"Kalau saja kau berteriak tadi, bisa ku pastikan wanita tua itu menemukan kita. " Gerutu Mr. M.
"Hehehe I'm sorry. Peace" Kekeh Lusy.
"Apa luka mu masih sakit? " Tanya Lusy.
"Hmm tidak juga.. Ya sudah kalau begitu aku akan segera pergi.. " Mr. M kembali mengancingkan kemeja nya.
"Hei... Dasar!! Kau tidak bisa berterima kasih ya!! " Sungut Lusy.
"Apa itu Terima kasih?? " Tanya Mr. M.
"@-$¢¢€¢€×}}££@@@$###**..." Lusy menatap aneh pria di depan nya.
Mr. M berjalan ke dapur.
"Kenapa berjalan ke dapur?? " Tanya Lusy.
"Memang nya aku harus ke kamar mu?? " Tanya Mr. M balik.
"Kenapa harus ke kamar ku? " Cengo Lusy.
Astaga gadis ini... Dia b0doh, bego atau terlalu polos sampai menjadi bodoh sih!! Batin Mr. M.
__ADS_1
Mr. M berjalan pelan mendekati Lusy yang masih tercengo'.
"Jika aku bilang ingin membuat anak, bagaimana?? Hhhmm... " Ujar Mr. M.