
NY.
JL. MOUNTAIN BLUE.
05.00 pagi.
Tok... Tok...
"Permisi!!! " Seru seseorang dari luar.
Namun tidak ada jawaban.
"Permisi.!! Apa ada orang??! " Seru nya sekali lagi.
"Iya.. Iya!!! Sebentar!! " Jawab dari dalam.
Klekkk...
"Huhhhmm... Siapa sih pagi pagi sudah ke rumah. Huuuahhhh!!! " Lusy mengomel dengan muka bantal nya.
"Yaampun!! Sampai kaget aku!! " Marco mengelus dada nya.
"Hooohh... Kau Marco. Masuk lah... Kau datang terlalu awal. " Celoteh Lusy. Namun dia tetap membukakan pintu bagi si tamu.
"Apa Lona masih tidur.?? " Tanya nya.
"Uuhh.... Iya. Akan aku bangun kan "
"Tidak. Tidak usah. " Larang Marco.
"Hoahh... Baik lah. Sebentar ya, aku akan bersiap dulu. Hahh... Nenek ku saja masih tidur nyenyak. " Gerutu Lusy di akhir kalimat nya.
10 menit Lusy bersiap siap, ia hanya mandi, gosok gigi, dan mengganti baju nya.
__ADS_1
"Oh, iya. Aku lupa, bahan makanan di dapur sedang tipis. Mungkin kita harus ke swalayan dulu. Kan nanti nenek ingin membuat syukuran.Kau mau menemani ku atau mau menunggu di sini saja? " Tanya Lusy.
Lusy siap dengan setelan celana training dan baju kaos over size warna biru. Dan rambut yang di sanggul biasa.
Marco nampak berpikir. "Ya sudah, aku akan temani kau saja. Lagi pula ini masih pagi. Malas jika harus menunggu sendiri. " Kata nya.
"Pakai mobil ku saja. Aku tidak bekerja hari ini. " Ujar nya.
Dan benar saja. Sebuah mobil, bukan mobil kuning dengan tulisan taksi di atas nya terparkir di depan halaman rumah nya.
"Hmm... Baiklah. Kita ke swalayan terdekat saja. Tidak perlu di pusat kota sana. " Kata Lusy.
Mereka memasuki mobil, dan menuju ke swalayan terdekat. Suasana yang masih pagi membuat perjalanan mereka sangat singkat.
Sampai di sana, tangan Lusy dengan cekatan mengambil sebuah keranjang dorong. Dan mulai memilih bahan.
"Ke bagian makanan pokok saja dulu." Marco hanya mengikuti dari belakang.
Kembali ke Lusy dan Marco. Mereka sedang memilih sayur dan buah,setelah mencari beberapa bahan pokok. Marco bertugas mencari buah dan Lusy memilih sayur. Karena Marco hanya diam mengikuti Lusy seperti anak bebek, jadi dia menawarkan diri untuk ikut memilih.
"Hem... Mungkin kentang, tomat, selada, paprika, jagung, terong, dan sayur hijau. " Gumam Lusy. Memasukkan satu-persatu bahan makanan.
"Tadi dia bilang buah jeruk, pisang dan semangka. Harus yang matang ya semangkanya? " Marco di buat kebingungan dengan pesanan Lusy.
"Aahh... Kenapa aku ingin membantu nya tadi!! " Rutuk nya.
"Permisi, apa kau kesulitan memilih?? Bisa aku membantu? " Marco di kejut kan dengan seorang wanita balita di dalam keranjang dorong nya.
"A-ahhaha... Tidak... Aku hanya bingung saja. " Jawab Marco.
"Kau ingin membeli apa? " Tanya wanita itu.
"Em... Jeruk, pisang, semangka yang matang. " Jawab nya.
__ADS_1
"Bisakah aku mem—" Ucapan wanita itu berhenti ketika suara Lusy mengagetkan mereka.
"Hei Marc, kau sudah selesai memilih buah nya? Astaga!!! Kau belum memilih dari tadi"
Lusy datang dengan kondisi keranjang hampir terisi penuh.
"Kau membuat ku bingung. Mana aku tau semangka yang matang itu bagaimana?? " Omel Marco.
"Hiiii...!!! Kau ini, semua semangka di sini matang semua Marc. Bisa bisa nya kau menjadi bodoh di saat yang tidak tepat. " Geleng Lusy.
Wanita yang tadi ingin membantu Marco tertawa pelan.
"Wah... Seperti nya kalian pasangan baru ya??. Nona maklumi saja. Sangat jarang laki-laki pandai memilih bahan makanan. Apalagi pasangan muda seperti kalian, tuan ini kebingungan memilih semangka... " Tutur wanita itu.
****.... Enak saja kami di katai pasangan.. Maki Marco.
"Hhhuukk.... Astaga nyonya kami ini bukan pasangan!! " Kata Lusy sempat tersedak saliva nya.
"Benar itu. Kami hanya teman. Dan jika aku punya pasangan seperti dia, maka rambut ku tidak akan pernah tumbuh. " Timpal Marco.
"Wahahaa.... Keliatan banget kalau kalian itu pasangan muda. Masih fresh loh. Jangan banyak bertengkar ya, tidak baik. Apa lagi sampai tidak mengakui pasangan sendiri!.. " Kekeh wanita itu.
Fix!!! Wanita ingin seperti nya terlalu positif thinking. ( Lusy)
Mau nya apasih!! Ngotot sekali mengatakan kami pasangan!! ( Marco)
"Ma.. Ma.. Mau cheese. Maa... " Rengek balita yang ada di dalam keranjang dorong.
"Ouh... Maaf baby. Mama hampir melupakan mu.. I'm sorry. Ya sudah, ingat pesan ku tadi ya. Baru menikah jangan banyak bertengkar, masalah itu lumrah terjadi pada pasangan muda seperti kalian. Bye... " Wanita itu melambai ria pada Marco dan Lusy yang terpelongo.
"Ayo ke kasir lalu pulang. Nenek dan Lona pasti sudah bangun dari tadi. Kepala ku bisa botak jika bertemu dengan seseorang yang satu spesies dengan wanita tadi. " Geleng Lusy dengan memijit keningnya.
"Biar aku saja yang dorong. " Marco langsung mengambil alih keranjang dorong.
__ADS_1