
"Oke nenek bisa turun sekarang. Mungkin nona Lusy bisa membantu turun. ?? "
"Tidak perlu. Nenek tidak terkena stroke sampai turun dari ranjang saja harus di bantu.! " Ujar nenek.
"Oke.. Nona Lusy bisa saya bicara dengan anda sebentar? Tapi nanti. " Tanya dokter itu.
"Bisa dokter. " Jawab Lusy singkat.
"Nenek bisa duduk di sini, ada beberapa poin yang harus saya beritahu "
Nenek pun duduk di kursi yang telah di sediakan untuk pasien.
"Begini ya nek. Nenek kekurangan cairan, dan juga bekerja terlalu banyak di usia yang tidak fit lagi. Saya harap cucu nenek bisa paham akan ini.. " Tutur dokter itu yang secara tidak langsung menyinggung Lusy.
Lusy hanya diam.
"Ditambah dengan umur yang mulai renta, pasti ada saja penyakit yang datang, terkecuali pada lansia yang menekuni giat hidup sehat. Hanya mengkonsumsi sayuran berserat dan mengurangi makanan berlemak, minyak, dan manis. " Tambah nya lagi.
"Jadi, saya menyarankan nenek kurangin saja makanan yang mengandung glukosa, lemak dan makanan junk food. Perbanyak minum air mineral dan sayuran hijau yang segar. Dan satu lagi. Rajin berjemur di pagi hari ya nek. Bisa mulai jam 7 sampai paling panas nya jam 9 atau 10.Itu saja yang saya sampaikan. " Akhirnya.
"Oh iya, apa saya tidak perlu obat dokter?? " Tanya nenek.
"Resep obatnya akan saya berikan pada nona Lusy, nek. " Jawab dokter itu dan mulai mengambil selembar kertas memo kecil lalu menuliskan beberapa nama obat.
"Nenek, Marco bilang dia masih menunggu kita, jadi nenek istirahat di mobil saja. Aku akan mengurus sisa nya. "Pinta Lusy.
" Tidak apa. Nenek akan menunggu di bangku depan sana. Kita akan berjalan bersama. " Tolak nenek.
"Baiklah nek. "
Nenek pun keluar dari ruangan dokter itu. Dia tahu ada sesuatu penting yang akan di katakan oleh dokter itu. Maka nya dia tidak memberitahu dirinya melainkan Lusy.
"Nona Lusy silahkan duduk. " Suruh dokter.
Setelah Lusy duduk dokter berkata... "Menurut hasil catatan awal saya, nenek menderita penyakit Nefritis. "
__ADS_1
"...... " Lusy sendiri masih terpaku dengan wajahnya yang tidak percaya.
Lusy terkejut! Ternyata penyakit sang nenek lumayan serius.
Sekilas berita....
Nefritis atau peradangan ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang ditandai adanya albumin dalam urine (Albuminuria). Apabila urine penderita diperiksa secara mikroskopis akan tampak sel-sel darah merah, sel darah putih serta granular. (Sumber; by buku biologi punya otor sendiri gess... Wkwkw)
Oke back to story.
Kemudian dokter melanjutkan " Tapi ini masih tebakan saya saja. Lusa anda harus membawa nenek Anna untuk di periksa. Untuk mengecek apakah dalam urine nya terdapat albumin. "
"Baik dokter. Lusa saya akan bawa nenek saya. Apakah saya bisa meminta kontak dokter, agar sewaktu-waktu jika nenek tidak bisa datang, saya bisa mengabari dokter. " Kata Lusy.
Dokter membuka kaci meja nya dan mengambil kartu namanya. Lalu menyodorkan itu pada Lusy.
Tertera nama dokter itu, Yorgi Parkous.
"Terima kasih dokter, Yorgi. Sampai jumpa lusa. "
"Terima kasih dokter. Permisi. " Lusy beranjak dan segera menyusul nenek di luar.
"Jadi bagaimana? " Tanya nenek.
Lusy terdiam, dia bingung ingin menjelaskan nya bagaimana. Dan dia memilih untuk berbohong.
"Dokter nya bilang, nenek kelelahan karena beraktivitas berlebihan. Dan nenek malas berjemur, ckckc sudah tua saja takut matahari. " Bohong Lusy.
"Nenek bukan takut matahari, hanya malas keluar rumah saja. " Jawab nenek.
"Ayo nek. Kita pulang. Aku kasihan pada Lona yang menunggu oleh oleh hahaha" Kata nya.
"Nanti kita belikan saja dia mixer baru. Nenek baru ingat, setelah kalian membuat lue terakhir kali, mixer nya panas dan berasap, jadi tidak usah di gunakan lagi. " Ujar nenek.
"Oke... Kita belanja.!!! " Seru Lusy.
__ADS_1
Marco masih setia menunggu. Dia berbaring santai di kursi bagian belakang yang lebih luas.
"Ayo Marco. Kita pulang. " Seru nenek.
"Hah!! Baiklah nek. Apa nenek tidak ingin membeli apa apa lagi?? Biar sekalian kita beli nya. " Marco segera bangun dan membuka pintu mobil nya.
"Wah... Kebetulan sekali. Ayo kita ke toko elektronik dulu. Aku dan nenek ingin membelikan sesuatu untuk Lona. " Sahut Lusy dari belakang nenek.
Marco mengerutkan dahi nya.
"Untuk apa?? Kalian tidak perlu repot repot membelikan nya barang. Dan aku bisa menebak, barang yang akan kalian beli itu pasti mahal. Karena kalian akan membeli barang elektronik. " Larang Marco.
"Lagi pula, kami berdua hanya orang datang yang kalian sambut dan kalian anggap sebagai keluarga, jadi kami berdua seharusnya tau diri. " Ujar nya lagi, namun kali ini dengan suara pelan.
Nenek mendekati Marco.
"Dasar anak bujang satu ini. Maka nya segera nyatakan perasaan mu pada cucu ku itu, agar hubungan kita bukan lagi keluar angkat, tapi kau akan menjadi cucu menantu ku... " Bisik nenek menyemangati.
Mata Lusy memincing, mengetahui bahwa nenek nya sedang membisikkan sesuatu pada Marco.
"Nek! Aku harap nenek tidak mengatakan hal yang tidak tidak. " Sambar nya.
"Ahh... Tidak. Nenek hanya membisikkan kata semangat, dan mengatakan dia tidak perlu sungkan pada kita, benar kan Marc? " Bohong nenek.
"Haha.. Iya nek." Jawab Marco.
"Oke.. Ayo kota pergi sekarang. " Lusy menuntun nenek masuk ke mobil di ikuti dirinya.
Di susul Marco yang duduk di kursi sopir.
"Baiklah pak sopir, kita ke toko elektronik!! " Seru nenek.
"Toko elektronik. Check!! "
Dan mobil melaju ke toko elektronik.
__ADS_1