
BUKAN SUPIR TAKSI BIASA
Lorong rumah sakit dengan suasana sepi, mendadak riuh karena Langkah kaki cepat beberapa orang. Lampu ruang operasi menyala pertanda operasi Tengah berlangsung. Isak tangis membuat mereka yang mendengarnya bisa merasakan kesedihan.
“semoga Kak Marco berhasil mendapatkan ginjal untuk Nenek…”
Seorang berbaju hijau lengkap dengan masker medis, sarung tangan dan pelindung rambut keluar dari ruang operasi.
“ dengan keluarga pasien??”
“ iya kami??”
“ apakah pih-“
“ NONA LUSYY!!! “ suara bariton tersebut membuat tiga orang disana menoleh ke sumber suara. Terlihat D berlari terengah – engah,dibelakangnya terlihat dua orang membawa box .
“ Maaf. Apa operasinya sudah dimulai??” tanya D
“ kami berhasil mendapatkannya…” ucap D tanpa menunggu jawaban .
“Syukurlah!!! “ seru Lusy dan Lona bersama.
“kalian serahkan ginjal itu!” perintah D
.
Tanpa banyak kata lagi perawat itu menerima box,dan masuk Kembali ke ruang operasi.
“kami permisi nona. Semoga operasi nenek Anna berjalan lancar” ucap D
“ Terima kasih D” balas Lusy.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan lain, Marco sedang terbaring lemah di atas brangkar. Lengkap dengan selang infus disebelahnya. Ia menoleh begitu menyadari seseorang masuk.
“Apa sudah diberikan??”
“Sudah Bos. Bagaimana kondisi mu Bos.??” Tanya D
“Tidak pernah sebaik ini” jawab Marco.
“Jika saja tadi kita tidak dihadang oleh mereka, mungkin kita akan sampai lebih cepat,dan kau tidak perlu terluka” ucap D
“Mafia seperti ku tidak hidup jika tidak terluka D.”
“Bagaimana dengan Lusy dan adikku??”
“Kondisi mereka baik, Tapi jika diperhatikan lebih jelas,mereka nampak pucat.
Marco hanya diam saja. Mata nya memejam menunggu cairan infus habis. Orang yang melihat mungkin akan mengira ia menahan sakit karna luka akibat kecelakaan. Tapi percayalah,dia tak pernah merasakan sakit nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Beritahu pihak keluarga nya. Beberapa saat lagi, pindahkan pasien ke ruang perawatan” ujar dokter Yorgi.
“ Baik dokter”
Lampu ruang operasi padam, Lusy ,Lona dan Marco yang sudah merasa baikkan menghampiri perawat yang keluar.
“Syukurlah, Operasi pasien berjalan dengan lancar. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan.” Kabar dari perawat membawa angin segar bagi ketiga nya
“Baik suster. Terima kasih sudah berjuang “ kata Lusy penuh haru.
__ADS_1
“ Sama-sama, Nona” perawat itu undur diri.
“Dokter Yorgi!!..” panggil Marco
Marco menghampiri dokter Yorgi yang dibanjiri keringat.
“ Terima kasih dokter. Aku tidak tahu harus mengatakan apa selain terima kasih. Kau sudah menyelamatkan nyawa nenek ku…” kata Lusy.
“ Iya terima Kasih dokter.” Kata Lona.
“ Sudah menjadi tugas ku sebagai dokter. Aku hanya melaksanakan tugas ku, tanpa kuasa-Nya operasi ini tidak mungkin berjalan lancar. Dan juga Marco yang tepat waktu membawakan ginjal yang sesuai. “ jawab dokter Yorgi
“Bukan apa-apa dokter. Oh iya,apa setelah ini kami sudah bisa melihat nenek??” tanya Marco.
“Untuk sementara ini jangan dulu. Kalian juga harus memperhatikan tampilan kalian. Pasien akan terkejut jika melihat keluarga nya berantakan, dan itu akan berpengaruh pada kesembuhan nya" tutur Dr. Yorgi.
"Baik dokter. Terimakasih. " ucap Lusy.
Dr. Yorgi beranjak dari ketiga orang itu. Mereka mengikuti brangkar nenek Anna di bawa ke sebuah ruangan rawat. Ketiga nya nampak membisu, hingga Marco memecah kesunyian.
"Sebaiknya kalian berdua pulang. Makan dan beristirahat" ucap nya. Padahal dirinya sendiri perlu istirahat.
"Kakak saja yang pulang. Aku lihat kakak terluka. Apa mendapatkan ginjal harus sampai terluka begitu???'' tanya Lona.
".... " Marco hanya diam saja.
"Tidak tau kenapa, aku merasa semua orang menyembunyikan sesuatu dari ku. Entah itu kak Marco atau kak Lusy ataupun nenek. " ucap Lona.
Marco dan Lusy membatu. Mereka lekas menyembunyikan raut wajah mereka.
"Untuk apa kami menyembunyikan sesuatu dari mu? Lagipula rahasia apa yang mungkin kami sembunyikan?" elak Lusy.
__ADS_1
"Aku harap kalian tidak menyembunyikan apapun itu. " balas Lona lagi.
"Tenang saja. Kalaupun ada, kami akan memberitahu mu pada saat yang tepat. " sahut Marco.