
Marco sedang berada di sebuah pelelangan bawah tanah. Bersama dengan D dia menggunakan topeng pada wajahnya, topi Fedora hitam dan jas hitam. Pelelangan kali ini adalah pelelangan organ tubuh manusia. Entah mafia mana yang membunuh kemudian mereka menjual organ dalam tubuh manusia.
Tak jarang juga mereka melelang manusia hidup atau bahkan hewan-hewan langka, yang dilindungi oleh pemerintah negara. Pada pelelangan tubuh manusia harga paling besar biasanya ditawarkan untuk jantung, ginjal dan mata. Karena organ-organ tubuh itulah yang biasanya paling banyak dicari.
"Baiklah, hadirin yang terhormat, kali ini kita sampai pada acara utama pelelangan organ tubuh manusia. Seperti malam-malam yang lalu. Kali ini kita akan mulai. Persiapkan papan nama kalian!!!! "
Sang pembawa acara memerintahkan para kru untuk membuka tirai dan terlihat jelas sebuah box dengan alat-alat yang mengelilingi jantung yang masih berdetak.
"Harga Terendah mulai dari 1xxx dollar.!! Setiap kelipatan sebesar 5xxx dollar
Seorang wanita di pojok atas mengangkat papan dan menyebutkan penawarannya. "6xxx dollar"
Kemudian laki-laki yang berada di kursi bawah menyebutkan harga "11xxx dollar"
"16xxx dollar!!! " terus orang pria yang berada di lantai 2 ditutupi oleh tirai .
"16xxx dollar 1kali!!! 10xxx dollar 2kali!!! 10xxx dollar 3 kalii!!!! " seru pembawa acara.
"Dan jantung jatuh kepada pria yang berada di lantai duuaaa !! Untuk pembayaran bisa dilakukan dibelakang. Kru kami akan menuntun Anda untuk mengambil barang nya. " ucap si pembawa acara.
"Selanjutnya... Barang ini dibawakan oleh pemimpin kartel Italia!! Menurut informasi, dua bola mata ini baru saja diambil dari tubuh manusia. Wow.. dan hebat nya langsung ia terbang kan ke NY!!!. Sesuatu yang bisa dibilang menakjubkan! "
"Sekarang Harga dibuka mulai dari 9xxx dollar. Setiap kenaikan berlipat 1xxx dollar?.. " Si pembawa acara bingung.. kenapa begitu murah?? pikir nya.
"Baji_ngan kau Alosto!!! "
Dor!! Ddooorrr... ddooorrr...!!!
Umpatan dalam bahasa Italia menggema di gedung pelelangan. Seorang pria berjas cokelat dengan tampilan kacau memegang pistol yang di acungkan ke lantai atas. Begitu juga sekumpulan pria lain dibelakang nya.
"Tembak bede_bah itu!! " perintah nya pada anak buah nya.
Suara tembakan saling bersahutan antara dua kubu. Marco dan D menikmati tontonan gratis ini sambil mengamati. Sementara orang-orang memilih untuk meninggalkan Gedung. Tidak mengurus hal yang bukan ranah mereka. Dan menghindari terjadi nya insiden untuk diri mereka sendiri.
"Kau iblis!!! Apa yang kau mau Hahh!!! Aku tidak punya urusan dengan mu Dasar sialan!! " Tanya pria berjas cokelat setelah menghentikan tembakan nya.
"hahhaha.. Memang benar. Tau karena istri mu cantik. Jadi aku tertarik untuk mencoba nya. Dan istri mu sangat sangat nikmat. Suaranya, tangisannya dan tubuh nya...Sempurna! Dan aku berbaik hati mengembalikan istri mu kembali untuk di makam kan.. hahahahah"
"Kau!!! Akan ku bu_nuh kauu!!!! "
Sementara di atas sana Marco menyusun rencana dengan D.
"D aku rasa pertunjukan ini akan memakan waktu yang lama. Ikut aku menemui pembawa acara itu. Kita dapatkan ginjal nya " Marco bangkit dari kursi nya dan gegas keluar dari ruangan.
