Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 45


__ADS_3

"D bagaimana ini!! atap nya berlubang!!??? "


"Kita sampai! "


"Cepat lah D... " desak Lusy.


Sebuah pintu bawah tanah terbuka. Dari luar terlihat seperti lantai semen biasa. Namun itu hanya kamuflase semata agar tidak ada orang yang menyelidiki bangunan tersebut.


Skkiitt....


Suara decitan karena ban karet mobil bersentuhan dengan lantai berbahan tembaga mix.


"Hahh... huuh... " D keluar dengan napas terengah-engah.


Aku rasa, setelah ini harus memeriksa kan telinga ku. batin nya.


Rasa lelah muncul bukan karena menghadapi para penjahat yang mengikuti mereka. Namun karena jeritan dan teriakan melengking 7 oktaf dari dua penumpang nya. Sedikit lelah mungkin, karena dia menyetir sambil melakukan peretasan tanpa di ketahui oleh Lusy dan Lona.


Mini komputer yang bisa di pasang di pergelangan tangan. Seperti di dalam film The Expendables 3.Dapat meretas sistem apa saja asalkan saling terhubung. D meretas satelit untuk mengetahui apakah ada mobil yang mengikuti mereka.


Sistem peretasan itu terhubung langsung dengan navigator yang terletak di villa milik Marco yang sedang mereka tuju. Di sana ada sistem otomatis. Rudal akan ditembakkan menuju titik koordinat yang sudah di tentukan. Rudal dapat mengunci dan mengikuti sasaran nya. Jadi kemungkinan untuk tidak tertembak adalah 0,01%.

__ADS_1


Kembali ke cerita.


"Kalian bawa adik bos ke kamar bos. " titah D.


"Baik bos. " jawab anak buah nya.


"Kau juga Lusy. Ikuti saja mereka. Istirahat lah malam ini. " ucap D sebelum meninggalkan mereka.


"Thanks." ucap Lusy lirih.


######


"Tetap awasi mereka. Jangan lengah apalagi sampai lepas. Karena nyawa mu akan menjadi taruhannya. " Ucap Marco di sebrang sana.


Marco melakukan pengintaian lokasi Big Boss. Banyak pria berseragam lengkap. Rompi anti peluru, topeng wajah putih polos layak nya pembunuh bayaran, dan senjata panjang di sekujur tubuh. Kalungan peluru panjang di sampirkan dari bahu hingga pinggang. Gantungan granat tangan di pinggang semakin membuat tampilan mereka menyeramkan.


Marco yang bersiaga di atas rimbunnya pepohonan mengutak-atik minicomputer di pergelangan tangannya.


Titt


Sistem berhasil di retas dan hanya punya waktu 1 menit untuk menyusup. Bangunan yang tampilan luar nya seperti gedung yang sedang di bangun, ternyata menyimpan gemerlap penuh dosa maksiat. Sepi dan tak terurus.Seperti itu gambaran yang cocok untuk tampilan luar nya.

__ADS_1


Anak buah marco menyusup bagai semut. Gelap, hitam, cepat dan tak terlihat. Satu per satu dari mereka merubuhkan penjaga tanpa suara. Di seret ke suatu tempat, dan mereka menggantikan penjaga yang sudah di lumpuhkan.


"Alpha 1 konfirmasi! "


"Alpha 1 siap"


"Alpha 2 konfirmasi! "


"Alpha 2 siap. "


"Oke"


Marco memulihkan kembali sistem yang di retas nya sebelum diketahui. Turun dari pohon tempat nya bertengger dan mulai mengenakan penyamaran nya.


Kulit imitasi di bagian kepala, wajah hingga dagu. Tidak lupa bagian tangannya juga. Selanjutnya rambut palsu gondrong namun tipis, kemudian kumis tebal. Kemeja hijau tua di selimuti jas merah maroon. Tidak lupa dia memberi kesan buncit di perut nya.


Cincin berlian di delapan jari tangannya kecuali jempol menambah kesan glamour. Plus sepatu pantofel cokelat melekat di kaki nya.


Menurut otor penampilan Marco saat itu mirip bossman di film my stup*d boss. Perhiasan nya seperti pengacara kondang hotm**n paris.


Dengan langkah tegas nya ditambah kesan tua bangka yang kurang belaian. Marco masuk dengan mudah karena yang menjaga adalah anak buah nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2