
Setelah peperangan malam hari itu, Marco tidak lagi menerima laporan atau berita yang aneh aneh lagi. Bisa dia pastikan, semua kejadian aneh di NY selama ini adalah ulah Yu dan anak buah nya.
Anak buah Yu yang masih hidup diasingkan ke sebuah pulau terpencil. Yang jauh dari keramaian. Dan bagi yang sudah tewas, baik itu anak buah Marco ataupun Yu. Marco mengubur kan mereka dalam satu lubang besar. Termasuk jasad Yu sendiri. Kuburan massal itu terletak di hutan pedalaman. Dan terdapat Salib besar di atas makan tersebut.
Markas Marco yang menjadi tempat pertempuran itu sudah diratakan dan akan di bangun markas baru yang lebih kokoh dan canggih.
...****************...
Kira kira, apa yang sedang Lusy lakukan sekarang ya?
Hampir sepekan Marco tidak mengunjungi Lusy, nenek dan Lona. Begitu dia mendengar kabar Yu akan menyerang markas nya, Marco sibuk dan tidak sempat untuk bertemu dengan Lusy juga adiknya.
"Bos..aku mendapatkan kabar " D datang tiba-tiba tanpa mengetuk pintu.
"Katakan cepat D." Kata Marco tanpa menoleh.
"Big boss sudah mengetahui Yu tewas di dalam pertempuran yang lalu bos. Dan mata-mata ku disana bilang, Big boss sedang berlibur di Swiss 3 hari lalu. " Jawab D.
"Hanya itu?" tanya Marco.
"Tidak bos. Mata-mata ku mendengar kabar dari gosipan anak buah Big Boss. Big boss akan bekerja sama dengan bandar Opium di Italia." Tambah D.
"Kenapa kau melaporkan hal yang tidak penting?! " sewot Marco.
"Aku belum selesai bicara bos jangan di potong dulu. " balas D.
"Hhmmff" Marco melengos.
"Bandar Opium itu bernama Benardo. "
"Benardo???!! Yg benar saja!! . Bukannya dia yang merampas barang transaksi kita 3 bulan yang lalu!!.. "
"Itu maksud ku bos. Big boss mengetahui hal itu bukan? menurut ku Dia pasti akan merencanakan sesuatu yang di luar nalar lagi. " Kata D.
"Hhhaahhh!!! Dasar tua bangka Si*alan!! Sudah bau tanah juga.. huhh!!! ".
" Jadi bagaimana selanjut bos? " Tanya D.
"Kita biarkan saja dulu. Aku maksa mengusik para orang tua. Mereka cerewet melebihi neneknya Lusy. "
__ADS_1
"Oh iya bos. Mengenai Nona Lusy, aku mendapat kabar dari dua anak buah ku bos. "
"Maksud mu Wen Duda dan Eric Xandal?" tanya Marco.
"Iya bos. "
"Apa ?"
"Mereka melapor Nona Lusy dan adik bos rutin ke rumah sakit akhir akhir ini. Bersama Seorang nenek nenek. Terakhir, mereka mendapati Nona Lusy dan adik bos pergi ke rumah sakit dengan mobil ambulans. " papar D.
Marco terkejut.
"Kenapa kau baru mengatakan hal ini pada ku!!! Dasar bodoh!!! Di mana nenek sekarang!!? " amuk Marco.
"Eric bilang, nenek Nona Lusy masih di rawat di rumah sakit bos. Dan hari ini sudah jalan hari ke 3 " jawab D.
Marco dengan cepat menyambar sebuah kunci mobil di saku depan belakang celana milik D.
"Ya Tuhan!!! Bos!!! jangan bawa Marqio ku mati!!! " D meratapi nasib mobil kesayangan nya.
Lain hal nya dengan Marco, dia membawa Marqio kesayangan D ke rumah sakit.
Marco menyelip nyelip kan tangan nya di kursi kemudian dan kursi penumpang sebelahnya. Mencari ponsel yang selalu D selip kan untuk keadaan darurat.
"Gotcha!! "
Marco menekan nomor adik nya..
Tutuuuuttt...
"Halo... "
"Lona, ini aku... "
"Hhhhaaahh!!! Kak Marco??!! Kak kau kemana saja. Kenapa nomor mu tidak bisa di hubungi ??! Apa kau tau, kak Lusy dan aku kesulitan tanpa mu!!! Dasar kau laki-laki tidak berguna.!! Nenek masuk rumah sakit,.. cepat kau ke rumah sakit GB sekarang!!! "
Lona mematikan sambungan telpon. Marco bahkan tidak sempat menjawab. Dan segera menginjak pedal gas nya menuju rumah sakit GB.
Perjalanan itu memakan waktu hampir 1 jam karena lokasi nya berada di Pusat kota. Dan lokasi markas Marco ada di tempat antah berantah.
__ADS_1
"Pasien bernama Anna Cortez yang masuk 3 hari lalu di mana?? " tanya Marco pada seorang petugas.
"Nyonya Cortez berada di ruang inap 3 di lantai 4." Jawab petugas itu sambil melihat layar komputer.
Tanpa Terima kasih, Marco langsung ke lantai 4. Seperti orang kesetanan, wajah bawah oleh keringat dan kucel.
"Nenek!!!! " Marco membuka kasar pintu ruangan 3.
"Hhhuukkk!!!! " Seseorang tersedak.
"Kak Marco!!!! " pekik Lona.
Lona mendekati Marco, Marco kira Lona ingin memeluk nya. Namun angan tinggal angan.
Phhaaakkkhh
"Aauuu... S*hit!!! kenapa kau?? "
"Kemana saja kau hah!!! Apa kau lupa kalau punya adik dan keluarga yang kau tinggalkan!! Kalau saja, Bukan 2 pria aneh yang menolong kami, mungkin nenek tidak tertolong!!!!! " Lona memekik.
"Lona... " Panggil nenek lemah.
"Huhuuuuhhuu... Dasar kau Si*alan!!! Kemana saja kau..!!! Kak Lusy bahkan di rawat kemarin karena kelelahan.. Untung saja 2 Pria aneh selalu membantu kami. "
"Lona sudah lah.. Biarkan Marco duduk dulu. Dari penampilan nya dia pasti kelelahan" Bujuk nenek.
"Lelah apa nya nek!!! Lihat saja, pakaian nya bagus dan bersih, bahkan badannya wangi. Wajahnya saja yang kucel! " Kata Lona.
"Nenek... " Marco mendekati brangkar pasien nenek.
"Maaf kan aku nek. Seminggu yang lalu aku sibuk dan minggu ini aku baru saja menyelesaikan masalah ku. Aku bukan nya tidak ingin mengunjungi mu, tapi aku benar-benar lupa. " Ucap Marco sendu.
Nenek hanya tersenyum.
"Sudah lah. Kau juga sudah di sini kan?. Nenek memaafkan mu. Tapi sebaiknya, kau minta maaf pada Lusy. Dia kewalahan mengurus manula seperti ku. " Tutur nenek.
"Iya nek. Dimana Lusy?. " tanya Marco.
"Dia di panggil oleh dokter tadi. Sebentar lagi dia akan kembali. "
__ADS_1