Langkah kaki mereka begitu cepat, tidak memperdulikan suara tembakan pistol yang saling beradu. Mereka tiba di depan pintu yang dijaga dua pria kekar dan botak, mereka berkacamata hitam.
"Kami ingin bertemu bos kalian" kata Marco.
__ADS_1
Kedua penjaga botak itu seperti memindai tampilan Marco. Lalu salah satu dari mereka membukakan pintu. Marco dan D masuk namun D dihadang.
"Bos." Panggil D.
"Hanya satu orang" kata penjaga yang mencegat D.
"Oke. D tunggu lah disini. Ajak bicara dua pria botak ini. " kata Marco terus terang.
D hanya mengangguk. Dia menjauh dan bersandar pada dinding. Lalu mengeluarkan rokok nya.. D menyodorkan rokok nya pada dua penjaga.
"Mau?" Tanya D.
Bahkan menoleh saja tidak. Mereka hanya melihat datar ke depan.
"Ya sudah. " Kata D.
Sementara didalam Marco bertemu dengan tuan rumah acara. Seorang laki-laki usia 60 tahun ke atas yang masih segar bugar. Tampak menjepit rokok di mulutnya. Jam tangan emas melingkar di pergelangan tangannya.
"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya laki-laki tua itu.
"Aku mau ginjal nya. Aku tau ginjal itu masih ada dan akan ku bayar berapa pun harga nya. " ucap Marco to the point.
Tiba-tiba penjaga yang ada di belakang laki-laki tua mendekat dan berbisik pada nya. Sejurus kemudian dia tertawa.
"Wah.. wah.. wah... Itu benar?" Tanya nya.
"Berapa yang akan kau berikan?"
"Berapapun akan ku bayar. "
"Wowwowwoww.. sebaiknya jangan gegabah anak muda. kita bisa melakukan tawar menawar jika kau mau. "
"Aku tidak punya waktu untuk itu. Berikan ginjal nya padaku dan akan ku berikan uang nya Cash!!! " ucap Marco.
"Kalau begitu bawakan barang yang dia mau. " suruh pria tua dengan mimik wajah licik.
"Berikan dia kursi untuk duduk. Kita harus mengagungkan tamu, kan?"
Sebuah kursi datang bertepatan dengan barang nya. Marco langsung meraih box yang berisi ginjal. Namun tangannya kalah cepat dari pak tua itu..
"Biar aku yang mengecek nya untuk mu anak muda." box terbuka dan terlihat sepasang ginjal yang masih segar dengan darah.
"D bawa kesini!!"
Marco menghubungi D untuk membawakan uang yang sudah disiapkan. Tak sampai 10 menit D tiba dengan dua koper hitam yang berisi uang jutaan dolar . Transaksi berjalan lancar.
Lusy....
__ADS_1
Begitu sampai di mobil, suasana terasa sunyi. Bahkan sangat sunyi. Bukankah tempat pelelangan ilegal itu harus nya ramai?.
Ada yang tidak beres....
"D aman kan barang nya. Jaga dengan nyawa mu! Kau akan ku turun kan setelah agak jauh nanti. "
"Siap bos. Jangan khawatir" D memangku box berisi ginjal untuk nenek Anna. Bahkan dia membungkus nya dengan mantel kulit yang entah dapat dari mana.
Mobil mereka melaju di lorong sepi. Seperti parkiran dibagian bawah gedung. Tidak ada satupun mobil. Dua pria itu memasang kewaspadaan tinggi. Tidak ada yang tau datang dari arah mana entah itu peluru atau peledak. Mereka hampir keluar. Dan kecurigaan Marco benar. Mereka dicegat oleh beberapa pemotor.
Masing-masing pemotor memiliki senapan ditangan mereka yang moncong nya terarah pada mobil. Kedua kubu tak ada yang mulai menyerang. Tapi bisa dipastikan Marco yang mulai duluan. Karena ginjal itu harus secepatnya sampai ke rumah sakit.
Cccckkiiiiitttt.... Bbbbrruuummmm....
