Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 55


__ADS_3

AAAHHHHHH


"Kak Samuel!! apa ada perampok. !??" Lona datang sambil tergesa-gesa.


"Oh.Tidak ada. Hanya kecoa yang terbang dan itu mendekat kearah ku, jadi agak sedikit kaget saja. " jawab Samuel dengan santai seolah tidak terjadi apapun.


"Aku cemas.. Aku kira ada orang jahat yang datang. " kata Lona.


"Kau cemas? Mencemaskan ku? ?Apa kau khawatir?" Tanya Samuel dengan ekspresi tengil.


"A-aku tidak cemas.. Hanya kaget karena kak Samuel berteriak histeris!! Huh... " Lona berbalik dan berjalan menghentak ke arah dapur.


"Kau cocok menggunakan celana Lusy Lona. Terlihat lucu, dewasa dan seksi!!! " seru Samuel.


"Heeeiii!!!! ".


Sswwoosshh.... Klangg...


" Aaawww.... sakit baby.. hahahahah" Samuel mengusap keningnya yang menjadi korban tutup panci Lusy. Setelah di lihat tutup panci itu sedikit penyok di sisi nya.


"Benar-benar gadis yang menarik. Hehhe" Menggeleng dan melanjutkan bersih-bersih yang sisa sedikit lagi.


Pekerjaan mereka rampung ketika matahari tepat diatas kepala. Memilih untuk delivery makanan dari pada memasak. Makan tanpa ada suara tanda mereka benar-benar kelaparan.


Lona masih dengan amarah nya karena perkataan Samuel yang memalukan. Seksi katanya!!?? Uugghh Lona melahap makanan nya dengan sadis. Bahkan ocehan tak bermutu Samuel tidak didengar nya.


"Kau tau apa singkatan dari menu?? " tanya Samuel.


Bombastic side eyes...Mata melotot dan mendelik itu menunjukkan kalau Lona tidak perduli. Sudah tau gadis sedang mens di hari pertama, masih saja direcoki. Kalau begitu rasakan saja azab nya. Perut seperti ditusuk tusuk.


"Kau tidak tau? Baiklah, menu itu artinya Me 'n U... hahahah... romantis'kan?"


Demi Tuhan.!! ingin ku cakar wajah tampan nya itu!!.


"Kau mau minum?Minum saja.. aku tidak mau gadis ku tersedak burger dan aku harus menjadi pahlawan dengan memberi napas buatan.. Hihihihi... Lucu kan.. lucu ya.. lucu.. hahaha. "


"Oh iya kak. Aku punya pertanyaan. " ujar Lona


"Ya.. apa itu?"


"Apa polisi akan menangkap orang jika orang itu bersalah?"


"Tentu saja.. Tapi lihat dulu kesalahan nya, jika itu tidak sengaja atau bukan masalah besar, mungkin polisi akan memberimu nasihat atau kau hanya bayar denda saja. " jelas Samuel.


"Bagaimana jika ada seorang wanita melakukan sesuatu yang menyakitkan pada laki-laki? Apa polisi akan menangkap nya???"


"Menurut ku tidak. Karena jika dipikir pikir, tidak mungkin perempuan lemah bisa mencelakai laki-laki. Secara logika tidak mungkin. " jelas Samuel.


"Oh."


Samuel mencebik.

__ADS_1


"Aku sudah selesai. Akan ku buang sekalian sampah mu. " Tanpa perintah Samuel mengambil bungkus makanan Lona yang juga sudah habis.


Lona menatap Samuel yang menuju dapur. Dengan cepat dia mendekati Samuel, dan melakukan guntingan kaki dan..


BBHUUKKK...!!


Samuel tersungkur ke lantai dengan keras.


"Maafkan aku kak Samuel. Aku tidak sengaja, aku berjalan terlalu cepat dan menabrak mu. Apa kau tidak apa-apa?" Lona segera membalikkan situasi padahal dalam hati nya tertawa jahat.. Hahaha rasakan balas dendam ku.


"Aku Oke tidak masalah Lona. Lain kali hati-hati.. Sssstt.. sakit juga. " ucap Samuel tanpa tau kesakitan nya adalah ulah Lona.


Sifat mereka berdua berbeda sekali. Yang satu gombal dan usil yang satu lagi ceria dan pendendam. Entah bagaimana jika mereka disatukan menjadi pasangan. Pasti setiap hari akan ada barang yang jadi korban. 😃.


Part Samuel & Lona end..............


NY 🗽


PUKUL 01:00


DINI HARI


DITEMPAT ANTAH BERANTAH.


"Aku harap kali ini mendapatkan kabar baik dari mu. "


"Tentu boss. Mereka membutuhkan ginjal. "


"Hem... hahahahah.. Hahh hahahah!!! Aku tau bisa mengandalkan mu dalam tugas ini. Tidak seperti mereka bertiga yang Bod0hh!!!Mencelakai seorang gadis saja tidak becus. Cuuihh"


"Baik boss. "


"Heeemm.. Kalian sudah menjadi target ku. Benar bukan, sayang ku??."


"Ggrrrrrhh"


"Hahahahahah!!!! "


...****************...


