
Huahh... Beban ku berkurang. Untung aku membawa dia. " Gumam Lusy.
Marco pikir tidak ada salah nya membantu Lusy mendorong keranjang. Dia juga biasa membantu Lona jika mereka berbelanja bersama.
"Astaga!! Bukannya kalian hanya tinggal berdua, kenapa belanja sampai sebanyak ini??" Kata Marco.
"Ini untuk keperluan sebulan kedepan. Jadi aku menyetok. " Jawab Lusy.
Masing-masing dari mereka membawa kantung belanja. Marco membawa 4 buah sedangkan Lusy hanya membawa satu.
Gentleman sekali pemirsa!! 👏👏👏
"Bisa kau ambil kunci mobil nya di celana ku?? " Tanya Marco.
"Kau kan bisa menurunkan barang nya dan mengambil sendiri. " Kata Lusy.
"Kau tidak lihat jika parkiran nya basah!! " Balas Marco.
"Haishhh.. Ya sudah. Di mana kunci nya.!!? " Ujar Lusy pasrah.
"Di saku samping. Hati-hati mengambil nya. Jangan sampai menyentuh sesuatu yang terlarang bagi mu!!" Ucap Marco.
"Heii!! Bukannya seharusnya bagian bagasi mobil bisa dibuka tanpa kunci?? " Tanya Lusy.
"Kau bodoh ya. Jika bisa di bukan tanpa kunci, pencuri akan mudah mengambil barang barang untuk di curi. Otak mu kemana sih!!? " Omel Marco.
"Santai saja kan bisa. " Gumam Lusy.
Setelah perdebatan kecil tadi. Mereka berdua kembali kerumah nenek.
15 menit kemudian mereka sampai.
"Astaga!! Aku kira kak Lusy hilang di ambil makhluk halus. Ternyata dia pergi bedua bersama kau kak Marco... " Lona mengurut dada nya.
"Memang nya kenapa? Ada yang salah? " Kening Lusy berkerut.
"Ahh... Tidak ada. Baiklah, kita bisa mulai memasak. Lusy, nanti kau ajak Samuel dan keluarga kemari. Setelah makanan nya jadi tentunya. " Suruh nenek.
__ADS_1
"Baik nek. " Jawab Lusy yang sudah siap dengan celemek nya.
"Lalu nek, aku bantu apa?? " Marco menunjuk dirinya.
"Kalau kau ingin membantu, kau bisa mengeluarkan meja panjang yang ada di gudang." Ucap nenek.
"Nek, meja nya kan besar. Aku rasa dia sendiri tidak akan kuatt. Lebih baik memanggil Sam untuk membantu. " Sambar Lusy.
"Ya. Itu bagus juga. Marco, bisa kah kau ke rumah sebelah?? " Tanya nenek.
"Bisa nek. Tapi aku harus ngapain disana? "
"Bilang saja. Nenek Anna mencari Samuel. " Jawab nenek.
"Baik nek. "
Tik... Tok.. Tik... Tok... Tik... Tok...
"Ya, nek. Kenapa mencariku pagi pagi" Samuel datang dengan rambut kusut dan acak acakan.
"Ya Tuhan!!! Bagaimana kau bisa mendapatkan istri jika jam segini saja kau baru bangun. Ckckc. " Omel nenek.
"Wuuaahhhh!!! 🤩🤩.. So handsome!! " Dengan menautkan kedua tangannya di pipi, mata berbinar seolah olah lambang heart 💖 berterbangan di sekitar nya. Lona berdecak kagum dengan muka bantal Sam.
"Ya ampun nek. Aku capek setelah lembur semalam, dan nenek tau sesuatu??.. Aku melihat kejadian pembunuhan semalam. Iiiigghhh... Seram sekali. " Samuel memeluk tubuh nya.
"AAAPPAAA..?!!!! Hei muka bantal! Ke apa tidak memberi tau ku!!? " Teriak Lusy dari dapur...
"Hooohhh... Apa hubungannya" Heran Sam.
"Heheh tidak ada. " Kekeh Lusy.
"Ya sudah. Sebaiknya kau bantu Marco mengeluarkan meja dan kursi dari gudang. Jangan lupa meja nya di lap ya. Karena mungkin akan berdebu. " Titah nenek.
"Siap laksanakan!!! " Jawab Samuel dan Marco.
Di dapur
__ADS_1
"Kak... Apa kau sudah punya pacar..?? "
"Kenapa kau menanyakan itu tiba-tiba? "
"Tidak ada. Hanya saja aku merasa aneh. Anak mudah seumuran kak Lusy bahkan sudah memiliki pacar, bahkan yang sebaya dengan ku saja sudah punya. Hahhh.... Miris sekali nasib ku. " Keluh Lona di akhir nya.
"Untuk apa punya pacar??! Hanya membuat susah saja. Makan saja harus saling berkabar. Aku tidak sebucin itu. " Jawab Lusy.
"Benar juga sih. Kau tau kak. Bahkan beberapa teman perempuan ku sudah kehilangan virgin ketika mereka baru beranjak remaja. " Ujar Lona.
Kegiatan memasak yang di selingin dengan gibah sesama makhluk paling benar di muka bumi.
"Itu yang membuat ku malas punya pacar. Belum apa apa sudah ingin berkembang biak saja. Ish.. membuat jijik saja. Apa coba yang di bangga kan!!?Remaja zaman sekarang yang laki-laki nya saja kencing masih belum lurus!! Sudah mau bikin buntut!!" Lusy malah terpancing emosi. .
"Sabar kak... Kau jangan marah marah begitu. Nanti makanan kita hangus.. " Ujar Lona.
"Huh... Hah.. Huh.. Hah... Ini kan karena kau juga yang memulai pembicaraan. Ck. " Decak Lusy.
Tanpa mereka sadari, seseorang sedang menguping di belakang.
"Apa yang kau lihat anak muda!!? “ sebuah tangan keriput menepuk bahunya.
" Astaga nenek. Untung saja tidak aku pukul. Kenapa mengagetkan ku sih nek!!? "
"Justru kau yang harus nenek pukul. Mengintip seorang gadis sedang memasak itu tidak baik. Hehh... Hhee... "
Nenek menaik naikan alis nya.
"Jujur saja Marc. Kau menyukai cucu nenek yang paling cantik itu kan.. Hahaha" Gelak nenek.
Mungkin dalam film kartun, hidung nenek akan memanjang karena sombong sambil melanggak kan kepala ke atas dan bersidekap dada.
"Ck... Aku tidak tau nek. Kalau hanya suka, mungkin iya. Tapi rasa yang lain aku tidak tau. " Lirih Marco masih bisa di dengar nenek.
"Kalau kau memang punya rasa lebih, jangan kau tunda. Nanti Lusy ku di gaet pemuda lain." Nasehat nenek.
"Terima kasih nek. Akan ku ikuti saran nenek. Dan semoga nenek memberi restu. "
__ADS_1
"Restu dan doa nenek selalu bersama kalian. Nenek harap kau menjaga nya. "