Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 46


__ADS_3

Kelap kelip lampu disco membuat pusing mata orang yang baru pertama kali memasuki nya. Parfum kelas atas bercampur keringat membuat aroma bar ilegal itu menjadi liar. Di setiap sudut pasti ada para penari tiang dengan pakaian minim dan laki-laki berdompet tebal namun kurang belaian.


"Ehem.. " Marco mendudukkan diri dimeja bartender.


"Aku mau yang spesial tapi panas. " ujar Marco.


Bartender itu segera meracik minuman. Beberapa jenis air warna warni di campur kedalam whisker. Menyiapkan gelas kecil dan 2 butir es batu kecil kemudian menuangkan racikan nya.


"Silakan di nikmati. " ucap nya.


Marco meraih gelas itu dan meminum rakcikan dengan sekali tenggak.


Tuk! '


"Ahh... " ujar nya merasa tenggorokan nya basah.


"Kau orang baru disini, iya kan?" tebak bartender sambil mengelap gelas milik Marco tadi.


"Iya. Hanya mencari kesenangan. " jawab Marco asal.


"Sudah married? " tanya bar man yang ber Nametag Jos.


"Sudah. "


"Lalu?... "


"Aku bosan karena istriku baru saja melahirkan 2 hari yang lalu. " jawab Marco bohong.


"Wowwww!!! Kau jahat sekali hahah" tawa Jos.


"Apa aku salah? "


"Jika dilihat dari sisi nurani manusia, kau jahat Man... Tapi, dilihat dari sisi pria penuh n@vsu , kau tidak salah. " jawab Jos.


Marco hanya mengganguk. Kemudian mengedarkan netra nya ke seluruh area. Hanya terlihat manusia gila yang sedang menari. Bahkan ada yang saling beradu lidah di lantai dansa penuh maksiat itu. Tapi dia menangkap sosok yang di kenal nya.


Dapat kau.!!


"Berikan aku satu lagi. Tapi aku ingin yang berbeda. " pinta Marco.

__ADS_1


Marco mengeluarkan segepok dollar dari saku jas bagian dalam. Dan langsung menenggak minuman nya begitu di hidangkan.


"Aku ingin meja disana! " kata Marco.


"Wowww.... Meja yang mana maksud mu ?" tanya Jos.


"Meja yang disebelah orang-orang berjas di sana. " tunjuk Marco.


"Baiklah tunggu sebentar. " ucap Jos.


Jos menghampiri meja yang Marco maksud, disana ada sekumpulan muda-mudi yang bersenang-senang.


"Hei kalian bisa pergi atau pindah dari meja ini sekarang! " usir Jos.


"Apa!!! " tanya mereka tidak percaya.


"Seseorang sudah membayar tempat ini.. jadi kalian harus pindah. "tutur Jos tanpa bersalah.


" Cepat lah!!! atau kalian memilih untuk di seret. "


"Fu*k!!! yang benar saja!! "


Umpatan keluar begitu saja dari mulut sekumpulan anak muda itu. Mereka memilih pergi dari bar.


"Tuan, kau sudah bisa menempati meja mu. " ujar Jos.


"Oke.Ini tip mu. "


Marco berjalan menuju meja nya, tepat di sebelah orang yang dia incar. Ketua geng Skull sedang asik dengan wanita bayaran yang duduk di pangkuan nya.


Marco merogoh kocek celana nya. Mengambil dua buah benda kecil berkilau. Menekan sebuah tombol yang sangggatttt kecil pada benda itu. Hingga dia melihat Ketua geng skull bersama rekan nya bergerak.


"Kita lanjutkan di tempat lain.. " ujar Ketua geng skull pada wanita yang sudah terbuka sana sini pakaiannya pakaiannya.


Marco berdiri sambil membawa cocktail ditangan nya dan mendahului Ketua geng skull. Lalu berbalik dengan sengaja hingga menabrak dan membuat isi cocktail itu tumpah di jas Ketua geng skull dan temannya.


"Ahhh!!!! Fu*k!!! Sial!! Kau buta pak tua!! ? hardik nya.


" Woah... sesama pak tua saling mengejek heuehh... " Marco langsung berlagak seperti orang mabuk.

__ADS_1


"Sudah lah.. Hanya orang tua mabuk!! " Lerai teman nya.


"Ckkk... Kau selamat! " tunjuk nya pada dahi Marco.


Marco tersenyum penuh arti. Dia keluar dari tempat setan itu dan menuju tempat persembunyian nya yang sebelumnya. Melepas tektek bengek segala macam aksesoris yang membuat nya gerah.


Marco langsung mengutak-atik kembali layar mini nya. Menyambungkan nya dengan laptop khusus. Hingga muncul dua layar dari kamera kecil yang ia pasang secara diam-diam di bagian jas Ketua geng skull.


Terlihat ruangan mewah, hanya empat orang disana. Ketua geng skull bersama temannya dan dua wanita bayaran yang sudah berjongkok di hadapan mereka. Marco bisa melihat dengan mudah, karena kebetulan mereka berdua duduk berhadapan.


Terlihat sekali bahwa dua pria bang*sat itu menikmati layanan mulut dari wanita bayaran yang mereka sewa. Marco bisa mendengar dengan jelas Moaning softly and hard dari mulut kedua pria tersebut.


"Sial!!! Kapan mereka akan mengatakan nya.!! " umpat Marco.


Dari layar terlihat dua wanita bayaran itu selesai dengan servis mulut mereka. Dan langsung melucuti pakaian mereka hingga polos seperti toples.


"Pasang!! " ujar nya.


Sebuah balon terpasang dengan baik di timun emas milik Ketua geng skull.


"Oahhh.... Berikan servis mu, karena aku sudah membayar mahal. " Ujar nya.


Wanita bayaran tadi bergerak liar seperti kuda yang ingin kawin. Begitu pula rekan nya Wanita yang bersama teman Ketua geng skull bergerak liar layak nya gorila horny.


"Ihhhhh.... " Marco bergidik geli sekaligus ngeri melihat siaran live orang ehem ehem di laptop nya.


"Kasihan sekali timun emas mereka." Gumam nya.


Marco bosan karena permainan mereka belum selesai. Hingga 1jam kemudian, kedua wanita bayaran itu sudah terkulai lemas di dada pria yang mereka tunggangi..


"Servis yang luar biasa. " puji Ketua geng skull.


Wanita bayaran itu tersenyum dan beranjak mengambil pakaian nya yang berserak di lantai. Namun begitu dia mendapatkan pakaian nya. Sebuah letusan dari senjata api menembus lehernya.


Brukkhh....


Wanita itu tewas mengenaskan. Beda dengan rekan nya. Wanita yang tadinya seperti gorila horny, terbujur lunglai dengan sebuah ikat pinggang pria di leher nya. Dengan mata yang terbuka dan lidah menjulur keluar..


"Ckckcxkxkx.. Wanita-wanita yang Malang. " Gumam Marco.

__ADS_1


__ADS_2