Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 14


__ADS_3

**NY.


JL MOUNTAIN BLUE


RUMAH NENEK DAN LUSY.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


"Nenek!!! " panggil Lusy.


"Iya!!! Lusy kau sudah pulang?? siapa gadis ini??" tanya nenek.


"Dia adik nya Marco, nek. Dia kesini karena kami akan membuat stok kue yang banyak untuk toko kue kami. " jelas Lusy.


"Baik kalau begitu. Siapa nama mu Nak?"


"Aku Lona nenek.. " jawab Lona dengan sopan.


"Kau gadis yang manis.. Nenek tinggal kalian ya Lusy, Lona. Pak tua Ken mengajak nenek ke pantai bersama anak dan menantunya ( ayah dan ibu Samuel.) ".


" Wah... Nenek mau ke Pantai?? astaga aku juma mau ikut. " Rengek Lusy.


Lona tertawa kecil melihat tingkah Lusy.


"Hei!! Bukan nya kau harus membuat kue yang banyak untuk stok toko mu itu. " sahut nenek.


"Haiishh!! " Lusy menghela.

__ADS_1


"Ya sudah.. Hati-hati saja nenek di sana... Jangan sampai hanyut terbawa ombak ya nek. Nenek itu tidak berenang, kalau di makan hiu megalodon gimana jadi nya. " kata Lusy yang terselip ejekan.


"Kau lupa ya, nenek ini kan titisan putri duyung. Jadi nenek akan meminta hiu Megalodon agar tidak memakan nenek. Karena nenek setelah ikan setengah manusia. " tutur nenek meladeni kekonyolan Lusy.


Siluman ikan kali, setengah ikan setengah manusia. Batin Lusy yang pikiran nya masih menyangkut kan hantu dari Indonesia.


"Ya sudah nek. Aku dan Lona akan mulai membuat kue. Dahh.. " Ujar Lusy.


"Ne~nek... dimana Lusy??egghh.... i-ni berat se-ka-li... " Marco datang dengan setumpuk kardus berisi bahan bahan kue. "


"Ya ampun anak itu... LUSYYY!!!! kenapa kau menyuruh Marco membawa semua barang ini!!? " teriak nenek meskipun suara nya tak nyaring.


"Tidak apa nek. Hitung hitung sebagai ganti rugi, karena semalam dia membuat ku pingsan. " Gerutu Lusy dari arah dapur.


Lusy membantu Marco membawa barang barang.


Pingsan?? apa semalam Marco meminta izin untuk Lusy pada ku karena mereka ingin.... Ah.. tapi rasa nya tidak mungkin. Tapi itu bisa saja kan.. Ini negara bebas. berhubungan seperti itu kan biasa terjadi di kalangan anak muda. Apa aku tanya kan saja pada Marco?? Ya aku harus menanyakan nya nanti....


Pikiran lansia tua itu berkelana kemana mana.. Entah apa yang di konsumsi nya setiap hari, tapi semakin hari semakin aneh saja yang ada di pikiran nenek tua itu.


"Marco!!! " Panggil nenek dengan tegas.


"I-iya nek??" Jawab Marco.


"Nenek ingin bertanya pada mu. Duduk lah.!! " ujar nenek.


"Duduk di lantai nek?" tanya Marco. Karena di dekat nya tak ada satu pun kursi.

__ADS_1


"Kita ke teras saja.. Cepat lah ini penting.!! " Seketika Marco kaget dengan aura yang di keluar kan nenek.


Di teras...


"Apa yang ingin nenek tanya kan??" tanya Marco.


"Kau bilang, Lusy menginap di rumah mu??Benar?". selidik nenek.


" Iya benar, nek. "


"Langsung saja aku tanya kan. Kenapa cucu ku bisa pingsan di rumah mu.!!? " tatapan tajam nenek menusuk.


"Ya.. bagaimana ya aku menjelaskan nya..Mungkin nenek tidak akan percaya jika aku mengatakan nya. " Marco menggaruk leher nya.


"Apa Lusy pingsan karna mu?"


"Ee.. iya, nek. Aku yang membuat nya pingsan. Tapi dia pingsan saat dini hari. Aku membawa pulang agar dia beristirahat. " Tidak ada yang salah dengan jawaban Marco.


Benar begitu para pemirsa. Hanya nenek saja yang terlalu 'bijaksana' mengartikan jawaban Marco.


"Apa kau memakai pengaman saat melakukan nya??" tanya nenek.


Hah!!! pengaman apa maksud nya??? Astaga..Lusy apa sih yang di maksud nenek mu ini..lagi pula aku harus kembali bekerja.. Mulai frustasi dengan tingkah ajaib nenek satu itu.


"Nek!!.. pengaman apa yang nenek maksud. Maaf tapi aku harus kembali bekerja.. " Akhirnya Marco segera mengakhiri percakapan penuh kebanyolan itu.


"Haha.. Darah muda... anak muda jaman sekarang... tidak pernah sabaran.. " Ujar nenek.

__ADS_1


Mungkin, jika Marco tetap meladeni lansia yang menolak tua itu. Rambut nya akan berubah menjadi putih satu persatu. Dan tensi darah nya akan naik.


__ADS_2