
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Serbu!!!!!
Seruan kencang sebagai perintah untuk menyerang bangunan kokoh di depan mereka. Serangan dadakan itu mendapat 'sambutan' dari tuan rumah. Suara pistol dan senapan mesin saling beradu. Asap, ledakan, teriakan, dan darah menjadi penghias malam itu.
"Terjunkan bom nya sekarang!!! " Sebuah bom berbentuk roket di terjunkan dari atas pesawat yang melintas di atas area pertempuran itu.
Bbooommm!!! Ddduuaarr!!!!...
Ledakan besar membuat beberapa orang terlempar tak tentu arah. Suasana semakin berkabut oleh asap. Namun, seperti nya orang-orang itu sudah terbiasa. Bahkan pertempuran semakin memanas.
Sebuah pesawat siluman milik pasukan lawan terjatuh karena tembakan bazoka. Dan menyebabkan ledakan besar selanjutnya
"Keluar kau Marc!!!! Atau aku akan meluluhlantakkan benteng kokoh mu ini!!!! " Tantang Yu.
Wajah penuh debu, rompi penuh cipratan darah menghiasi penampilan nya. Dengan Revolver di kedua tangannya.
"Dasar pembuat onar!! " hanya itu jawaban Marco.
"Hahaha.. akhirnya kau keluar.! Aku rasa kau takut karena pasukan mu kalah daripada pasukan milikku.. "
"Jangan berbangga hati kau Yu.. Kau harus bersyukur karena aku tidak menyerang markas mu lebih dulu. Aku pikir kau akan diam, tapi kau malah melunjak.. " Ketus Marco.
"Hheaahhhh!!! Jangan banyak omong!! Lawan aku sekarang!! " tantang Yu.
Yu langsung melepas timah panas dari kedua revolver di genggaman nya. Marco menghindar kesamping. Tubuh nya terguling dan segera bangkit lagu untuk membalas Yu.
Duar!!! Duuarr...
Beruntung Marco menghindar ke daerah jatuh nya pesawat lawan. Masih dengan body pesawat yang terbakar, Marco mencoba membidik Yu dari balik sana.
Yu terus melepaskan peluru nya, dan beberapa kali menghindar kesana kemari Bahkan tak jarang kulit nya terluka akibat terserempet peluru.
"Cckkk... siyalan!!! " Marco kembali mengumpat Lagi dan lagi kulitnya di serempet peluru.
Cleekk... clekkk...
"Ahhh!!! ****!!! " Yu melemparkan kedua revolver nya ketika kehabisan amunisi.
__ADS_1
Marco pun sama, dia melempar begitu saja senjata nya, dan keluar dari balik body pesawat.
"Tangan kosong, hemmm" seringai Marco.
"Hahah.. As you wish... " Yu meladeni Marco.
Adu jotos tangan kosong pun terjadi. Marco memberikan pukulan ke arah ulu hati dan bagian perut Yu. Yu membalas dengan tendangan di dada Marco.
"huuukkk... " Marco menyeka sudut bibir nya sambil mengusap pelan dada nya.
"Hhaaahhh!!!!!! " Yu memberikan serangan bertubi-tubi.
Marco yang masih sesak di dada nya, beberapa kali mendapatkan pukulan dan tendangan dari Yu.
"Master!!!! " D berlari mendekati Marco. Dia hendak menolong nya.
"Menjauh D!!! ini urusan ku dengan nya.. " perintah Marco.
D dengan patuh menjauh, dia sebenarnya cemas. Tapi dia tau siapa bos nya itu. D memilih melawan yang lain.
"Aku kira kau takut Marc. " desis Yu di sela sela bertarung mereka.
"Hahahah.. aku tidak perlu kesempatan, karena itu tidak berguna! " balas Yu.
Mereka saling melayangkan tinju dan tendangan.
Hingga terdengar suara ledakan yang amat keras
**DDDDUUUAAARRRR!!!!!
BBBOOMM**.... !!!
Dan di susul jeritan kesakitan banyak orang.
"AAARRGGHHH.... "
Apa yang terjadi?. batin Marco.
"Siyalan!!! Siapa yang bernyali meledakkan dinamit milikku!!! " Yu mendorong tubuh Marco dengan keras hingga Marco terpental.
__ADS_1
Yu segera berlari menuju ke sumber ledakan. Dan terlihat D tersenyum sinis ke arah nya.
"Dasar!! Tidak bos nya tidak anak buah nya.. Sama saja. Minta di bu*nuh!! " umpat Yu.
"Mati saja kau Bang*sat!! " Yu mengambil sebuah pistol yang berada di tangan anak buah nya yang sudah tewas.
Dor.. duor.. duor...
D mengelak dan menjadikan mayat seseorang di dekat nya sebagai tameng. Alhasil tubuh mayat tersebut berlubang lubang.
Klek... klekk...
Yu mencoba menembakkan peluru lagi. Namun peluru di pistol tersebut sudah habis.
"Hahahaha.... Kenapa?? peluru nya habis ya?.. " ejek D
"Siyalan kauu!!! " Yu mengambil pisau dari sabuk nya.
D bersiap dengan ancang-ancang nya. Dan begitu pisau menghayau D menghindar. Tidak mau kalah D jadi ga mengeluarkan pisau dari sabuk nya.
Marco dari kejauhan melihat mereka bertarung. Dia segera menyiapkan senapan laras panjang dan menargetkan Yu. Jarak Marco dan Yu tidak begitu jauh, sekitar 100 meter..
"D menghindar lah begitu ku beri aba-aba. " Marco menghubungi D lewat alat kecil di telinga nya.
"Baik " jawab D tanpa lengan sedikit pun.
D merubah posisi bertarung mereka dengan pelan dan tanpa di sadai oleh Yu. Hingga pada sisi tubuh Yu membelakangi arah tembak Marco Dan D di depan nya.
"Sekarang D!! " ujar Marco. .
Gerakan spontan D membuat Yu mematung sesaat, namun sebelum ia sadar, Yu merasakan panas luar biasa dari punggung nya.
"Uhukk... A-ap-pa inih... hhhaahh... " Yu mengeluarkan darah dari mulut nya.
"Ternyata kalian.. uhukk... ssss.... " Yu tergelatak di tanah dengan posisi telungkup.
D memeriksa denyut di leher Yu dan di pergelangan tangan nya. Dan bisa dia pastikan, bahwa Yu sudah tewas. D menoleh ketika Marco mendekati nya.
"Dia tewas Bos. " Lapor nya.
__ADS_1
"Biar kan saja. Aku sudah memberikannya kebebasan, tapi dia tidak memanfaatkan itu dengan baik. " jawab Marco.