Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 21


__ADS_3

NY.


00.15.


DI SUATU TEMPAT.


"Bagaimana bisa 3 hari yang lalu kalian seceroboh itu!? "


"Maaf Mr. M, kami tidak melihat ada mobil disana. " Jawab salah satu dari mereka.


"Lain kali kalian harus berhati-hati. Beruntung kali ini orang itu tidak melapor. Tapi dia pasti akan curiga. Kalian boleh pergi. " Kata Mr. M itu.


"Baik Mr. Maaf kan kelalaian kami" Dua orang tadi langsung beranjak dari hadapan bisa mereka. Bisa bisa mereka akan menjadi korban selanjutnya oleh bos mereka.


"Kau tau siapa yang melihat aksi kita semalam. ??" anggap saja yang bertanya nama nya Wen-duda


"Mana aku tau. Kita kan sama sama sibuk saking seru nya memutilasi tubuh tikus berdasi itu. Bahkan jika tangan mu ikut terpotong, mungkin aku tidak sadar. " jawab rekan sebelah nya, anggap saja Erix-xandal.


"Hisshh... bicara dengan mu sama saja membuat tekanan darah ku tinggi. " decak Wen-duda.


"Ya sudah! Siapa juga yang mau bicara dengan mu. " Jawab Erix-xandal dengan cuek.


"WTF!!! you " Sarkas Wen-duda.


...****************...


Kawasan taman cukup ramai. Banyak dari mereka yang membawa sepeda, tikar, tugas sekolah atau hanya berbaring tidur siang di rumput.


"Kak Lusy, bagaimana??" Panggil Lona dari dalam toko.


"Tadaaaa.....!! " Seru Lona.

__ADS_1


Lusy mengangguk. Kehebatan adik sang sopir taksi dalam hias menghias tidak di ragukan lagi. Tatanan pita dan beberapa balon yang meramaikan. Dan juga spanduk yang bertuliskan 'CONGRATULATIONS🎉🎉' membentang di salah satu sisi Dinding.


"Good job bestie. Tidak sia-sia aku memberimu makan saat kau menginap di rumah ku. " angguk Lusy dengan bangga.


"Hehehe" kekeh Lona dengan terpaksa.


"Apa sudah 100% ??" tanya Lusy.


"Emm.. sebentar kak. Akan ku periksa lagi catatan nya. " kata Lona.


"Em.. > Dekorasi : Cek, > Kue gratis sebanyak 1000 buah : Cek.. Dan terakhir.. ASTAGA!!!! kak Lusy, kita belum menyebar brosur nya. Bagaimana ini??!! " wajah Lona panik.


"Kalau begitu aku saja. Ini masih jam 2 sore. Masih ada waktu untuk ku menyebar kan brosur nya. " jawab Lusy.


"Baik lah kak. Aku akan ikut bersama mu. " angguk Lona.


"Tidak tidak!! Kau tidak perlu ikut. Kita berbagi tugas saja. Kau sebarkan brosur di area sekitar sini saja. Sementara aku akan ke tempat lain. " tutur Lusy.


"Sudah !! jangan melawan. Mana brosur nya. Kita tidak bisa membuang waktu.!! " tegas Lusy.


"B-baik kak. Ini brosur nya. Hati hati ya. " Lona memberikan sejumlah brosur.


"Baiklah. Caiyo!! " Seru Lusy dengan tangan terkepal.


"Semangat kak Lusy. Semoga beruntung mendapatkan banyak orang.!! " seru Lona ketika Lusy mulai menjauh.


"Keberuntungan adalah nama ku.!! " balas Lusy.


Mereka berdua mulai menyebarkan brosur. Tanpa mengenal lelah, meskipun ada beberapa diantara orang yang menerima brosur pasti akan membuang nya.


...****************...

__ADS_1


"Hai... Silakan diambil. Jika kalian berminat, kalian bisa datang ke alamat di selebaran ini. " Lusy mengatakan kalimat itu hampir pada semua orang yang ia lewati dan ia temui.


Lusy banyak menghampiri orang yang duduk berkelompok. Senyum ramah dan manis terus terpasang di wajah nya.


''Ya Tuhan.. Jika aku terus tersenyum seharian tanpa henti, aku rasa wajah ku akan mengeras. Bahkan sekarang gusi ku terasa kering. Lebih baik aku mencari minum. " Kata Lusy seorang diri.


Dia mencari tempat minum terdekat. Yang dia perlu hanya air minum, tidak perduli itu air apa, yang penting bukan racun dan bisa minum.


"Oh... syukur lah ada minimarket. " Lusy bersorak pelan dan hampir saja ia bersujud seperti menemukan oase di tengah gurun.


Lusy langsung membeli minuman dingin dari sana, setelah itu dia meminumnya tak jauh dari minimarket.


"Uaaahhh.... Akhirnya tenggorokan ku seperti berada di Kutub Utara setelah menyentuh air ini" Gumam Lusy.


Lusy menoleh ke sana kemari, ia merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan nya dari arah lain.


"Tidak mungkin kamu itu stalker. Memang nya aku seterkenal itu sampai-sampai ada orang yang memata-matai ku. ??" Ujar nya pelan.


"Hem... Hari semakin sore, Pasti Lona menunggu ku."


"Baik lah, aku akan pulang sekarang, tidak apa apa jika hanya menyebarkan sedikit brosur. Sosial media kan ada, apa guna nya teknologi zaman sekarang. "


Jika orang-orang memperhatikan Lusy, maka ia akan dianggap orang gila karena berbicara seorang diri di pinggir jalan. Cantik, tapi sayang sudah gila. Kira kira itu yang akan dipikirkan orang-orang jika melihat Lusy berbicara sendiri.


"Ehh... Baru saja ku bicarakan orang nya, dia sudah menelpon ku sekarang. "


Lusy mengangkat telpon Lona, tapi.....


"Hal—Aaarrrhhhhh!!!!!!!.... Lepas!! Tolong Ak—.... "


TuT.....

__ADS_1


__ADS_2