
NY🗽
07.15 pagi
CHEKCHIIINNNGGG......
"Ini kembalian nya. Silahkan datang lagi ya.. " Ucapan ramah dari seorang kasir di balas senyuman ramah Lusy.
Lusy menenteng banyak sekali barang belanjaan untuk membuat kue. Pasal nya jam 6 pagi tadi, Bibi Rosie mengabarkan bahwa kue buatan Lusy mendadak di cari orang orang. Entah bagaimana caranya Bibi Rosie dan teman-temannya bersuara terompet nya menyebarkan rasa lewat kue Lusy hingga pagi ini ramai orang menanyakan pasal kue buatan Lusy.
"Huhhfff.... Semangat Lusy. Sudah ku bilang kalau aku itu selalu beruntung karena keberuntungan adalah nama ku. " Gumam Lusy.
Lusy duduk di salah satu kursi yang memang di sediakan untuk para pejalan kaki. Dia mengambil segelas kopi hangat yang ia beli di supermarket tadi.
"Uaahhh.... Hangat sekali. Seperti semalam hujan sangat lebat." Gumam nya lagi.
Ia melihat sebuah taksi. Dan langsung melambaikan tangan nya. Taksi itu menepi. Lusy segera memasuki taksi sebelum di masuki oleh orang lain.
Ya Lusy sering mengalami hal itu. Dia yang sudah menunggu taksi lumayan lama, tapi begitu taksi berhenti, ada saja orang yang membuka pintu taksi lebih cepat dari nya. Dan meninggalkan nya tanpa rasa bersalah.
Tapi bagi Lusy itu hal biasa, di kota besar pasti ada beragam orang dengan sifat dan watak yang berbeda.
"Hei tuan sopir, kita bertemu lagi.. hahah" Sapa Lusy.
Sopir taksi itu melihat dari kaca spion.
"Hai. Kita bertemu lagi. " Balas sopir itu yang tak lain adalah Marco.
"Ayo jalan..." Ujar Lusy.
Taksi pun melaju.
"Kau ingin berhenti di mana??" Tanya Marco.
"Hei tuan sopir aku punya nama, bukan kau. Nama ku Lusyana. Teman-teman ku biasa memanggilku Lusy. " Ucap Lusy sambil mencari barang dalam kantung belanjaan nya.
"Ini untuk mu. Cuaca nya sangat dingin. Aku harap kau suka kopi di pagi hari. " Lusy menyodorkan segelas kopi kemasan yang masih terasa hangat.
"Thanks... Lusy. " Marco menerima kopi itu.
"Sama sama tuan sopir.. " Balas Lusy.
"Marco.. "
"Apa??.. " Nama ku Marco. Bukan tuan sopir. " Jawab Marco.
"Ohoh.... Hai Marco, senang berkenalan dengan mu. Oh iya tujuan ku jalan Mountain blue... "
Marco mengangguk. Dia melajukan taksi nya menuju jalan Mountain blue. Suatu hening sejenak. Lusy tidak suka keheningan.
__ADS_1
"Bisa kau menghidupkan Radio mu?? Suasana ini membuat ku tidak nyaman. " Pinta Lusy.
"Baik lah. " Marco menghidupkan Radio di taksi nya.
Dan mencari siaran yang bagus. Tiba-tiba tangan Lusy menepuk tangan Marco.
"Biar aku saja.. " Ujar luar.
Lusy menyetel ke saluran berita yang biasa ia dengarkan.
"Sebuah penemuan yang mengejutkan. Tadi pagi seorang penebang kayu melaporkan kepada polisi. Dia menemukan sebuah bangunan yang hangus terbakar dengan banyak mayat berserakan di tanah dan sekitar bangunan itu. Polisi langsung mendatangi TKP. Dan mereka menduga bahwa bangunan itu di ledakkan tadi malam. Satu hal yang aneh, polisi tidak menemukan barang bukti ap—"
KLIIIKKK..
