Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 53


__ADS_3

Part Lona Dan Samuel




3 hari berlalu sejak nenek Anna terbaring di ranjang pasien. Nenek Anna sudah sadar semalam dan kembali tidur menjelang dini hari.



Jam menunjukkan pukul 6 pagi. Bahkan matahari masih malu-malu untuk menunjukkan dirinya. Lona yang baru keluar dari toilet terbungkuk bungkuk meremat perut nya.



"Auuhhh perut ku sakit sekali... sssstt" Lona merunduk.



Dia hanya seorang diri di ruang rawat nenek Anna karena Lusy dan Marco sedang ada di ruangan Dr. Yorgi membahas mengenai ginjal.



"Aku harus menelpon kak Marco. " Lona meraba saku celananya namun tidak menemukan ponsel nya.



"Dimana setan gepeng itu.. " umpat nya.



Lalu dia ingat, ponsel nya berada di toilet. Lupa kalau dia membawa ponsel saat ke toilet tadi. Dan benar saja ternyata masih ada di tempat nya tadi. Beruntung tidak masuk ke lubang kloset.



\***HAYO NGAKU.. SIAPA YANG SUKA BAWA HP PAS KE WC KOMEN WKWKWK. HERAN KOK ADA YA YANG SUKA BAWA HP KE WC**.. πŸ˜‚πŸ˜‚



Lona segera menghubungi Marco agar dia bisa pulang cepat sebelum perut nya bertambah ngilu dan berakhir dengan omelan pedas nya yang membuat pria manapun akan ilfeel.



"Halβ€”"



"Kami kembali.... " Ternyata Lusy dan Marco yang datang.



Marco dan Lusy memandang aneh Lona yang membungkuk.



"Perut ku keram. Mungkin akan datang bulan, aku mau pulang.. " jelas Lona yang mengerti.



"Ooohhh.... " Kedua nya hanya ber Ohhh panjang.



"Apa mau aku antar? " Marco hendak membuka kembali pintu sebelum Lona menjawab.



"Tidak!. Ee.. maksudku tidak perlu. Aku akan pulang pakai taksi saja, khawatir nya kak Lusy membutuhkan sesuatu tapi kakak tidak ada. Jadi aku akan pulang sendiri saja. " tolak Lona.



"Baiklah kalau begitu. " Marco langsung mengeluarkan dompet nya dan terlihat lembaran uang dolar


__ADS_1


Lona terpana dengan isi dompet sang kakak. Buanyak banget ya duit nyeπŸ˜….



"Ssss.... aku punya uang nya, tapi jika kau masih memaksa ku untuk ambil uang mu, maka aku tidak punya saya lagi" lain di mulut lain di tangan..



"Ya sudah.. Hati-hati. Langsung telpon aku jika terjadi sesuatu. " ucap Marco.



"Baik lah. Bye... " Dan sekejap, ruangan itu susah sepi lagi karena biasanya yang ribut hanya Lona.



...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...



Sekarang Lona berada di luar rumah sakit dia hendak memberhentikan Sabtu taksi yang sedang melaju. Namun ia melihat seseorang yang dikenal itu adalah Bibi Daisy. Lona memutuskan untuk menyapanya, dan tidak lagi merasakan sakit, karena perutnya, karena keram haid.



"Kenapa Bibi Daisy ada di sini, Apakah ada seseorang yang sakit?" Tanya Lona begitu mendekati bibi Daisy.



Bibi Daysi terkejut, dan menjawab



"Wah, ternyata kamu Lona. Iya kamu benar kakeknya Samuel sedang sakit karena Samuel menceritakan tentang tragedi kotak kado berdarah waktu itu, kakek Samuel mendadak terkena serangan jantung. Harus dirawat di rumah sakit"



"Ya Tuhan maafkan kami Bibi Daysi. Beberapa hari ini Kak Lusy dan nenek juga mengalami musibah. Nenek masuk rumah sakit" Ucap Lona..




""Dia sekarang sudah lebih baik, hanya saja dokter menyarankan kami untuk tidak memberinya kabar yang mungkin bisa mengagetkannya, karena itu akan berdampak pada jantungnya lagi. " jelas Bibi Daysi.



