
"Kenapa Marco lama sekali?? Apa dia gagal? Semoga saja dia berhasil membawa nenek pulang. Hanya nenek yang ku punya sekarang. Meski aku masih memiliki Samuel, bibi Daysi dan paman Alpen.. tapi mereka tidak seperti nenek. "
Sudah berganti pakaian dengan yang lebih bersih dan hangat. Lusy duduk di tengah kasur empuk nya. Menekuk kaki hingga bisa ia peluk. Terus merapalkan kalimat semoga nenek pulang, semoga Marco berhasil membawa nenek, semoga nenek dan Marco baik baik saja..Kalimat kalimat yang sama terus keluar dari mulut nya.
Suara perutnya yang kelaparan pun kalah dengan suara harapan nya.Beberapa pelayanan Villa mengetuk dan membawakan makanan. Lusy tidak menolak, dia membawanya masuk namun tidak menyentuhnya sama sekali.
▶▶▶▶▶
"Aaahhhhh....Kun aku tertembak!! " Sai Long mencengkram baju nya yang terserempet peluru dari Marco.
"Obati luka mu!! Aku sedang menyetir untuk nyawa kita berdua.! " Kun memutar setir ke kanan dan kiri menghindari tembakan peluru Marco.
Sedangkan di mobil, Marco kehabisan stok peluru nya. Karena tembakan nya hanya mengenai badan mobil yang sialnya sangat tebal dan anti peluru. Tersisa pin lokasi milik nya. Pun yang bisa merekat kuat di besi, plastik atau benda apapun.
Marco menyalip ke arah bagian kanan mobil, karena posisi setir yang di sebelah kiri. Memangkas jarak sedekat mungkin hingga tangan nya bisa menggapai body mobil. Dirasa nya posisi sudah sesuai, Marco melemparkan pin lokasi ke mobil yang di kendarai Kun. Pin lokasi otomatis mengeluarkan cakar kecil yang bisa menembus lempengan setebal 10 cm. Dan lampu hijau kecil menyala, berkedap kedip tanda pin sudah terpasang dengan baik.
Marco mendapat tembakan di karet ban mobil nya, menyebabkan mobil oleng hingga terguling sebanyak 3 kali. Beruntung tidak ada drama sabuk pengaman macet atau pintu yang tidak bisa di buka, Marco berhasil keluar dengan selamat dari mobil yang tangki bahan bakarnya bocor. Merangkak menjauhi mobil sejauh mungkin yang dia bisa dan akhirnya mobil meledak 💥!! Beberapa pecahan kaca menggores tubuh Marco yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter.
Melihat ledakan dibelakang nya, Sai Long yakin jika marco sudah tewas. Dan menuju ke titik awal nya, dimana dia akan menjemput 'barang' nya. Tapi tidak dengan Kun. Dia sedikit ragu, karena sempat melihat tubuh seseorang merangkak keluar dari mobil.
"Apa yang kau pikir kan?" tanya Sai Long
"Kupikir kita harus mengecek kembali puing mobil disana. Mungkin saja orang itu masih selamat, karena aku melihat dia merangkak keluar. " jawab Kun.
"Itu mungkin saja. Tapi kau lihat sendiri kan? Mobil itu meledak hebat, kalaupun dia sudah keluar dari mobil, pecahan kaca dan lempengan besi mobil pasti akan melukai nya. Dan ditambah jalanan ini sepi, dia pasti akan tewas kehabisan darah. "
Kun sedikit membenarkan, tapi masih ada yang dia ragukan. Namun dia menepis pemikiran nya dan menuju ke tujuan yang sudah ada di kertas.
...****************...
Cckkiitttt.....
Mobil Kun dan Sai Long kini tiba di tujuan mereka. Di sana rupa nya telah di jaga oleh sekelompok orang berbadan kekar.
"Kami datang atas perintah dari pimpinan kalian. Kami ingin mengambil barang. " Sai Long memberikan kertas alamat yang di berikan ketua geng Skull.
