
"Jadi... Boleh kan nenek memberikan liontin ini pada Lona, Lusy? " Tanya nenek memastikan.
"Baik lah nek. Nenek boleh memberi kan nya pada Lona. Lagi pula, aku juga ingin memiliki adik. " Jawab Lusy. Dia menatap wajah Lona.
"Terima kasih Kak Lusy. Aku sangat senang karena keluarga ku bertambah. Aku hanya punya kak Marco sejak kecil. Ibu dan ayah kami sibuk pada dunia mereka sendiri. Mereka hanya menitipkan kami pada asisten rumah tangga. Dan selalu mengirimkan uang. " Tutur Lona dengan haru.
"Sekarang kamu adalah bagian dari kami Lona. Mulai sekarang, detik ini juga. Aku Lusyana Manda, mengangkat kau Lona menjadi adik ku. Dengan saksi nya nenek, dan seisi ruangan ini. " Lusy mengucapkan setiap kata dengan lantang tegas dan penuh kesungguhan. .
"Dan aku, nenek tua ini.. Mengangkat kau Lona menjadi cucu ku. Dengan saksinya Lusy dan seisi ruangan ini. " Nenek juga mengikuti kata kata Lusy.
"Hwuuuhwuhwuuuhhuu..... Terima kasih. Kalian sangat baik, aku tidak akan pernah menyesal bertemu dengan kalian, karena kalian adalah orang yang sebaik malaikat. " Lona terharu dengan apa yang di lakukan oleh lansia dan wanita di hadapan nya.
"Sudah sudah tidak perlu menangis lagi. Seharus nya kita berbahagia sekarang. Anggota keluarga kita bertambah satu lagi, iya kan nek.!! " Lerai Lusy.
"Iya, dan kau harus bertemu dengan Samuel juga pak tua Ken. Mereka orang yang kocak. Tapi jika bertemu orang baru mereka akan bersikap sok acuh, apalagi si Samuel itu. " Tambah nya lagi.
"Iya. Besok kau minta Marco ke sini yang, Lona. Kita akan mengadakan syukuran kecil kecilan. " Nenek mulai bangkit berdiri.
"Nenek mau tidur dulu. Lansia ini sudah terlalu tua untuk bergadang seperti anak muda. Selamat malam. Jangan tidur terlalu larut ya. " Pesan nenek.
"Baik nek. " Jawab kedua nya.
__ADS_1
"Apa kau masih ingin melakukan sesuatu, Lona? " Tanya Lusy sebelum mereka tidur.
"Tidak ada kak. "
"Kalau begitu, kita tidur saja. Ini juga sudah lumayan larut. " Ajak Lusy.
"Iya kak. " Jawab Lona dengan patuh.
Hahahah... Menyenangkan sekali punya adik. Apalagi jika patuh seperti Lona..mweheheh... Batin Lusy.
"Aku akan berkirim pesan dengan kak Marco sebentar, kak Lusy tidur saja dulu. " Ucap Lona.
📱:kak, apa sudah tidur?
📱: jangan lupa mengunci jendela dan pintu.
📱: ada makanan di dalam lemari pendingin. Kau bisa memanaskan nya lagi di microwave.
📱: Terima kasih sudah mengenal kan ku pada kak Lusy dan nenek. Mereka sangat baik. Aku betah di sini. Bahkan mereka mengangkat aku menjadi anggota keluarga mereka.
📱: oh iya. Nenek ingin kau ke sini besok pagi. Katanya dia akan mengadakan syukuran kecil kecilan. Kita akan sarapan bersama.
__ADS_1
📱: kalau begitu aku tidur dulu. Selamat malam.
Lona mengirimkan banyak pesan. Namun Marco sama sekali belum membaca nya. Hanya terlihat centang satu abu-abu di aplikasi chat nya.
"Haih.... Dasar sok sibuk. Kenapa handphone nya selalu saja tidak aktif saat aku berkirim pesan. Ahh... Paling dia sibuk melayani pelanggan tak tau diri. Sudah diantar sampai tujuan, malah minta pengurangan ongkos. " Gerutu Lona.
"Hei bung! Kau tinggal di zaman apa.?!! Sekarang masih minta gratisan.Ckckckck." Lona menggerutu tanpa henti.
"Hei tidur lah. Kau mau menjadi kelelawar apa tidak tidur malam? " Dengus Lusy yang ternyata mendengar omelan Lona.
"Hihihi... I'm sorry kak. Hanya butuh pemanasan sebelum tidur saja. " Kilah Lona.
"Hem.... " Hanya itu jawab Lusy.
Di sisi lain.
Marco mengecek ponsel nya yang terus bergetar beberapa kali. Hingga di rasa ponsel nya berhenti bergetar. Ia mengeceknya. Lengkungan tipis tersampir di bibir nya.
📱:Iya. Terima kasih sudah mengingat kan. Selamat malam.
Hanya beberapa kata dan Marco menyimpan kembali ponsel nya. Ia dan rekan nya melanjutkan aktivitas yang sempat sedikit tertunda karena ponsel nya.
__ADS_1