Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 52


__ADS_3

Agaknya Marco sedikit kesal mendengar Lusy barusan. Dia bilang akhir akhir ini dia sering sial? bukan kah beberapa waktu terakhir ini dia selalu bertemu dengan Marco? Apa maksud nya hidup nya sial karena bertemu Marco? Hmph!! Tenang lah Marco... kau sedang menghadapi wanita. Dan wanita didepan mu baru saja mengalami musibah yang bertubi-tubi.


"Hhaaahhh... Lona tarik paksa perempuan itu dan bawa ke sini.! " suruh Marco.


"T-tapi kak... " Lona agak nya sedikit ngeri melihat Lusy yang tertunduk seperti ini.


"Sudah lah.. tarik saja dan katakan padanya, menangis juga perlu tenaga" ucap Marco.


"kak.. Ayo makan, menangis butuh tenaga " Lona menyampaikan ucapan Marco.


"Lona, bilang saja padanya. AKU! TIDAK! LAPAR! " Balas Lusy dengan penekanan di setiap katanya.


"Ya Tuhan... kenapa aku harus terjebak alam situasi sulit T_T.... "


"Ck.. Lona bilang padanya.. jangan seperti anak kecil. Sok kuat sekali makhluk itu. " cibir Marco.


"menghindar lebih baik dari pada terkena masalah." Lona pelan-pelan beringsut dari posisi nya sekarang.


Mungkinkah dia harus ngesot ngesot ke arah meja sofa yang penuh dengan makanan.?? Ya!! Itu adalah salah satu strateginya untuk bertahan hidup.


"Ck.. Yang benar saja?! Anak kecil? " Lusy menegakkan kepala nya.


"Tentu saja.. dimana letak kesalahan nya?"


"Baiklah.. lagi pula wajar jika seorang anak kecil menangis. Beda dengan mu yang sudah TUA!! KERIPUT!! LAMBAN!! dan TIDAK MENARIK PERHATIAN WANITA!!"

__ADS_1


Ya Tuhan... tolong hentikan adu mulut dua manusia ini °_°


"Astaga.. kenapa terkesan aku yang jahat disini?.. " Marco kecil bersayap sedang menangis.


"Ck.. Terserah kau saja. " Marco memilih diam dan menghabiskan makanan yang sudah dibuka nya.


Lusy memilih diam. Terserah saja. Dia akan makan jika memang lapar.. Tapi kali ini tidak bisa.


Lusy menggenggam erat tangan nenek Anna. Rasa nya semua berjalan dengan sangat cepat. Begitu tiba-tiba hingga dia tidak bisa mempersiapkan dirinya.


"Nenek... bertahan lah... aku pasti mendapatkan pendonor ginjal itu secepatnya.. walaupun aku harus melenyapkan seseorang.."Tekad nya.


Tiba-tiba sebuah gumpalan kertas muncul di hadapannya. Lusy melihat si pemberi.


" Hmph!!Sudah ku bilang! Makan perlu energi. " Marco lah yang menyodorkan sambil mengunyah makanan di mulut nya.


"Terima kasih. " ucap Lusy.


Dari sudut sana Lona hanya bisa tersenyum. Maklumi saja orang jatuh cinta memang aneh, contohnya kakak ku.


Dan hari itu mereka habis kan dengan menjaga nenek tersayang mereka.


...****************...


"Bagaimana dengan Kun dan Sai Long?" Seseorang yang duduk di singgasana nampak mengelus seekor anjing di pangkuan nya.

__ADS_1


"Ma-master... me-reka sudah tewas semalam." jawab seorang pria muda dengan seragam maid mengusap kepalan tangan nya dengan takut.


"Bagaimana dengan mayat mereka?"


"Tertimbun reruntuhan klub orchid malam itu Master"


"Hmph!! heh.. HAHAHAHHAHA!!! Bagus!! memang bagus... Anak itu bergerak cepat... "


Pelayan laki-laki itu hanya bisa tertunduk dengan tubuh bergetar karena takut pada pria di depan nya. Hanya bisa menyeka keringat dingin nya dengan sapu tangan yang selalu ada di saku seragam nya.


"Siapa yang dia selamatkan.. heuhh??" pria yang di panggil master itu melepaskan anjing dari pangkuannya.


"Wa-wanita master" jawab pelayan laki-laki dengan takut.


"Gggrrrrhhhhhh!!!! " anjing milik master itu menggeram ke arah pelayan laki-laki yang sedang ketakutan setengah mati..


"Wanita.. wanita... wanita... Hanya menjadi kelemahan laki-laki saja. Hahh!! Dasar keras kepala!! "


"Master menurut laporan orang kita, wanita yang ia Selamat kan seorang nenek nenek—"


"Apa?! " alis sang master terangkat heran.


"Benar master. Wanita tua yang hanya tinggal bersama cucu perempuan nya di jalan Mountain Blue. Cucu nya berusia sekitaran 20 tahunan. Baru-baru ini membuka toko kue. Dan gadis itu berhubungan dengannya dua bulan belakangan ini. " jelas pelayan laki-laki.


"Ah yaa.....Cinta pandangan pertama hahaha.. Asmara yang menyakitkan untuk mu.. HAHAHAHAHAHAHA!!!!"

__ADS_1


"Bagaimana jika kita memberi sedikit bumbu pemanis untuk anak itu..? "


"Saya menunggu perintah, Master. ".....


__ADS_2