"Ibu Kenapa kamu lama sekali Aku sudah lapar !?Wah, ternyata ada Lona. Hai Lona, Kenapa kamu bisa di rumah sakit? siapa yang sakit? apa kamu sakit? "



"Hai Kak Samuel, nenek masuk rumah sakit beberapa waktu yang lalu, jadi aku, kak Lusy, dan kak Marco saling bergiliran menjaga nya. "



"Bibi lupa, dimana ruang nenek Anna?" Tanya Bibi Daysi.



"Nenek ada di ruang VIP 3 lantai 5 rumah sakit. Ada kak Marco dan kak Lusy disana. " jawab Lona.



"Terimakasih Lona. Bibi akan berkunjung nanti. Bibi harus kembali ke ruangan rawat kakek nya Sam. Paman Alpen mu sudah kelaparan." Ucap Bibi Daysi.



"Sarapan ku mana bu? kan aku juga titip makanan. " ucap Samuel.



"Aahh... ibu lupa. Sudahlah kau kan mau pulang, jadi sarapan di rumah saja. Ibu sudah stok makanan di kulkas kemarin. Sudah.. ayah mu sudah kelaparan nanti dia akan mengomel terus. " ucap Bibi Daysi.


__ADS_1


Meninggalkan Lona dan Samuel yang sama-sama kikuk. Samuel menggaruk kepala nya, ingin bicara tapi takut gadis didepan nya akan ilfeel.



"Kalau begitu aku pulang dulu kak. " pamit Lona.



"Tunggu Lona. Kau mau aku antar?" tawar Samuel.



"Hah! Bo-boleh saja. Tapi apa tidak merepotkan?nanti aku mau mampir ke minimarket dulu. " ucap Lona.



"Kebetulan aku juga mau ke minimarket. " Ucap Samuel yang entah bohong atau jujur.



"Baiklah...Aku akan mengambil mobil dulu" Samuel segera berlari ke parkiran mobil.



Lona memutuskan untuk berjalan lebih dulu ke jalan raya agar Samuel mudah menemukan, Ya kan dari pada menjemput orang di hadapan rumah sakit.. yang ada akan mengganggu orang lain.



Mobil Samuel berhenti tepat di depan Lona. Perlahan kaca penumpang samping supir terbuka. Dan terlihat Samuel dengan kaca mata hitam nya.



"Ayo naik. "



Lona langsung membuka pintu mobil dan mobil yang mereka naiki melesat. Sepanjang jalan hanya ada keheningan antara mereka meskipun jalanan sedang macet karena sekarang kan jam kerja.. jadi pasti banyak mobil dan pejalan kaki. Hingga mereka tiba di lampu merah.



Tepat didepan mereka sebuah mobil warna hitam. awalnya mobil itu normal normal saja. Tapi ketika lampu sudah berganti warna hijau, mobil itu tidak melaju. Bahkan Samuel beberapa kali menekan klakson nya. Hingga dia memajukan mobil nya ke sebelah kiri.



"Oh \*\*\*\*!!!" Umpat Samuel.



Ternyata mobil itu ditumpangi sepasang kekasih yang saling sedot sedotan bibir. Samuel menekan kuat klakson mobil nya hingga mengagetkan pasangan mesum itu.



***TTIIIIIINNN***!!!!!



"What the f\*uckkk MANN!!! " umpat laki-laki yang sedang sedotan bibir itu.



Samuel segera melakukan mobil nya lagi tanpa mendengar kan umpatan dari pasangan mesum itu. Samuel sendiri panas dingin saat melihat dia bibir mereka saling sedot sedotan.. apalagi disamping nya ada seorang gadis, kan?? ugghh pasti kaum lelaki akan berhasrat dan on fire... hehehe



Samuel langsung memarkirkan mobil nya telat di minimarket.



"Aku akan segera kembali, jika mau menunggu. Jika tidak kau bisa pulang lebih dulu " ucap Lona sebelum keluar.



Samuel mengikuti Lona kedalam minimarket. Samuel sendiri bingung dia ingin membeli apa Jadi dia memutuskan untuk beli kopi kaleng dan membeli roti sobek isi selai. Lona sendiri pergi kebagian barang wanita. Stok pembalut nya susah habis dan sebelum hal memalukan terjadi.

__ADS_1



Ketika dikasir Lona sedikit malu memperlihatkan bawang belanjaan nya. Ditambah kasirnya adalah seorang laki-laki muda yang seumuran dengan Samuel...


__ADS_2