__ADS_1
Salah satu pria berbadan kekar itu menerima kertas. Dia mendekati kawan nya, yang mengeluarkan alat seperti pemindai.
tirit.. tirit.. tirit.. tirit...
Cahaya kebiruan dari alat tersebut memindai permukaan kertas. Dan lampu detektor di atas alat itu menyala warna biru.
"Benar." Jawab pria yang memegang alat detektor.
"Kalian boleh masuk. " Jawab pria yang satu lagi.
Kun dan Sai Long melangkah hati hati. Bagaimana tidak?. Begitu keduanya masuk ke dalam, suasana gemerlap lampu diskotik menyilaukan mata mereka. Kumpulan orang berbadan kekar dengan tato di sepanjang lengan kanan dan kiri.
Tak sedikit juga laki-laki tua bangkotan yang haus akan belaian wanita muda. Ada yang berperut buncit, botak, gigi emas di sepanjang gusi hingga mengalahi lampu diskotik. Dan tawa tawa girang dari perempuan malam berpakaian kurang bahan.
"Cepat... Kita harus mengambil barang itu segera. Jangan terpikat dengan rayuan wanita J****ng itu. Mereka akan mengeruk dompet mu saja. " tukas Kun.
Sai long bergegas memasuki ruangan khusus. Ruangan dengan ukuran 5x6 itu terlihat biasa saja. Di pojok ruangan terdapat tubuh yang meringkuk dengan mata tertutup dan tangan terikat.
Kun mendekati tubuh itu.
"Kalau begitu bopong dia.. Segera bawa dan ambil bagian yang berharga. Firasat ku mengatakan akan terjadi sesuatu. " tukas Sai Long.
"Hugghh.... " Kun mengangkat tubuh tersebut, seperti memanggul karung beras di bahu.
Baru saja mereka berdua keluar dari ruangan tersebut, mereka di kejutkan dengan teriakan histeris dan kesakitan dari pengunjung tempat itu. Asap putih nampak mengepul dari beberapa titik ruangan. Orang-orang saling berdesak-desakan untuk keluar dari sana.
"Celaka!!! sudah Ku----"
Tit.. tit... tit... tit... tit... DUUUAAAARRR!!!!
"Aaaaaaaa!!!!!! " Kun dan Sai Long terhempas. Begitu juga tubuh yang mereka bawa. Bahkan tubuh tidak sadarkan diri itu terhempas sangat jauh.
"Aman kan nenek Anna... Segera obati dia..!! "
Marco yang rupanya sudah tiba di sana dengan para bawahan nya. Sekelompok orang bersenjata. lengkap dengan topeng hitam, kaca mata hitam dan masker hitam..
__ADS_1
Dalang di balik suasana chaos itu segera menodongkan logam dingin mematikan tepat di depan mata Kun. Dengan wajah pias, Kun mendongak. Pupil mata mengecil yang sarat akan ketakutan apabila timah panas itu menebus tengkorak Kepala nya.
"B-ba-bagaimana????! " Kun terbata.
"Kau!!!... Kau sudah MATI!!!!... Tidak mungkin... Mobil mu meledak dan kau sudah matii!!! Uhukk..oaahh.. haakkkhh...." Sai Long menjerit histeris. Hingga memuntahkan darah.
"Kali ini kau sudah mendekati ajal mu. Kau dan teman mu akan segera di jemput oleh malaikat maut. "
*****DOORRR!!! *****
*****DDOORR*****!!
Dua timah panas berhasil bersarang di leher dan jantung Kun. Seketika itu juga Kun tewas mengenaskan.
Marco mendekati Sai Long yang menyeret tubuh nya.. berusaha lari. Namun Marco sudah menargetkan nya.
"You're *****ng j*rk.!!! " umpat nya
DDOORR!!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
**Hai... para reader's tercinta..
mohon maaf ya otor lama buanget update nye.
karena udah kelas 3 SMA... dan harus fokus sama pelajaran.. dan hari ini otor udah ngambil raport loh.. ☺.
Ternyata..... hasil nya bisa di bilang bagus, bisa di bilang agak mengecewakan sih..
tapi no problem.
__ADS_1