Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 31


__ADS_3

"Bagaimana, kau sudah menemukan jejak mereka?! " Yu menghisap sebarang rokok nya bertanya pada salah satu anak buah nya.


"Belum Mr. Yu. Kami masih mencari cari. Seandainya saja kita punya teknologi yang lebih canggih, bisa kita menemukan si M dan perempuan itu. " Jawab anak buah nya.


"Hemh!! Terus mencari " Ujar Mr. Yu.


Mr. Yu meninggalkan ruangan IT. Dia mengambil sebatang rokok lagi dan memantik nya dengan korek. Kemudian menghisap dan menghembuskan asap nya.


"Hhuufftt!! Dimana si breng*sek itu! " Gumam nya.


##########


Akhirnya setelah hampir 2 minggu menunda opening toko kue mereka, Lusy dan Lona kini bisa membuka nya untuk umum. Beruntung kue yang sudah disiap kan sejak awal tidak semua nya berjamur. Wajah Lusy kini sudah membaik begitu juga tangan nya.


"Hemm.. Bagaimana ini kak? Kue nya banyak berjamur.. " Keluh Lona..


"Tidak apa apa... Kau kan sudah punya mixer baru hadiah dari nenek. Jadi bersemangat lah membuat kue yang banyak. Aku yakin toko kue kita akan ramai" Kata Lusy.


Ttrriinggg!!!!


Bell pertama berbunyi.


"Huahh pengunjung pertama kita!! " Seru Kedua nya kompak.


"Permisi!!! Aku ingin melihat lihat kue di sini" Seru pengunjung itu.


"Selamat datang!!! Silahkan di lihat dulu." Lusy


"Hari ini adalah hari pembukaan toko kue kami. Semua kue disini gratis di hari ini. "Lona.


" Iya.. Jadi silakan hubungi semua kenalan mu dan ajak mereka ke sini. " Tambah Lusy lagi.


"E-eh.. B-baiklah... " Pengunjung itu menjadi agak takut.


Lusy dan Lona membiarkan pengunjung itu berkeliling melihat kue. Dan boleh mencicipi kue disana.


"Kak Lusy aku punya ide. " Cetus Lona.


"Apa itu? "


"Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu untuk menarik pengunjung. " Katanya.


"Itu bagus. Tapi bagaimana!? "


"Begini, aku akan menghangatkan lagi kue yang bisa di hangat kan, dan kau akan menawarkan kue itu pada pejalan kaki... " Jelas nya.


Lusy mengangguk angguk.

__ADS_1


"Boleh juga. Itu akan menarik semakin banyak orang. Ayo kita lakukan "


Lona bersemangat. Dia langsung mengambil beberapa kue yang bisa di hangat kamu di oven, tidak lama hanya beberapa menit saja, kalau lama kue nya akan gosong. Dan begitu kue nya selesai di hangat kan, aroma harum langsung menyeruak memenuhi area dapur.


"Kak.. Kue nya sudah siap. " Ujar nya.


"Oke.. Akan aku tawarkan pada orang-orang"


Lusy memanggil manggil pejalan kaki.


"Tuan tuan... Nona nona.. Ayo di cicipi, kue manis dan harum. Yang ini baru saja keluar dari oven.!! Ayo di coba. Ayo jari pertama gratis mencicipi semua kue.. Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Hanya berlaku hari ini saja.. Ayo kemari!!! " Sorak nya.


Beberapa wanita mendekati Lusy.


"Apa benar kue nya baru dari oven? " Tanya wanita A


"Iya nyonya... Cium saja aroma nya, ini masih hangat. Ayo di coba. " Kata nya.


"Wah..!!! Benar, masih hangat dan enak juga.. Apa di dalam masih ada yang lain lagi!!?? " Tanya wanita B.


"Masih Nyonya... Silahkan masuk, teman ku akan melayani anda di dalam. " Ujar Lusy.


Sedangkan di dalam.


"Hei bro, bisa kau membantu ku?! " Lona memanggil pengunjung pertama tadi yang masih anteng.


"Apa? "


"Kenapa harus ak— ahh apa-apan kau!!? " Protes nya ketika Lona langsung memberikan dia 2 wadah kue.


"Sana susun di rak sana. Kau akan dapat bonus nanti cepat lahhh!!!!! " Tegas Lona seperti bos.


Pemuda yang baru saja menjadi karyawan dadakan Lona segera mengerjakan tugas nya.


Lain hal nya dengan Lusy, dia dengan heboh menarik perhatian orang-orang dengan terus mempromosikan kue nya.


"Hai kalian !! Ayo datang dan lihat kue dan roti di toko kami. Semua kue nga enak dan gratis di hari pertama pembukaan!! Jadi jangan lewatkan kesempatan ini. Bebas mencicipi sebanyak mungkin.!!! " Kata nya dengan menawarkan loyang kue yang sisa beberapa itu.


