Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 24.


__ADS_3

"Aahahahhaa... Bagaimana kau suka hadiah ku?? Tapi kau tidak berteriak gembira?" Akting yang luar biasa, Master Yu langsung berubah 180° menjadi sedih.


"Apa hadiah ku terlalu sedikit?Baiklah akan ku tambah lagi" ujar Master Yu senang.


Lusy sampai menangis karena tidak sanggup menahan sakit di area pipi dan tangan nya. Keringat yang mengenai luka nya membuat rasa sakit nya semakin tidak tertahan kan.


Siapa pun tolong aku!!! Ya Tuhan sakit sekali!!! Nenek apa aku masih bisa melihat mu!!? Marco!! Kau dimana ?? tolong aku. Aku kesakitan.


"Cup cup cup... Jangan menangis Nona. Jika kau menangis makan tidak akan seru lagi.


Master Yu akan menyela air mata Lusy. Namun Lusy dengan cepat mengalihkan wajah nya.


" Kau jahat, aku hanya ingin menghapus air mata mu. "


Lusy sekuat tenaga mendorong kain yang menyumbat mulut nya dengan lidah. Bahkan lidah nya terasa kebas.


Plleeggg....


Kain itu berhasil Lusy lepaskan.


"Astaga, kau hebat sekali. Ternyata wanita nya M sangat hebat. Hehehe.. " Kekeh Master Yu.


"K-kau!! Kau iblis jahan*am!! Kau akan mati.. Kau akan masuk neraka!! Lepaskan akuuu!!! " Teriak Lusy.


"Ssussstt... Diam lah cantik. Apa kau mau aku merobek mulut mu itu heahh!!! KATAKAN!! Dimana M berada??!! " Master Yu mencengkram erat bahu Lusy.


"Hhhiisstt.... Aku tidak tauu siapa M yang kau maksud Sial!! Kau salah orang. Aku tidak tau. Bahkan aku tidak perduli siapa yang kau cari Dasar Breng_sekk!!!! " jawab Lusy.


PHHAAHKK!!!


"Aahkkk!!! "


"Ternyata kau terlalu berani. Lebih baik mati saja kauu!!! " Master Yu geram.


GEEBBBRAAAKKAKKK......


"Lusy!!! " seseorang mendobrak pintu.


"M-marco... " lirih Lusy.


Ya dia adalah Marco. Masih menggunakan pakai yang sama ketika mengantarkan Lona ke rumah nenek.


"Hahahahaha... Akhirnya kau muncul juga ya?.. Tidak sia sia aku menyandera wanita mu... Hahaha" Master Yu menyelipkan belati yang masih berlumuran darah ke pinggang nya.


"Yu..!!! apa apaan kau ini!!? Dia tidak ada hubungannya dengan masalah kita!!! Jangan menjadi pengecut!! " Sentak Marco.


''Marco!! tolong aku Marc... " Marco menatap Lusy.


Percikan darah dari pipinya membuat sebagian wajah nya merah. Dan beberapa sayatan di area tangan, yang sayang nya sayatan itu tidak kecil. Lusy bisa kehabisan darah jika tidak segera ditangani.


"Kenapa?? Sedih melihat nya?" ejek Master Yu.


"Bajing_an Kau Yu... tidak akan ku maaf kan!! " Marco menyerang.


Master Yu dengan senang hati meladeni. Baju hantam terjadi, kedua pria itu saling bergelut.


Master Yu melayangkan tendangan dari kaki panjang nya. Dan berhasil mengenai sisi wajah Marco. Marco pun tersungkur ke lantai di sebelah Lusy.


"Tidak!! Marco..! " Jerit Lusy.


"hahhaa Nona jangan takut. Dia akan segera mati.. " Tawa Master Yu dengan sombongnya.

__ADS_1


"Hahhh!!!! sombong sekali kau. Tapi tidak masalah. Karena ada peribahasa yang mengatakan. 'Bersombong sombong lah dahulu. Dan mati kemudian!!! ' Dan kau akan segera mati!! " Gertak nya.


Sssreekkk....


Marco berhasil memotong tali ikatan tangan Lusy. Dan dia kembali bangkit melawan Master Yu.


"Hhhaaarrhgghhh!!!! " mereka berdua kembali bertarung.


Huuukkkhh...


Marco berhasil mendapatkan tinju di ulu hati Master Yu. Master Yu sempat termundur. Tidak menyia-nyiakan kesempatan.


"Aakkhhhkk!!! uhukhh... Aahh.... " Master Yu mengeluarkan darah dari mulut nya.


''Marco.. " Lusy mendekati Marco sambil mendesis.


"Kita ke rumah sakit sekarang. Ayo!! " Marco menuntun Lusy.


Membiarkan Master Yu yang pingsan.


Lusy terkejut bukan main, ketika melihat keadaan diluar.


Puluhan orang terbaring berserakan di lantai. Bahkan tak sedikit yang bersimbah darah. Lusy yakin mereka sudah mati.


"Jangan dilihat. Lihat aku saja. "


Dengan sekali angkat, Lusy berhasil berada di gendongan Marco. Marco menyembunyikan wajah Lusy di dada nya. Dan berjalan melewati mayat-mayat di lantai.