NY


PUKUL 07:00 MALAM


RUMAH SAKIT:RUANG VIP 1


Nenek Anna melihat seksama pantulan wajahnya di cermin yang dibawakan Lona. Keriput nya terlihat di setiap sudut wajah nya, rambut yang telah memutih, dan bibir pucat.


Usia ku sudah tidak lama lagi. aku harap masih bisa melihat Lusy menemukan laki-laki yang bisa menjaga nya. Dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang. Rasanya sakit, tapi Lusy tidak boleh tau.


"Nenek makan dulu" Lusy sudah duduk di kursi samping brangkar seraya tangannya memegang sendok dan mangkuk bubur.

__ADS_1


"Nenek tidak lapar. " nenek Anna menyimpan cermin nya.


"Ck.. nenek sudah menghabiskan banyak air infusan. Jadi makan sedikit saja. Infus saja tidak cukup. Makan bubur ini lebih baik, ada sayur dan ayam nya. " Lusy masih kukuh dengan sendok mangkuk bubur nya.


"Sedikit saja. " nenek Anna melahap bubur di sendok itu mengunyah nya dengan pelan, meskipun bubur nya tinggal di telan saja.


"Satu sendok lagi, nek. " kembali Lusy menyodorkan bubur.


Nenek aku tidak mau tau pokoknya kau harus sembuh. Apapun cara nya nenek harus dapatkan ginjal itu. Tapi... dimana aku bisa mendapatkan ginjal yang sehat.??! Ya Tuhan... semoga Marco berhasil


"Sudah Lusy. Nenek kenyang. " ucap nenek Anna.


"Nenek hanya makan dia sendok. Setidaknya habiskan setengah mangkuk. Ayo nek, Lusy mohon makan sedikit lagi. " pinta Lusy.


"Hanya satu sendok, nenek tidak sanggup. " Lusy mengangguk. Hanya satu sendok dan nenek tidak lagi menerima suapan bubur. Mungkin nenek memang tidak nafsu makan. Pikir Lusy.


"Minum dulu ya, nek. Setelah itu istirahat." Lusy melayani nenek Anna dengan sepenuh hati.


"Lusy makanlah.. Semakin hari kau semakin kurus. Lihatlah wajah mu sudah tidak bercahaya. " kata nenek pelan.


"Bagaimana aku bisa bercahaya, jika matahari ku sedang sakit?. Hehhehe" mata Lusy berkaca kaca.


Nenek Anna tersenyum sambil mengusap pipi kesayangan nya. Kesayangannya yang sangat kuat... Lutut nya terluka ia tidak menangis. Di ejek teman-teman karena tidak punya orang tua pun ia tidak menangis. Dia bahkan rela menjaga sang nenek, mencari nafkah sampai tidak memikirkan dirinya sendiri.


"Jika nanti nenek pergi...jangan menangis, ya. Cari pacar, menikah dan punya anak. Kau tidak akan menanggung beban lagi. Nenek punya tabungan. Bibi Daisy yang memegang nya. "


"Tidak. Untuk apa seorang pacar?! laki-laki hanya menyusahkan saja. Lihat saja Samuel, dia terus merecoki hidup ku. "


"Rawat tubuh mu, wajah mu dan hati mu. Buka hatimu untuk laki-laki yang bisa membuat mu aman dan nyaman. Seperti nenek. Kakek mu....adalah pria terbaik di seluruh dunia. Tidak ada yang bisa menandingi nya. Nenek merindukan kakek mu. Dan nenek senang.... karena sebentar lagi akan bersama nya. " Tatapan nenek Anna menerawang masa lalu.


"Tidak.!! Aku menolak nenek untuk kembali bersama kakek. Pokoknya aku tidak mau. Nenek jangan bicarakan kematian. Kita bahkan baru mulai. Aku dan Marco yakin, bisa mendapatkan ginjal yang sehat untuk nenek. Nenek hanya perlu bertahan saja." Lusy susah payah menahan surat mata nya.


"Hahhh.. terserah kalian saja. Nenek bisa apa?. Sudahlah...Keluar lah dan cari makanan. Lona mungkin telat, jadi dia agak lama. Lebih baik isi dulu perut mu dari pada kosong.!" suruh nenek.


"Dasar nenek tua cerewet. "


"Dasar bocah bandel. Awas saja kalau kamu menjahili orang lagi. " balas nenek.


"Kalau begitu aku akan keluar mencari perawat. Nenek tidak boleh sendiri, aku khawatir. Muach. " Lusy mengecup kening sang nenek.


Begitu keluar dia bergegas mencari perawat. Beruntung Dr. Yorgi lewat.


"Dokter, apa bisa dokter menjaga nenek ku sebentar? atau minta perawat menemani nenek?" tanya Lusy.


"... ?"


"Aku ada urusan sebentar. Aku khawatir nenek perlu sesuatu saat aku pergi. " jelas Lusy.


"Baik. Akan ku minta perawat menemani nya. Jangan khawatir. " ucap Dr. Yorgi.


"Terima kasih banyak dokter. " Ucap Lusy.

__ADS_1


"Ya. Aku harus kembali keruangan ku Lusy. Sampai jumpa lagi"


"Ya dok. "


__ADS_2