Mobil itu melaju tanpa menghiraukan peluru yang melesat. Tanpa takut, Marco melajukan mobilnya hingga menabrak para pemotor itu, para pemotor yang tidak sempat mengelak, terpental dengan jarak yang jauh. Namun cegatan itu belum berakhir di depan mereka sudah ada dua mobil yang menunggu di sisi kiri dan kanan persiap untuk menabrak, namun dengan cepat Marco menginjak pedal gasnya, meninggalkan dua mobil yang hampir menabraknya .
Mereka sudah menjauh. Marco menurunkan D dan melesat sendiri. D langsung bersembunyi di semak, dan melihat 4 mobil dengan kecepatan tinggi mengejar Marco. D menghidupkan alat komunikasi di telinga nya. Menghubungi rekan nya untuk minta bantuan.
Beralih pada Marco. Yang kini menyetir sendiri. Menghindari hujan peluru sambil harus berkonsentrasi menyetir.
"Baiklah. Semua harus ku lakukan sendiri. " Marco menghidupkan auto pilot. impossible dong ya kalo mobil mafia kagak ade Auto pilot.
Menyembulkan kepala lewat jendela, membidik dan tembakan peluru berhasil mengenai ban mobil musuh. Hingga mobil terpental dan terguling. Menghalangi 1 mobil di belakang nya. Sesekali Marco berlindung dari peluru balasan. Beruntung jalanan menuju pelelangan adalah hutan dengan jalan lurus.
Ddooorrr!!.. Bbooouummm!! Dduuaarrrr...
Marco berhasil mengenai ban mobil hingga terbalik dan membidik tangki bensinnya. Dan tersisa 2 mobil yang mengejarnya.
Dooorr... Pprraakkk..
Tembakan berhasil mengenai kaca spion kiri mobil Marco. Bukan hanya satu tembakan. Mungkin sudah ratusan tembakan yang Menghujani nya. Bagian belakang mobil nya mungkin sudah tidak berbentuk..
Tiba-tiba mobil musuh dibelakang mengeluarkan senapan roket bahasa nya bazoka ya ges. Seorang pria menyembul dari bagian atas Mobil dan terlihat sedang membidik. Marco tidak panik. Dia sudah tau setiap misih pasti akan mengeluarkan senjata andalan pada bagian terakhir. Oleh karena itu Marco mencoba menargetkan si pria yang menargetkan nya..
Namun usahanya gagal karena Mobil yang satu lagi terus menerus menembakkan peluru, dan menghalangiMarco untuk menembak. Jalan satu-satunya adalah, Marco berbalik arah dengan tajam. Dan menabrakkan diri ke musuhnya. Sengaja dia menginjak gas agar semakin cepat dan benturan kuat pasti tidak terelakkan.
Cckkkiiiiittt... Bbrruuuaakkk.. bboommmm.. dduuaarrrr.. duuarr
Marco berhasil melomoat meskipun terlambat. Tubuhnya terkoyak dibeberapa bagian. Sedangkan Mobil musuhnya terbakar habis dan beberapa kali mengeluarkan ledakan. Asap hitam membumbung tinggi. Sudah bisa dipastikan orang-orang didalam nya tidak selamat.
Marco terbaring lemah di sisi jalan yang berumput. Mata nya terpejam menahan sakit. Wajah nya yang sempat terkena pecahan kaca mobil ikut mengucur kan darah di beberapa bagian..
Ktukktuktuktuk....
swwohh.. swwoosshhh...
"Bos.. kami datang terlambat. " Seseorang terjun dari helikopter dengan dua tali pengaman.
__ADS_1
Penerjun itu dengan sigap memasang sabuk tali untuk menarik mereka naik. Marco hanya diam karena tubuh nya sudah sangat lemah. Di heli itu D masih memeluk box isi ginjal untuk nenek Anna. Marco merasa sedikit lega, setidaknya dia mendapatkan ginjal itu walaupun harus bertaruh nyawa. Helikopter bergerak menuju rumah sakit.....