
"Baiklah, Aku berjanji. " jawab Lusy enteng.
"Hei!!! Mana ada orang berjanji seperti itu.!! " sungut Marco.
"Aduhh... "
"Berjanjilah.Kau tidak akan pergi, tidak menjauhi, tidak membenci ku dan meninggalkanku ketika tau kebenarannya tentang ku." Pinta Marco.
"Aku berjanji. Tidak akan pernah pergi, tidak akan menjauhi dan tidak membenci apa lagi meninggalkan Marco setelah aku tau kebenarannya tentangnya. " sahut Lusy lantang.
"Terima kasih. " Jawab Marco.
"Sama-sama. Sekarang ceritakan padaku, bagaimana kau bisa mendapatkan luka luka mengerikan ini.! " Lusy meraih rahang tegas Marco agar wajah mereka saling berhadapan.
"Hhuuff..... Aku minta maaf dengan kejadian aneh dan mengerikan yang kau dan nenek alami belakangan ini. Aku yakin, sebelum kita bertemu hidup mu baik baik saja. Tidak ada teror tubuh manusia, ataupun penguntit yang sering mengikuti mu. "
".... " Lusy masih menyimak.
"Itu semua adalah ulah musuh lama ku, dia adalah ketua geng jahat yang bersembunyi di balik hukum. Tidak pernah tindakan nya tersentuh hukum, setiap hal yang dia lakukan selalu berdampak negatif. " lanjut Marco.
__ADS_1
"Geng?? Geng apa yang kau maksud!?" tanya Lusy.
"Kau ingat, orang yang menculik mu waktu itu. ??"
"Ya.. "
"Nama nya adalah Yu, dia ketua geng Viper. Geng Viper sebelum berasal dari Asia, tapi dia bekerja sama dengan mafia yang ada di NY. Dan membuat komplotan yang baru di sini. Aku adalah musuh abadi nya sejak dia mendirikan geng Viper. " jelas Marco.
"Kenapa kau bisa bermusuhan dengan gengster Marco!!! astaga!! " "Lusy menggeleng.
" Karena aku Mafia! " jawab Marco.
"Aku menjadi Mafia sejak remaja. Aku bergabung karena keinginan ku sendiri. Hingga aku bisa membentuk Kelompok ku sendiri. Semua bekas luka ya b ada di tubuhku adalah bukti nyata. Meregang nyawa adalah makanan ku. "
"A-apa Lona t-ttauuu... kau seorang Mafia. ??" tanya Lusy.
Marco menggeleng "Tidak. Aku tidak mau membuat nya khawatir. Karena status ku sekarang, banyak musuh yang mengincar kematian ku dan akan melakukan apapun untuk mengalahkan ku. Karena itu aku merahasiakan siapa diriku yang sebenarnya pada Lona. Dan pada semua anak buah ku. Yang mereka tau, aku hanya bos yang selalu mengenakan topeng di wajah dan topi Fedora ketika bertemu mereka. " jelas Marco.
Lusy tercengang lama. Bahkan IQ nya yang lumayan tinggi tiba-tiba menjadi anjlok dan harus berpikir sedikit lama untuk mencerna semua penjelasan Marco barusan.
__ADS_1
"Jadi.. Kenapa??? Kenapa kau menceritakan semua nya kepada ku? " tanya Lusy.
"Tunggu sebentar. Apa rasa terkejut mu hanya sekedar tercengang saja ??!! Apakah kau tidak bisa memberikan reaksi yang lebih mengejutkan lagi?? " Tanya Marco.
"Kau ingin aku bereaksi bagaimana hah! " sungut Lusy.
"Tidak... "
"Aku sengaja menceritakan ini pada mu karena kau sudah di tandai oleh musuh besar ku. Musuh ku sudah tau kalau kau memiliki hubungan dengan ku. Dan—"
"Memang nya kita punya hubungan apa?!! Apa musuh mu itu buta. Kita hanya orang asing yang kemudian bertemu dan menjadi keluarga.?? " Potong Lusy.
Orang asing ya ??? . Hati Marco bagaikan tercabik.
Marco memperbaiki air muka nya.
"Maksud ku hubungan karena musuhku pernah melihat kita bersama. Entah kapan waktu nya, musuhku tau aku mengenalmu. Dan dia akan mengincar mu untuk mengancam aku. " jelas Marco.
"
__ADS_1