Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
8


__ADS_3

NY


JL. MOUNTAIN BLUE


DINI HARI..


Lusy menahan napas nya. Aroma minta menyeruak ke indra penciuman nya. Sorotan bak elang dari mata Mr. M memaku Lusy untuk terus menatap bola ke cokelatan itu. Mereka sama sama terpaku pada lawan nya.


"K-kau... Bicara apa ehheheh... " Lusy berusaha tertawa mencair kan suasana canggung itu.


"Aku bilang, ingin membuat anak.. " Mr. M menarik pinggul Lusy dan menahan nya.


"Hhhkk!!!! " 😖...


"Hei... Lepas.. " Ujar Lusy berusaha lepas.


Astaga.... Aku harus mendemonstrasikan pelajaran beladiri yang aku dan Sama pelajari. Pertama, injak kaki nya dengan kuat dan sikut perut nya dengan lutut... Oke.. Itu dia.. Baik Lusy kau bisa. Batin Lusy.


Mr. M yang melihat raut wajah Lusy yang terus berubah ubah tak kuasa menahan tawa nya. Akhirnya dia hanya bisa menggigit bibir nya kedalam.


"Hiiakkk!!! "


DUGHHH!!.

__ADS_1


"Aaawwwsss... " Bukan menginjak kaki Mr. M, Lusy malah menginjak kaki nya sendiri..


Mr. M langsung melepas kan Lusy. Dirinya langsung berlari ke dapur. Namun, dia kembali berbalik, dan menarik tengkuk Lusy yang masih meringis kesakitan.


CUP!!!


Lusy mematung dengan kedua bola mata terbuka lebar. Ketika tersadar dari rasa kaget nya, dia mendapati Mr. M sudah tidak ada. Beralih ke dapur, pintu dapur terbuka sedikit. Lusy menutup pintu dan langsung ke kamar nya.


...****************...


NY.


ROSIE'S CAKE AND BAKERY.


Lonceng toko kue selalu berdenting, pelanggan keluar masuk toko membeli kue, dan ada yang hanya sekedar melihat lalu pergi. Begitu lah, beberapa diantaranya hanya orang usil.


"Terima kasih, datang lagi yaa . " Bibi Rosie tersenyum ramah dengan celemek berwarna merah mawar melekat di tubuh nya.


"Hhh... Hhaaahh.... Sampai kapan kau akan duduk di sana Lusy!?.. Hei.. Toko kue sedang ramai ramai nya, tapi kau malah makan. Hiishhh" Omelan bibi Rosie tak di gubris oleh Lusy.


"Bibi Ros! " Panggil Lusy.


"Apa?? "

__ADS_1


"Menurut mu... Jika aku membuka toko kue sendiri, apa akan ramai seperti toko mu?? " Tanya Lusy menatap kosong ke arah jalan raya yang terlihat dari dalam toko.


"Hhaaahh???? Toko kue mu sendiri? "


"Hemm.. Ya...bagaimana menurut mu? "


"Itu bagus kau bisa belajar Mandiri. Dan mencoba tidak ada salah nya kan. " Balas bibi Rosie.


"Tapi aku tidak tau harus mulai dari mana. Toko nya saja aku belum melihat nya. " Kata Lusy.


"Heeeee....??? Kau ini bagaimana sih!!?.. Haduh.. Aku rasa kau itu hanya tau makan dan membuat kue. " Bibi Rosie bertolak pinggang.


"Ya... Aku sih baru kemarin memikirkan nya. Karena ada seseorang yang menawarkan tempat untuk menjadi toko kue, katanya rumah nya di area taman, itu cukup ramai. Dan ada syarat yang berlaku. " Tutur Lusy.


"Syarat?? Syarat apa?? " Tanya Bibi.


"Kata nya, adik nya harus ikut bekerja dengan ku. Aku saja tidak tau adik nya laki-laki atau perempuan. " Jawab Lusy.


"Uuhhmmm.... Begini saja, bibi saran kan kau melihat dulu kondisi tempat yang akan kau gunakan itu. Jika tempat nya lumayan strategis, kau ambil saja. Dan masalah adik orang yang menawarkan tempat untuk mu... Iya kan saja.. Itu tidak sulit kok. Kau kan pintar dalam membuat kue dan roti. Tidak akan sulit mengajar kan " Jelas bibi Rosie.


Lusy nampak menimbang nimbang ucapan bibi nya.


"Kalau begitu baiklah bi. Akan aku diskusikan lagi dengan nenek. " Jawab Lusy.

__ADS_1


"Nah semua kie dan rotinya sudah ku tata rapi...aku pulang dulu Bi... Sampai jumpa.. " Pamit Lusy.


__ADS_2