
"Astaga...kak!! yang benar saja kau. 4 buah nastar masuk ke dalam mulut mu sekaligus.. !! " seru Lona.
"Salahkan saja kue nya yang terlalu kecil. Bahkan balita bisa memakannya dalam sekali lahap. " gerutu Marco.
"Gila!! kue nya sisa setengah toples dalam waktu kurang dari 10 menit.!! " seru Lusy.
"Kakak... eheheh... Sepertinya kak Marco lapar.. " kekeh Lona.
"Tidak apa.. Makan saja, aku ingin menjual ku ini di toko kue kita Lona.. Bagaimana menurut mu?" tanya Lusy.
Lusy mendudukkan pan*tat nya di sofa tak jauh dari Marco. Dan secara tiba-tiba merebut toples Nastar yang sisa seperempat itu.
"Ckckckc... aku rasa kau tidak makan sejak adik mu merawat ku.. " gumam Lusy.
Lusy melahap nastar nya, resep yang ia dapatkan dari YouTube para koki kue di Indonesia. Karena sering menonton film horor dan hantu Indonesia dia mulai menjelajahi hal lain seperti kue dan masakan.
"Aku rasa kue mu akan laku keras. Orang orang bisa memakan ini kapan saja.. Dan dengan bentuk nya yang mungil begini, akan mudah membawa nya dan bisa di jadikan cemilan " tutur Marco.
"Benarkah!!? " Mata Lusy membelalak
"Iya kak.. Kita bisa membuat nya dalam jumlah banyak, karena pembuatan nya juga tidak lama, palingan selai nanas nya saja. Itu pun kita bisa membeli nya di swalayan" ujar Lona.
"Tidak.. Kita tidak akan membeli selai di toko toko, kita akan membuat selai nya sendiri agar rasa nya lebih enak dan memiliki cita rasa yang khas buatan rumah. Di tambah, kebersihan nya juga terjaga. Jika harus membeli, itu hanya dalam keadaan terdesak saja seperti.. kita kehabisan stok nanas. " jelas Lusy.
"Itu benar juga, jika kita membuat selai dengan resep sendiri orang orang tidak akan mudah meniru kita.. Wuahahahah... rasa nya aku udah seperti chef profesional... " gelak Lona.
"Oh iya.. dimana nenek? aku tidak melihat nya dari tadi. " tanya Marco.
"Nenek sedang istirahat, kondisi nya tidak fit akhir akhir ini. Dia sering merasa lelah... Rencana ku besok ingin membawa nya memeriksa kesehatan. " Kata Lusy berwajah sendu.
"Tapi kak... kau sendiri kan masih harus istirahat untuk pulih 100%." sambar Lona.
"Kau tidak lihat ya.. Dia hanya pura-pura sakit, yang luka itu wajah dan tangannya saja yang luka." sambar Marco dengan sengit.
__ADS_1
"Hhe... hehh.... heh.... enak saja kau. Bilang saja karena adik mu tidak di rumah jadi tidak ada yang memasak untuk mu. " balas Lusy tak kalah sengit.
"Sudah sudah!! kalian bisa membangun kan nenek kalau terus mengoceh tidak jelas!! " sentak Lona.
"Mweheheh... peace✌" kekeh mereka.
Keesokan hari nya...
Karena kemarin malam sudah terlalu larut untuk pulang. Akhirnya, Lusy dan Lona menyuruh Marco menginap saja. Mereka merapikan sofa dan menyusunnya sedemikian rupa agar bisa di gunakan Marco. Mereka juga membeli selimut dan bantal untuk nya.
Kringgggggggg!!!!!!
"Huh.... alarm siapa itu... menganggu saja!! " gerutuan kecil keluar dari mulut Marco.
"Mengganggu apa nya kak!! ini sudah jam 7.40 pagi... kau tidak bekerja hari ini!? " Ternyata Lona.
Lona sengaja menyimpan alarm di dekat telinga Marco, agar si empu berhasil bangun dan mengakhiri mimpi basah nya, ehh!! salah dong Gess...... Mengakhiri mimpi Indah nya.
"Apa sopir taksi tidak libur??" tanya nenek.
"Nenek mau kemana? Ohohoh... Aku tebak nenek pasti ingin berkencan dengan Pak Tua yang di sebelah itu ya... Siapa ya nama nya??Aku lupa.. " Seloroh Lona.
"Sembarangan saja kau. Kau tidak tau ya, jika wanita tua ini, dulu nya adalah player... banyak pria tahun 80'an dan 90'an yang menaksir ku.. hemfftt!! " balas nenek.
"Ya maklum saja nek, dia iri karena belum pernah berkencan... " Sambar Lusy.
"Kak Lusy mau kemana?.. " Tanya Lona.
Sementara Marco masih Lingau Layap dengan keadaan sekitar. Dan masih belum sadar jika rambut nya kusut seperti habis di jambak waria.
"Heuhh!! ada apa ini.. Heh.. Lona adik ku.. siapa wanita yang di depan ku itu.. Dia cantik sekali.. hooammfff.. " Racau Marco.
"Sadar kak!!! Sadar!! Itu nenek! " Lona mengguncang kepala Marco hingga dia sadar.
__ADS_1
"Ya Tuhan!!! Maaf kan aku nek, aku sudah mengatai nenek cantik.. " Ujar Marco.
"What!!! jadi maksud mu nenek ku tidak cantik?? !!! ?" pekik Lusy.
"Sudah.. sudah... Kalian beradu terus, kapan nenek bisa memeriksa kesehatan kalau begini... " Lerai nenek.
"Nenek mau cek kesehatan? Aku antar ya nek.. " Tanpa menunggu jawaban, Marco langsung menyambar kunci mobil nya yang bukan mobil taksi.
"Kak.. aku akan menjaga rumah saja.. Takut nya ada sesuatu dan aku bisa ngabarin kalian secepat mungkin. " pinta Lona.
"Kau yakin?" tanya Lusy..
"Iya.Cepat lah... kak Marco sudah menunggu. " ujar Lona.
"Baiklah... akan nenek bawakan oleh oleh nanti. " ujar nenek.
"Serius!!? Apa nek.. Apa nenek akan membelikan aku kue!! ?? " Tanya Lona berbinar.
"Bukan"
"Lalu apa?"
"Obat bius dan air infus.. whahahaha... " Gelak Lusy... ".
" Lihat saja nanti... Baik lah nenek pergi dulu ya, Hati-hati di rumah sendiri.. " nasehat nenek.
"Baiklah nenek ku.. " seru Lona.
Dan akhirnya mobil melaju menuju pusat kesehatan di Kota...
NENEK ANNA CORTEZ. Atau biasa dipanggil nenek Anna.
__ADS_1
Gimana Ges... nenek cantik kan. 😉😉😚