Lusy langsung mematikan Radio itu. Dan membuat Marco melihat ke arah nya.
"Hehehe nenek ku bilang tidak baik jika mendengar berita buruk di pagi hari. " jawab lusy.
Marco kembali fokus menyetir. Sebuah senyuman tipis melengkung di wajah nya.
...15 menit kemudian.... ...
"Nah Lusy, dimana rumah mu??" tanya Marco saat mereka sudah memasuki jalan Mountain blue.
"Itu disana. Rumah dengan cat Berwarna merah bata. Di depan nya ada sebuah patung kucing kecil. " Tunjuk Lusy.
Marco mengangguk. Tiba-tiba dia menoleh dan wajah Lusy telat di depan mata nya.
...Dugg... Dug... duugg.... ...
Astaga gadis ini!!!!.
Marco berdehem.
"Ekheeemm... Bisa kau kembali duduk. Utamakan keselamatan. " Ucap Marco
"Oh.. hahaha sorry!. Aku lupa.hehehe" Lusy kembali duduk dengan normal.
"Hei Marco. Di mana rumah mu?"
Sebuah pertanyaan yang mengejutkan Marco.
"Di area dekat taman. " Jawab Marco asal.
"Oh... Boleh aku berkunjung?" tanya Lusy lagi.
"Untuk apa?. Kau kan bisa ke rumah teman mu yang lain." balas Marco.
"Hemhhh.... Teman ku tidak banyak. Hanya 4 orang. " Jawab Lusy.
__ADS_1
"Itu sudah banyak. "
"Tambah kau kan jadi 5 orang. "
"Aku tidak berminat jadi teman mu. "
"Hei apa kau tidak mau turun?? " tanya Marco menghadap ke Lusy.
"Memang nya kita sudah di depan rumah ku?" tanya Lusy yang masih belum sadar jika mereka sudah berhenti dari tadi.
"Ya. 5 menit yang lalu... " Jawab Marco seadanya.
"Whattt!!!!? . Astaga!!! " Lusy membelalak dan melihat keluar.
"Astaga.. kenapa kau tidak bilang dari tadi!??!!... " gerutu Lusy.
"Karena kau terus mengoceh, bagaimana aku mengatakan nya??" Marco mengernyit.
"Iissshhh jangan banyak bicara. Tolong bawakan barang barang ku. " Pinta Lusy.
"Haissss... " Marco menggeleng pelan.
Marco membawakan belanjaan Lusy hingga ke dalam rumah. Dan langsung menuju ke dapur.
"Hei... sopir taksi!! " ujar nenek.
"Hai nenek. Apa kabar ?" sapa Marco.
"I'm fine. Apa kau datang bertamu ke sini??" tanya nenek dengan gembira.
"Tidak nek. Aku menyuruh nya untuk membawa kan belanjaan ku ini. " Potong Lusy.
"Ini yang tip nya. Terima kasih sudah membantu, sekarang kau bisa pergi. " Lusy memberikan uang tip lebih pada Marco.
Marco mengambil nya dan segera mengocek nya.
"Senang membantu mu. Sampai jumpa. " balas Marco ramah, namun tidak tersenyum.
"Sampai jumpa lagi Nenek. " Pamit Marco.
"Ya sampai jumpa. Datang lah kemari untuk bertamu. Oh iya bisa nenek meminta nomor mu??" Kata nenek sebelum Marco benar benar pergi.
"Ya tentu saja... Jika nenek memerlukan jasa ku. Ini nomor telpon ku. " Marco menyerahkan kartu nama nya.
"Hem.. Hanya Marco kah nama mu??"
"Ya nek. Kalau begitu aku pamit. Bye. "
Setelah kepergian Marco, Lusy langsung mengganti pakaian nya dengan yang lebih santai dan mulai membuat kue. Nenek memperhatikan lusy yang bekerja keras setelah ia di pecat dari pekerjaan nya.
__ADS_1