Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 26


__ADS_3

Akhirnya setelah 2 hari bermalam di rumah sakit, Lusy kini sudah di perbolehkan untuk pulang. Dengan syarat rutin meminum obat hingga habis dan istirahat. Dan melakukan beberapa kali pengecekan luka.


"Memang yang terbaik adalah rumah sendiri. " Gumam nya ketika sampai di ruang tamu.


"Apa kau perlu sesuatu nak??'' tanya nenek.


" Tidak nek. Aku bisa mengambil nya sendiri nanti. Lagi pula yang sakit tangan dan wajah ku, bukan kaki ku. Dan juga, aku kan punya perawat pribadi. " Lusy menjeling ke Lona di akhir kalimat nya.


"Jangan khawatir nek. Ku jamin dalam waktu singkat kak Lusy akan sembuh. " Lona menepuk nepuk dada nya dengan sombong.


"Lona, apa kau mau di bawakan pakaian tambahan?" Marco datang dengan 2 tas ukuran sedang.


"Ehmmm.. Boleh, tapi hanya piyama saja ya kak. Selebihnya nya tidak usah. " ujar Lona.


"Apa dalaman nya juga perlu.?? " tanya Marco.


Blushh..!!!


Yang di tanya Lona, tapi yang malu Lusy. Pipi Lusy menghangat.


"Bawakan saja beberapa, terserah. " jawab Lona acuh.


Untuk apa dia malu, sejak kecil dia dan Marco selalu bersama. Makan, tidur, main, dan bahkan sering mandi sama sama. Jadi... menurut Lona itu hal lumrah karena mereka masih bocah yang tidak tau apa apa.


"Kalau begitu, kakak akan antarkan besok. Kakak pulang dulu ya. Jangan nakal dan membuat keributan. " Marco pamit.

__ADS_1


Dia mengusap rambut sangat adik dan mendaratkan ciuman sayangnya di kening dan pucuk kepala nya.


"Night. Jangan nakal ya.. " ujar Marco lagi.


"Iya kak. Hati hati ya. " Jawab Lona.


Marco berbalik, namun dia berhenti. Dia mendekati Lusy dan mengusap rambut nya lembut.


"Good Night. Beristirahat ya. " Tutur Marco.


Tatapan mata yang lembut dan menyiratkan ketulusan yang mendalam. Itu lah yang Lusy lihat dari manik indah Marco.


Muachhh....


Kecupan singkat mendarat di kening Lusy. Dan berhasil membuat hangat wajah Lusy. Dan dengan mudah nya Marco mengucapkan..


Astaga!! Meninggoy!!! Lubang mana lubang!!! Lusu ingin bersembunyi sekarang Ya Tuhan!!! Lusy sangat malu!!!!


Marco juga pamit pada nenek yang sedang di dapur. Setelah itu ia pulang.


###


"Bagaimana Peter, Apa kau sudah menemukan Yu berada ?" Tanya Marco.


Sebenarnya pulang hanya alasan Marco saja. Sebenarnya dia akan mendatangi teman nya Peter yang membantu nya menemukan Lusy.

__ADS_1


"Belum Mr. Sepertinya setelah Anda dan gadis itu pergi, dia langsung di bawa kabur oleh bawahan nya. " Jawab Peter.


"Ini." Marco memperlihatkan sebuah Chip.


"Apa ini?" Tanya Peter.


"Chip ini terhubung dengan MicroChip yang ada di dalam tubuh Yu. Dan aku minta kau mengawasi pergerakan Yu untuk beberapa waktu. " jelas Marco.


"Woowowow!!! Kapan anda memasukkan MicroChip itu ke dalam tubuh Yu Mr.?? '' tanya Peter.


" Tentu saja saat aku dan dia bergelut. Kau kira aku akan semudah itu meninggalkan nya??. "Sahut nya.


" Bisa saja kan, kau melupakan penjahat dan mementingkan gadis cantik yang kau tolong itu.. " Goda Peter.


"Aku rasa kau kurang kerjaan Pete. Oh iya, aku baru ingat. Tadi D bilang dia kekurangan orang untuk merawat Poppy. Mungkin kau ingin mengajukan diri??" Balas Marco.


"T-tidak Mr. Merawat Benda elektronik akan jauh lebih menyenangkan dari pada merawat kucing betina galak milik mu. " Jawab Peter dengan cepat.


"Bagus kalau begitu. Ingat! Kau yang bertugas memantau Yu selama beberapa waktu kedepan. Laporkan setiap pergerakan nya pada ku. Aku tidak ingin kecolongan seperti beberapa hari yang lalu. " Marco mempertegas ucapan nya.


"Siap Mr.!! " Jawab Peter lantang dan tegas layak nya seorang prajurit.


"Hmm.. " Hanya itu jawaban Marco.


Dan dalam sekejap dia menghilang Seolah olah memiliki kekuatan teleportasi.

__ADS_1


"Ckckckck... Secepat itu dia menghilang. Atau jangan jangan dia jelmaan Minato Namikaze!!? " Sergah Peter.


"Aku rasa aku sakit sekarang. " Gumam Peter.


__ADS_2