"Beres kan tempat ini Ratakan dengan tanah!! " Perintah Marco pada sekumpulan pria berbaju hitam.


"Laksanakan Mr.!!! " jawab mereka.


"Kita ke rumah sakit D. Sekarang! " Marco memasuki mobil dengan Lusy masih di gendongan nya.


Melihat ke bawah, mata Lusy terpejam. Entah pingsan atau tidur.


"Cepat Sedikit D!! Atau Lusy-ku akan kehabisan darah.!!! " seru Marco.


"B-baik Mr. " D menambah laju mobil nya.


...****************...


NY...


01.40


Dini hari.


RS.


Lusy membuka mata nya sambil menyesuaikan terang nya lampu. Kening nya berkerut ketika melihat pemandangan sekitar berwarna putih...


''A-apa aku sudah mati??'' tanya nya


"Nenekkk!!! huhuuu... aku sudah mati Nek.... Bagaimana ini nek. Aku masih berhutang Seporsi makanan kucing padaTerry, sebungkus biskuit anji*ng pada Pollo dan aku lupa mengatakan pada Sam, kalau dia harus menjaga jarak pada putri pemilik Supermarket karena dia suka mengintip pria saat Pipis!!! Huaaaa...!! "


Lusy mengingat kembali hutang piutang nya di dunia.


"Ya Tuhan!! Lusy!! Apa ada yang sakit!!.. Kenapa kau histeris..!! " Marco kalang kabut mendapati Lusy menjerit.


"Hua... bahkan Marco pun sudah mati... nenek... kenapa dia ikut mati bersama ku!! " Semakin histeris saja dia.

__ADS_1


"Astaga Naga Lusy!!! Kau masih hidup!! Kau belum mati.. " Marco Terduduk lemas di kursi samping brangkar.


"Masih hidup??... Kau bohong!! " Kilah Lusy.


"Iya!! Ini, apakah orang mati bisa merasakan ketika tangan nya di genggam??" Tanya Marco... Dia menggenggam tangan kanan Lusy.


"Dan apa orang mati bisa merasakan ini?? " Marco mendekat kan tangan Lusy ke dada nya.


Dapat Lusy rasakan degupan jantung Marco.


"Tapi... itu tidak mungkin.!! Kau pasti ikut mati, karena kalah melawan Master Yu Gila itu!!! " Lusy masih menyangkal nya. Dan ngotot bahwa dia dan Marco sudah mati.


Astaga!! aku rasa perempuan ini memang mauu mati beneran. Gerutu Marco.


"Kalau begitu. Apa orang mati bisa begini??"


Marco mengecup singkat bibir pucat Lusy.


"Astaga!! " lirih Lusy dengan mata membulat.


"Masih kurang?Masih ingin bilang kau sudah mati??Oke.. "


Cap cip cup...


Marco mencium bibir Lusy. Dan Marco bisa melihat jika Lusy kaget hingga mata nya terbelalak semakin lebar. Dan dia mengakhiri ciuman solo itu. Solo lah,, kan Marco yang cium. Lusy mah jadi patung saking kaget nya.


Dug... dug... dugg....


Jantung Lusy berdetak cepat. Wajah nya memanas. Dan malu menjalar.


"Kau masih ingin bilang jika kau sudah mati, hemm??" Hembusan nafas Marco tercium di indra penciuman Lusy.


"Ti-tidak... " jawab Lusy.


Muachh...


Kecupan lembut dan singkat Marco daratkan di kening Lusy.


" Aku ke toilet sebentar. Dan jangan menjerit lagi ya?.. " Goda Marco.


"Ak-aku di cium??? Ya Tuhan rasa nya aku ingin mati benaran saja. Memalukan sekali kau Lusy!!!! Pasti wajah ku merah, dan Marco pasti melihat nya... Aaahh... nenek... Aku malu.. " Lusy menutup wajah nya..


"Awwsstt... sakit sekali... " Lusy meringis karena luka yang masih basah di pipi nya.


"Hahhh Lega sekali.. Oh iya, apa kau haus Lusy??" Marco keluar dari toilet yang masih satu ruangan dengan ruang rawat Lusy.


"I-iya.. Aku mau minum.. " Jawab Lusy.


Wajar lah haus... Nggak minum dan harus berdebat berteriak dengan psikopat gila yang mata nya sipit membuat tenggorokan Lusy kering kerontang.


"Aahh... Lega sekali... Terima kasih... " Akhirnya tenggorokan Lusy basah oleh air.


"Aku lapar... " Ujar Lusy.


"Kau lapar ya?.. Ya aku juga. Aku tidak sempat mencari makanan. Aku hanya membeli beberapa bungkus roti selai dari minimarket terdekat. " Marco menyodorkan sebungkus roti berselai.


"Tak apa... aku pemakan segala. Terima kasih, aku lapar sekali. "


Tanpa ba bi bu be bo lagi, Lusy menyantap roti itu seperti orang kerasukan. Bahkan dengan 3 Kali gigitan, roti selai sepanjang 10 cm habis dalam sekejap.


Otorr bi laik.. : Laper apa Kelaperan Lusy... 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2