Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 20


__ADS_3

MASIH DI HARI YANG SAMA...


Setelah hampir 3 jam mereka memasak. Kini semua sudah siap. Bahkan kedua orang tua Sam sudah di sana sejak sejam yang lalu untuk membantu.


"Wah.. Kau sangat handsome. Tapi lebih tampan aku benar kan baby.. " Ujar Alpen.


"Iyuuhhh uncle Al, kau sangat narsis. Beruntung aku tidak serumah dengan mu. " Geleng Lusy.


Marco hanya tersenyum. Lona melihat perubahan pada kakak nya. Semenjak berteman dengan Lusy, Marco sering sekali tersenyum. Dan itu hal baik bagi Lona.


"Iya. Kau sedikit lebih tampan dari nya Al. Tapi dia lebih banyak tampan nya.. " Jawab Daisy.


"Buwahahaha..... Kau benar Aunty Dai. Marco 100 kali lebih tampan dari uncle Al." Gelak Lusy.


"Hahah...hei Marc jangan malu begitu. Lusy hanya bilang kau tampan saja. Hhehehe" Ledek nenek.


Marco hanya mengernyit.


Keluarga yang penuh candaan. Kalau saja ibu dan ayah seperti ini sebelum mereka... Ahhh apa yang aku pikir kan. Bukan kah aku sudah menjadi bagian dari mereka...


"Lona. Kemari lah. Jangan melamun begitu. Kau bisa jomblo seumur hidup jika hanya melamun. " Ketus Samuel.

__ADS_1


"Ehem... Jangan modus Sam. Aku tau jiwa jiwa play boy mu itu masih ada dalam dirimu. Hei Marc, saran ku jangan biar kan si cunguk itu mendekati adik mu. Dia hanya bermain main saja. " Lusy menghasut Marco.


"Hei!! Dasar iblis wanita.!!! Akan ku cincang lidah mu itu.!! "


Perdebatan mereka berakhir dengan saling kejar kejaran..


Alpen sudah muak dengan sikap kekanak-kanakan mereka dan...


"A-Aaawww!!!!! Ya Tuhan!!! Telinga ku rasanya ingin putus!!!.... " Jerit Lusy.


"Huaaa!! Mom.. Tolong aku mom. Kenapa Daddy ku sangat jahat.?! " Rengek Sam.


"Sudah lah Al." Lerai nenek. .


Mereka menduduki tempat Masing-masing. Dan seperti biasanya jika mereka mengadakan acara, maka nenek dan Pak tua Ken akan duduk di masing-masing ujung meja.


Aunty Daisy dan uncle Alpen akan duduk bersebrangan. Begitu juga Lusy dan Sam. Namun karena mereka bertambah 2 personil, posisi berubah.


Sam memilih untuk duduk bersebrangan dengan Lona. Dan Lusy tentu saja bersebrangan dengan Marco.


"Hari ini aku mengadakan makan bersama karena ingin merayakan bertambah nya anggota keluarga kita. Lona dan Marco, mereka mulai sekarang akan menjadi bagian dari kita.!! " Seru nenek.

__ADS_1


Semua bertepuk tangan. "Selamat Marc dan Lona. Kalian menjadi bagian dari kami sekarang, meskipun tidak memiliki hubungan darah. " Tutur Alpen dengan bijak.


"Terima kasih semuanya. Kami berdua sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari kalian." Ujar Lona dengan terharu. Bahkan mata nya sudah berair.


"Jangan menangis nak. " Ujar pak Tua ken.


"Kau bisa memanggil ku ibu atau aunty seperti Lusy biasa memanggil ku. " Aunty Daisy memeluk Lona yang susah menangis di samping nya.


"Boleh jika aku memanggil ibu? " Tanya Lona.


"Boleh nak. Panggil saja Momy, kau ku angkat menjadi anak ku dan daddy Alpen. " Tutur Aunty Dai.


"Thank you so much. Hikss.."


"Menangis lah jika kau mau Marc. " Ujar Sam yang bersebelahan dengan Marco.


"Tidak. Akan memalukan jika menangis. Haha" Ujar Marco.


"Kalau begitu. Sudahi sedih mu dan makan bersama ku!! Aku, Lona dan Aunty Dai susah bersusah patah memasak. Dan makanannya tidak akan habis jika di lihat. " Seru Lusy.


"Makan!!!!..... " Seru Sam.

__ADS_1


Mereka bersantap makanan yang seharusnya menjadi sarapan, namun beralih menjadi makan siang. Kadang Sam dan Lusy saling berebut makanan dan tak aneh juga jika telinga mereka akan panjang karena sering di jewer uncle Alpen


__ADS_2