
Part Lona & Samuel
Astaga!! Topeng mana topeng... biasa saja melihat nya!!
"Apakah belanjaanmu hanya itu saja Nona atau ada yang lain??" tanya si petugas kasir sambil mengambil pembalut milik Lona, dan scan harganya.
"Apakah tagihanku dan miliknya bisa disatukan, aku yang akan bayar??" tanya Samuel
"Tidak perlu Samuel Aku akan membayarnya sendiri kau cukup bayar saja belanjaanmu lagi pula aku sudah punya uang dan Kak Marco juga sudah membekali uang "
"Tidak apa hanya sekali-sekali saja mentraktirmu"
"Lalu, bagaimana aku akan menghitung ini, apakah disatukan? atau dipisah saja?" tanya petugas kasir.
"Satukan saja" kata Samuel
Mereka selesai membeli barang keperluan mereka kembali menaiki mobil
__ADS_1
"Kau mau ku antar ke mana? Ke rumah Lusy atau ke mana? atau kau mau ke rumahku?? boleh saja."
"Aku ke rumah Kak Lusy, aku akan membereskan rumahnya sudah beberapa hari tidak dibereskan"
"Baiklah "
"Apa kau mau dibantu membersihkan rumah? Aku akan membantumu setelah mandi nanti. Dan jangan menolak. " ucap Samuel beruntun tanpa menerima penolakan.
"Baiklah, terserah saja. " jawab Lona.
Akhirnya mereka tiba di rumah masing-masing memasukkan mobilnya ke garasi, dan Lona langsung menuju rumah Lusy untuk segera berberes-beres. Samuel bergegas menuju kamarnya segera mandi dan bersiap untuk membantu Lona. membersihkan rumah Lusy. Samuel menggunakan shampo dua kali lipat lebih banyak, dan sabun yang lebih banyak dan dia Menghabiskan waktu 10 menit untuk memilih baju yang supaya terlihat keren di mata Lona.
Samuel masuk rumah Lusy Tanpa permisi karena pintunya terbuka lebar, di dapur terlihat Luna mengelap-ngelap rak, panci dan mencuci beberapa piring kotor yang terbengkalai waktu itu. Samuel seperti melihat masa depannya, sang istri sedang bersih-bersih di dapur, sementara dia membersihkan bagian depan rumah sungguh!! masa depan yang cerah dan Samuel tidak akan membiarkan Lona jatuh ke tangan pria manapun.
"Apa ada yang bisa kubantu Lona? mungkin kau ingin menggapai-gapai tempat yang tinggi, atau mengangkat benda-benda berat, akan aku lakukan"
"Ah tepat waktu sekali kau datang Kak Samuel. Mungkin kau bisa membersihkan kamar nenek itu pasti sangat berdebu karena kami meninggalkannya Sudah beberapa hari"
__ADS_1
"Baiklah apa aku perlu membawa beberapa barang mungkin sekiranya pel atau sapu atau kain?"
"Tidak perlu mungkin hanya beberapa kain lap dan juga seember air sisanya bersihkan saja dengan menepuk-nepuknya menggunakan menepuk bantal"
"Akan segera ku laksanakan Oh maaf sebelumnya tapi karenamu ada bercak merah, Apa kau sedang datang bulan?tanya Samuel
Luna terkejut, dan segera meraba bagian belakangnya, ternyata basah. Lona malu sekali, Kenapa harus Samuel yang melihatnya di saat yang memalukan seperti ini. Lona mengambil belanjaannya yang ada di atas meja makan karena dia belum sempat menyimpannya lalu menuju kamar Lusy untuk meminjam celana, dan mungkin ada beberapa ****** ***** yang masih baru.
Samuel terdiam. Kemudian tersenyum geli. Reaksi yang Lona berikan cukup menggemaskan baginya. Seperti nya dia sedang jatuh cinta.
Aahhh.. Cupid!!! kau berhasil menembakkan panah mu!! seru Samuel dalam batin nya.
Samuel langsung menuju kamarnya nenek Anna. Ternyata cukup berdebu. Pengap dan tercium bau kurang sedap di kamar ini. Sudah pasti sudah lama tidak dihuni. Karena Samuel ingat beberapa waktu ini rumah Lusy sepi seperti tidak ada orang.
Samuel mulai membuka jendela kamar nenek Anna, kemudian dia beralih pada kasurnya dia melepaskan sprei, sarung, bantal, dan juga selimut, dan dibawa ke belakang untuk dicuci. Samuel mencari penyedot debu, kemudian dia mengambil seember air dan 1 lap kering. untuk membersihkan debu-debu yang sulit dijangkau oleh vacuum cleaner. Karena Samuel laki-laki maka pekerjaan ini cukup mudah baginya, karena dia bisa memindahkan meja rias, menggeser lemari, atau rak-rak yang sulit dijangkau oleh vacuum cleaner.
Sementara di sisi lain Lona sedang membersihkan dapur dan mencuci beberapa pakaian, yang mungkin sudah berbau apek karena ditinggalkan beberapa hari. Sementara menunggu cucian, Lona membersihkan isi kulkas. Dan benar saja ada beberapa buah yang sudah layu. Mengelap bagian sisi kulkas Dan pintu nya yang kotor. Begitu selesai membuang buah yang busuk, Lona menyapu dan mengepel lantai bagian dapur. Namun tiba-tiba dia mendengar teriakan histeris...
__ADS_1
AAAAHHHH!!!!!