Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 44


__ADS_3

"Bagaimana?? apa masih mual?.. Jika masih, ambil permen mint ini. " D menyodorkan 2 bungkus permen mint kecil.


Lusy Lona langsung merebut benda kecil itu.


"Ahhh.. Mulut ku terasa lega.. Hei jantan!! jika kau membawa kami dengan kecepatan seperti tadi lagi... maka jangan berharap kau bisa merasakan berkembang biak!! " tukas Lona meminta kepala nya dengan pelan.


Hoohh... tidak adik atau kakak.. kedua nya sama saja. kata suara hati D.


"Apa masih jauh D?" tanya Lusy.


"Tidak nona. Jika kecepatan mobil sedikit di tingkat kan lagi, mungkin akan sampai dalam 10 menit lagi. " jawab D.


"Tidakkk!!!! "


"Jangan itu lagi!!! "


Sontak saja dua dara itu memekik.


"Baiklah.. Jika kecepatan seperti sekarang akan sampai 30 menit lagi. Jadi kalian bisa memejamkan mata sejenak. " sahut D.


"Baiklah.. 30 menit itu cukup singkat bagi ku.. Jangan sampai kau menaikkan kecepatan mobil ini lagi. " ucap Lusy.


Akhirnya suasana menjadi sunyi. Karena Villa Marco terletak area hutan dan perbukitan, suasana malam menjadi mencekam karena sepi dan tak ada sarana penerangan.


Jika pun ada hanya lampu jalanan yang jarak satu sama lain nya sekitar 100 meter. Lona memilih untuk mengalihkan netra nya ke pepohonan rimbun. Tapi terlihat ada yang salah.. Di melihat ke langit malam, bulan bersinar terang, bintang pun berkelap kelip.. Dan tidak ada sedikitpun awan di atas sana.. Tapi..... Kenapa dedaunan di pepohonan tersebut bergerak seperti tertiup angin? pikir Lona.


Tidak lama terdengar suara ribut dari atas mereka? Lona pikir itu suara guruh.

__ADS_1


"D.. apakah akan ada prakiraan cuaca mengatakan akan ada angin kencang?" tanya Lusy..


"Kau menyadari nya kak?"


"Iya... aku heran.. Pohon pohon di sebelah sana seperti tertiup angin. " ucap Lusy.


"D!!! kenapa kau mempercepat mobil nya lagi?!! " pekik Lona.


Lona menggenggam erat sabuk pengaman nya.


"Kita di buntuti. Dan angin yang menerbangkan daun daun disana berasal dari helikopter yang ada di atas kita sekarang. " D bicara sambil mengubah persneling dengan cepat.


"Uuwaahhhh!!!!!!! " Pekikan melengking menemani acara pengejaran kali ini.


"Kalian!!! Ambil rompi yang ada di bawah kursi kalian!! Dan pakai itu!! Cepat!!! " "perintah D.


Dengan sigap Lusy Lona mengambilnya dan mengenakan nya...


Dorr.... doorr... dor... dddoorrr....


"Fu*k!!! Mereka sudah tau.. " umpat D.


"D... Bagaimana ini??...!!! "


"Sabar nona.. Kita akan segera sampai. Di sana ada ruang bawah tanah yang aman. "


"Aku mengandalkan mu D.. Aahhhhh!!!! " Lusy berteriak karena mobil yang mereka tumpangi berputar 🌀🚗360°

__ADS_1


"Akwu mau mhumtahff.. " ( aku mau muntah) gumam Lona.


Brang!! brangg!!!


Seperti suara benda jatuh ke atas atap mobil mereka.


Wwrreengggg!!..... Wreeennngg... gggerrreeerrrr.. Ssrrriingg!!! ssrringgg...


Percikan api terlihat dari atap mobil. Ternyata mobil mereka di lubangi dari bagian atas..


"Hhaahhhh!!!!!! Tolongg!!!!!... " Teriak Lona.


Lusy terpundur pundur hingga terjerembab ke lantai mobil. Lona terpojok ke jendela mobil..


Dor!!!


"Ahhk... " Orang yang berhasil melubangi mobil mereka tersusruk ke dalam bersama mereka.


"Kak!! Kau.. kkauu.... Heaahh... " Lona pingsan seketika.


Lusy berhasil menembak hingga tengkorak orang itu pecah. Dan Mengucurkan darah.


"Aku membunuh orang!! " lusy juga Shock.


"Lusy!! sekarang jangan memikirkan hal itu dulu. Bantu aku dengan kampret ini sebentar!! " pekik D.


Ternyata di depan mereka. Tepat di kap mobil, seseorang mengacau pandangan D. Dan membuat mobil oleng beberapa kali.

__ADS_1


"Tembak dia!!!! "


Lusy reflek mengarahkan moncong pistol nya. Dan melepaskan beberapa timah panas hingga orang yang mengganggu D jatuh begitu saja ke jalanan..


__ADS_2