Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 34


__ADS_3

"Sial!!! Dia tertangkap..!!! " Yu menggebrak meja dan melempar segala yang ada di meja.


"Bos.. Tidak mungkin dia tertangkap dengan mudah, dia terlatih dan orang awam biasa tak mungkin bisa menangkapnya. Kecuali.. "


"Apa!!! "


"Kecuali yang mengejarnya sama terlatih nya dengan dia. Firasat ku mengatakan, M sudah curiga dengan keberadaan beberapa pengintai bos. Dia pasti menyuruh anak buah nya menjaga gadis itu. "


"Kau benar.. M pasti sudah tau. "


"Jadi bos, apa rencana kita selanjutnya?.. M pasti tidak akan diam dengan langkah yang kita ambil bos. "


"Tunjukkan saja muka kita, jangan bermain kucing kucingan lagi. Aku sudah muak dengan sikap sok jago dari M. "


"Maksudnya bos?"


"Kirimkan hadiah untuk gadis itu dan orang-orang terdekat nya. " seringai Yu.


"Baik bos.


__$$__


" Aaaaahhhhhh!!!! "


"Sam!!! Apa yang terjadi ??" Alpen mendengar teriakan anak nya langsung menghampiri nya.


Dia mendapati Samuel terduduk di lantai teras, di lantai tak jauh dari Sam ada kotak aneh yang terbalik. Ia melihat mya dan terkejut, hampir saja berteriak seperti Sam.


"Alpen apa yang--Aaaahh.... Astaga apa itu??!! " Daysi sama terkejutnya dengan Alpen.


"Sam.. Ya Tuhan!! Nak kau baik baik saja?!! " Daysi mengguncang bahu Sam. Sam menatap kosong ke bawah karena masih syok.


"Sudah lah.. hari ini mau izin dengan atasan mu, katakan kau tidak enak badan. " suruh Alpen.

__ADS_1


Di lain tempat...


"Aaaahh!!!! " Teriakan perempuan melengking.


"Kak!!! Kau kena--Apa ituu!!!!.. " Dua perempuan itu terkejut dan terduduk.


Alpen dan Daysi menghampiri kedua nya. Mereka juga terkejut, ada kotak yang terbalik dengan isi yang serupa.


"Tidak bisa di biarkan..!! Aku harus menelpon polisi" Ucap Alpen geram.


"Lusy.. Lona... Sebaiknya kalian ke rumah bibi dulu ya.. Ayo nak.. " Ajak Daysi.


"Sebentar Bi.. aku harus mematikan kompor ku dulu. Aku akan menyusul sebentar lagi.. " Ujar Lusy.


Daysi mengangguk, dia mengajak Lona.. Sementara itu Alpen sudah menghubungi polisi daerah Mountain Blue... Ketika Lusy akan menutup pintu, dia melihat sebuah mobil yang sama ia lihat tempo hari, dan sama.. Mobil itu bergoyang heboh Tapi tidak ia hiraukan dan menuju rumah Daysi.


#########


"Apa?? katakan. "


"Ada dua paket misterius. Satu di depan rumah wanita cantik dan astu lagi di depan rumah pasangan suami istri bos... "


"Apa??!! Kenapa bisa?? Apa kalian keluyuran?!! "


"Maaf bos.. kami terkecoh, tadi nya ada kurir paket, dia mengenakan topi, rambut gondrong dan brewokan. Wajah nya tidak terlihat. " lapor nya.


"Payah!!! Sudah lah.. tetap awasi dan kabari jika ada yang aneh "


Panggilan di tutup.


#######


Marco merenung di ruangan pribadi yang ada di markas. Pikiran nya berkelana jauh, tentang siapa yang berani melakukan hal ini. Di pikiran nya ada 3 tersangka yang mungkin saja melakukan teror itu. Pertama, musuh nya Master Yu. Kedua, orang yang iri dengan keberhasilan toko kue Lusy. Dan... Ketiga, 'orang itu '.

__ADS_1


"Jika itu Yu, dia tidak akan melakukan nya sekali. Pasti akan ada yang kedua dan seterusnya. " kata nya. Yang seorang diri di ruangan tersebut.


"Tapi... Aku masih memikirkan kemungkinan terkecil jika 'dia' juga ikut andil dalam kasus ini. Dia pasti menyuruh Yu melakukan nya. " kata nya lagi.


Marco keluar dari ruangan nya. Dia meninggalkan markas dan menuju rumah Lusy. Dia bersyukur karena saat paket itu datang, nenek tidak ada di rumah bersama Lusy dan Lona. Karena mengikuti program Lansia Sehat bersama Pak Tua Ken, yang di lakukan selama 1 minggu.


Jika nenek ada saat paket itu datang, mungkin nenek akan langsung terkena Heart attack mendadak.


######


Marco sampai di rumah Lusy. Dia langsung masuk begitu saja seakan rumah ini juga milik nya. Di dalam sangat sepi dan tidak ada siapa pun. Bahkan Pollo yang kadang tidur di dapur milik Lusy pun, tidak ada.


Kemana semua orang?? pikirnya.


Marco hendak menelpon anak buah nya yang bertugas mengawasi rumah dan lingkungan sekitar nya. Berpikir mungkin saja Lusy dan Lona keluar atau pergi kemana. Namun, baru saja akan menelpon dia di kejut kan dengan Lusy yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Ohh Ya Tuhan!!! Aku kira pencuri" Lusy terperanjat dengan suara sengau.


"Kenapa sepi sekali?Dari mana kau?kenapa membawa baskom dan air?Dimana adikku??" Tanya Marco beruntun.


"Haahhh.... Bisa tidak bertanya nya satu satu? Ikut lah akan aku jelaskan. "Ucap Lusy menuju dapur.


" Kemarin pagi,....... " Lusy menceritakan tentang paket yang ia dan Lona temukan di teras rumah mereka. Dia juga menceritakan paket itu juga ada di teras rumah Samuel.


Padahal, tanpa di ceritakan pun Marco sudah tau karena laporan anak buah nya.


"Jadi di mana Lona sekarang?Kenapa aku tidak melihat nya sejak tadi?" tanya Marco.


"Dia demam karena syok. Badan nya panas semalam. Karena nenek tidak ada aku harus mengompres nya. " Ucap Lusy.


Lusy membawa baskom dan air hangat ke kamarnya. Marco pun baru menyadari jika suara Lusy berbeda. Hidung nya agak merah dan mata nya agak kehitaman di bagian bawah. Dia merutuki dirinya yang tidak datang semalam.


Kalau saja dia datang, Lusy tidak perlu begadang merawat adik nya semalaman. Karena terlalu fokus pada paket teror dan menyelidiki orang yang menyimpan nya di teras rumah Lusy dan Samuel.

__ADS_1


__ADS_2