
BUKAN SUPIR TAKSI BIASA
Lona berlari keluar tanpa tentu arah. Orang – orang yang melihat nya pasti mengira gadis itu sedang berduka. Lona memilih duduk di taman rumah sakit itu, tidak perduli dengan ramainya pengunjung rumah sakit yang memperhatikannya. Menangis hingga sesegukan membuatnya sulit bernapas. Dia duduk cukup lama disana dengan mata yang menorot kosong pada kedua kakinya.
__ADS_1
Masalalu yang cukup menyakitkan baginya. Melihat ibunya tewas ditangan laki-laki yang ia anggap perampok yang mencuti di rumah mereka. Bahkan dia sempat menjadi sasaran timah panas, namun sang kakak membawanya pergi. Saat itu dia sendiri berumur 6 tahun sedangkan Marco memasuki usia 10 tahun. Ayah mereka yang datang besok paginya bersikap acuh dengan kematian ibu mereka. Dan berakhir dengan mereka yang tinggal di panti asuhan selama beberapa tahun. Hidup mereka tidak sebaik dengan anak-anak lain. Justru sangat buruk, dia pernah di paksa untuk mencari uang dengan mengemis, bahkan lebih buruk lagi Ketika sang kakak pergi keluar panti untuk bekerja dia di paksa untuk menuntaskan nafsu salah satu penjaga panti yang memiliki kelainan seksual.
Saat itu dia mengira paman baik yang selalu ramah padanya akan memberikan makanan, tapi justru membawanya ke rumah nya yang tidak jauh dari panti. Lona di sekap dan lucuti dengan kasar. Beruntung dia tidak sepolos itu. Kakak nya selalu berpesan bahwa laki-laki dewasa itu tidak baik. Lona melalukan perlawanan,namun anak kecil usia 7 tahun hanya bisa apa Ketika melawan laki-laki dewasa???. Lona dibaringkan paksa dan akat diikat, namun semangatnya untuk selamat sangat besar. Dia menggigit telinga laki-laki biadap itu hingga berdarah. Dan menggunakan tali untuk mencekik leher laki-laki tersebut hingga tewas kehabisan napas.
__ADS_1
Laki-laki itu mati dengan mata terbelalak dan leher membiru akibat ikatan tali, ditambah telinganya yang berdarah. Lona melarikan diri ke panti dan bersembunyi dikamar mereka hingga sang kakak pulang. Sore harinya begitu Marco pulang,dia mendapati adiknya tidur dengan mata sembab. Begitu Lona terbangun,dia menceritakan semua nya tanpa tertinggal. Marco memanas, dia mendatangi rumah penjaga panti yang sudah tak bernyawa itu. Sambil membawa pisau yang ia curi dari dapur panti. Menusuk-nusuk tubuh pria bejat yang ingin melecehkan adiknya di depan Lona.
Luntang-lantung di jalanan, hanya berdua saja. Mereka berniat untuk tidur dijalan malam itu mengurungkan niat begitu melihat banyak orang jahat disekitar mereka. Perjalanan mereka malam itu menjadi kenangan tak terlupakan hingga saat ini. Pada akhirnya mereka bertemu dengan sepasang lansia yang di tinggalkan anaknya. Merrka dirawat oleh pasangan tua itu, Marco dan Lona dengan senang hati merawat mereka di hari tua hingga kedua nya meninggal dunia pada saat bersamaan.
__ADS_1
Kehidupan mandiri mereka tidak habis di situ. Lona sudah harus masuk sekolah dan perlu biaya. Marco bekerja hampir siang dan malam. Di usianya yang memasuki masa remaja, bekerja keras menyekolahkan adiknya. Tetangga-tetangga mereka yang hanya beberapa ikut membantu walau tidak banyak. Lona berhasil sekolah. Dan di masa itulah hidup mereka mulai membaik. Marco hanya bekerja saat malam hari dan di rumah saat siang nya. Lona pernah bertanya tentang pekerjaan sang kakak. Marco hanya menjawab sebgai tukang bersih-bersih di klub malam. Lona memaklumi ,karna sejak hiudp mandiri dia tau ap aitu dunia malam dan segala gemerlapnya. Namun tak pernah terpikiran untuk menjerumuskan diri kesana.
Bertahun-tahun mereka hidup berdua, pindah ke rumah baru dan bertemu dengan Lusy dan nenek Anna. Dua orang baik setelah pasangan lansia dan tetangga mereka yang mau menjadikan mereka keluarga.
__ADS_1