Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
7


__ADS_3

NY.


JL MOUNTAIN BLUE


DINI HARI


Perlahan tapi pasti, kemeja Mr. M terbuka sempurna.


Sontak Lusy langsung memejamkan kedua mata nya.


Mata suci ku ternodai. Batin Lusy.


"Kenapa?? " Tanya Mr. M.


"Tidak ada. Aku hanya belajar menjadi orang buta. " Jawab nya asal.


"Kau akan menjadi buta jika aku mati kehabisan darah. " Geram Mr. M.


"Oke.. Oke... Tidak perlu mengancam begitu. "


Kemudian Mr. M duduk bersandar di sofa dengan kedua kaki panjang nya terbuka lebar. Lusy berada di antara kedua kaki Mr. M guna mengobati luka tersebut.


"Apa kau tau cara menangani luka?? " Tanya Mr. M.


"Jangan khawatir. Meskipun tampang ku tidak menyakinkan untuk jadi dokter, tapi aku hebat dalam hal mengobsti luka. " Tutur Lusy yang fokus pada luka.


"Ssssshhhhh....Aaww... Aku tidak yakin kau tau mengobati luka!!! " Protes Mr. M.


"Sorry sorry... Aku tidak bisa melihat dengan jelas karena agak gelap. " Jawab Lusy.


Mr. M menepuk dahi nya.


"Tentu saja gelap. Kau hanya menghidupkan cahaya dapur mu.. Seharusnya kau menghidupkan lampu di sini juga!!! " Ujar Mr. M.

__ADS_1


"Hehehe.. Aku sengaja.. Aku takut nenek ku akan bangun jika melihat lampu ruang tamu belum mati. " Kekeh Lusy.


"Hhhhaahh.. Terserah" Jawab Mr. M.


Lusy sangat berkonsentrasi, bahkan dirinya tidak sadar jika sedang di tatap lekat oleh Mr. M.


"Aauugghhh.... Huughhh... Hhuugghh.... " Tiba-tiba Pollo menggonggong keras.


Lusy terkejut dan menekan luka Mr. M dengan kuat.


"Astaga!! " (Lusy)


"Aawwkkhh.... " (Mr. M.)


Suara mereka terdengar begitu nyaring, hingga nenek terbangun dari tidur nya.


"Lusy?? Apa itu kau?? " Tanya nenek.


Nenek berjalan mendekati ruang tamu.


Mr. M juga tak kalah kalut nya dengan Lusy. Beruntung ruang tamu memiliki meja yang agak panjang dengan kain yang melapisi nya menjuntai hingga ke lantai. Mr. M menarik tubu Lusy ke bawah meja.


"Sssssttt.... Diam lah.. Atau kita akan ketahuan. " Bisik Mr. M


Lusy mengangguk patuh. Kedua mata nya berkedip cepat ketika mendengar langkah kaki nenek.


TLEKK...


"Ternyata kau Pollo... Kenapa kau membuat ribut?? " Gerutu nenek.Lalu nenek melihat lampu dapur menyala.


"Apa Lusy belum tidur? Sebaiknya aku cek ke dapur. " Nenek berjalan pelan menuju dapur.


Sesampainya di dapur tidak ada siapapun di sana.. Hanya ada beberapa peralatan memasak yang belum di beres kan oleh Lusy.

__ADS_1


"Mungkin dia kelelahan, sehingga tidak sempat merapikan kembali semua nya. Ya sudah besok saja.. " Ujar nenek.


Nenek berjalan kembali ke kamar nya.


Sementara itu di bawah meja...


Mr. M membungkam mulut Lusy dengan tangan nya. Saat nenek di dapur Lusy hampir berteriak karena seekor kecoa mendekati nya.


"Fyuuhh.... Hampir saja kita ketahuan. " Lusy mengusap dada nya.


"Kalau saja kau berteriak tadi, bisa ku pastikan wanita tua itu menemukan kita. " Gerutu Mr. M.


"Hehehe I'm sorry. Peace" Kekeh Lusy.


"Apa luka mu masih sakit? " Tanya Lusy.


"Hmm tidak juga.. Ya sudah kalau begitu aku akan segera pergi.. " Mr. M kembali mengancingkan kemeja nya.


"Hei... Dasar!! Kau tidak bisa berterima kasih ya!! " Sungut Lusy.


"Apa itu Terima kasih?? " Tanya Mr. M.


"@-$¢¢€¢€×}}££@@@$###**..." Lusy menatap aneh pria di depan nya.


Mr. M berjalan ke dapur.


"Kenapa berjalan ke dapur?? " Tanya Lusy.


"Memang nya aku harus ke kamar mu?? " Tanya Mr. M balik.


"Kenapa harus ke kamar ku? " Cengo Lusy.


Astaga gadis ini... Dia b0doh, bego atau terlalu polos sampai menjadi bodoh sih!! Batin Mr. M.

__ADS_1


Mr. M berjalan pelan mendekati Lusy yang masih tercengo'.


"Jika aku bilang ingin membuat anak, bagaimana?? Hhhmm... " Ujar Mr. M.


__ADS_2