Anak anak dan remaja tertarik mencicipi kue di toko itu. Toko kue Lusy penuh dengan pengunjung. Rencana awal nya yang ingin membagikan 1000 kue gratis berubah menjadi ajang mencicipi kue gratis.


"Hei nak, apa aku bisa membeli kue ini sekarang. Aku ingin suami dan anak-anak ku merasakan enak nya kue ini juga. " Seorang ibu ibu dengan sebuah wadah kue di tangan nya.


Astaga aku rasa ibu ini langsung mengambil kue beserta loyang nya untuk di bawa pulang. Batin Lusy


"Bisa nyonya.. Tapi khusus hari ini kau tidak perlu membayar nya. Karena ini hari pertama kami buka toko, kami ingin semua orang merasakan kue nya. " Sambar Lona dari belakang Lusy.


"Iya itu benar. Jika nyonya ketagihan dengan rasa nya, bisa membeli kue itu lagi di lain hari. " Jawab Lusy

__ADS_1


"Oh!! Benarkah!! Terima kasih. Aku akan menceritakan ini kepada saudara saudari ku. Mereka sangat suka kue dan roti seperti ini. Sampai jumpa.. Terima kasih nona muda. " Ibu ibu itu dengan senang hati berlalu.


"Kak! "


"Apa? "


"Aku rasa kita melupakan sesuatu dari nyonya tadi. Tapi apa ya, aku lupa? " Tanya Lona.


"Ya Tuhan!!! Wadah kue kita di bawa kabur!!! " 😱


"Astaga!! Jadi bagaimana kak.? "


"Hemm.. Ya sudah lah. Kita tunggu dia kembali kesini saja. Siapa tau dia ingat dan mengembalikan nya pada kita. "


"Iya.. "


"Heii!!! Gadis apron kuning! Kakek ini bilang dia ingin membeli kue ini... Bisa kau kesini!! " Panggil pemuda tadi.


"Oh.. Baik baik aku datang. " Lona segera menghampiri pemuda suruhannya.


Lona terlihat berbicara dengan kakek yang dimaksud.. Dan sesekali ada pengunjung yang bertanya hal yang sama. Lusy membantu kedua nya melayani pengunjung. Hingga tidak terasa sudah di penghujung hari. Matahari perlahan mulai pergi ke belahan bumi lain untuk bersinar. Orang-orang yang silih berganti melihat, mencicipi atau sekedar iseng memotret kue mulai meninggalkan toko.


"Hhaaahhh!!! Aku lelah sekali.. Haus.. " Pemuda suruhan Lona roboh dan bersandar di depan meja kasir.


"Hah... Sama aku jhu-ga... Kaki ku mati rasa.. Haus.. " Lona juga ambruk di sisi pemuda tadi.


"Ini untuk kalian berdua. " Lusy memberikan dua botol minuman dingin warna hijau yang kata iklan nya 'sp*rite nyatanya nyegerin ' .


"Ahhh... Lega.. Tenggorokan ku basah.. Huahh.... " Lona menenggak hingga tersisa setengah botol.


"Aku... Aku harus pulang. Sampai jumpa lagi, aku harap kita tidak bertemu lagi. " Pamit pemuda tadi.


"Loh.. Loh... Kau mau pergi tanpa membawa apapun?? " Tanya Lusy.


"Kue nya sudah habis, bahkan beberapa wadah kue kalian di bawa kabur oleh pengunjung. " Kata pemuda itu.


"Hei.. Tenang saja.. Aku susah tau ini akan terjadi, maka aku sudah menyiapkan..... " Lona berlari kecil ke dapur.. Lalu kembali lagi..


"Taadaaa.... Kue nya masih ada.. Huahahaha" Dengan sombong Lona memamerkan kantong kertas berisi kue dan roti.


"Huh syukur lah. Aku kira aku akan bekerja tanpa upah. Terima kasih... Sudah malam aku pulang dulu.. Babay.. " Dengan secepat kilat pemuda itu menyambar kantong kertas dari tangan Lona. Kemudian mendorong pintu.


"Hei.. Kau nama mu siapa... ?? " Tanya Lusy.


"Nama ku Ramos... " Jawab nya.


"Thank you Ramos!! Jangan jera jadi pelayanan ku ya.. Hahah" Seru Lona.

__ADS_1


"Hahahah dia menjadi pembantu mu selama sehari... Sudah sudah, ayo kita pulang. Nenek pasti menungguku kita. Dan kakak laki-laki mu itu akan menggantungku jika adik nya belum ku bawa pulang sebelum pukul 8 hahah


__ADS_2