
NY
JL. Park City People
...****************...
"Kapan adik mu datang?? Dia akan membantu kita kan?? " Lusy.
"Tidak.. Hari ini dia sedang sibuk, hanya kita berdua yang akan merapikan tempat ini " Marco.
"Oookeeyyy" Lusy.
Hampir 1½ jam mereka membereskan tempat yang akan di sikap menjadi sebuah kedai kue dan roti itu. Tanpa ada percakapan yang lucu. Hanya percakapan penting atau hanya sekedar bertanya 'dimana barang ini di simpan.. Apa ini harus di buang.. Apa ini akan di taruh di sana' dan lain lain.
"Apa perlu aku mengelap kaca nya Marc.. " Tanya Lusy sudah siap dengan kain lap, air semprotan pembersih kaca dan juga alat pembersih kaca di tangannya.
"Karena kau sudah memegang peralatan nya, langsung kau bersih kan saja.. Itu akan menghemat waktu untuk besok. " Jawab Marco seadanya.
"Dan nama ku Marco bukan Marc. " Tambah Marco datar.
"What ever" Jeling Lusy.
Lusy mulai membersihkan debu di jendela kaca bening dengan air dan kain lap terlebih dahulu. Kotor nya kain saat di lap kan ke jendela, menandakan kaca itu tak pernah di bersih kan.
"Aku rasa bangunan ini sudah berdiri 10 tahun yang lalu dan tidak pernah di bersih kan sejak di tinggal" Gumam Lusy.
"Ohh!!!! Astaga!!! Kenapa kaca ini begitu besar dan lebar!!! " Keluh Lusy.
Lusy mengambil tangga segitiga.. You know lah readers.. Dan mulai mengelap kaca kembali.
"Ishh!!! Kenapa kaca ini tidak bersih bersih urrggghh" Geram Lusy. Beberapa kali ia mengelap namun bercak noda itu sama sekali tidak hilang.
"Marco!! Can you help me!!??Please!! " Lusy sudah putus asa. Dia memilih untuk masuk kembali.
Saat itu juga Marco membuka kaos baju nya. Yang penuh dengan debu dari kotak kotak yang ia pindah kan ke gudang. Nampak sekali roti sobek yang tercetak di perut dan dada pria itu. Marco mengibaskan baju nya beberapa kali hingga debu itu hilang. Dan kembali memakai baju nya.
"Apa!? " Pertanyaan Marco mengejutkan Lusy yang menikmati pemandangan warbiasah itu.
"Eh!! Em.. Anu... E... Ka.. Kaca nya nya tidak bisa bersih bersih. " Jawa Lusy dengan sejuta kegugupan.
Marco berjalan mendekati Lusy. Lusy memundurkan langkah nya seiring mendekat nya Marco.
Ckckckc.... Kenapa kaki ku aneh!! Batin Lusy.
Lusy menunduk, ketika punggung nya mentok tepat di jendela.
"Pantas saja.... Kau mengelap jendela ini hanya dari luar,sedangkan noda ini berada di sisi satu nya... " Marco mencolek noda itu dengan jari nya dan mengelapkan ke baju nya.
"What the!!!!! @#&@&@+#" Maki Lusy dalam hati nya.
"Kenapa aku tidak terpikirkan oleh ku ya?? Astaga.. Aku rasa aku mulai kelelahan.. " Gumam Lusy sambil memijit keningnya
Marco hendak tertawa mendengar Gumam Lusy, namun dengan cepat dia menormalkan nya.
"Aku rasa kita bisa beristirahat dulu 15 menit. Setelah itu kita sambung lagi besok, lagi pula 70% sudah di selesai.. " Ujar Marco
"Baik lah.. Terserah apa kata kau saja.. " Lusy menyetujui usulan Marco.
Lusy lantas mengendong tas ransel nya yang berisi laptop dan bekal makan siang dari nenek.
"Kau mau kemana?? " Tanya Lusy, melihat Marco berjalan berlawanan arah dari nya.
__ADS_1
"Kedai kopi sekitar sini.. Kenapa? " Jawab Marco balik bertanya.
"Aku ikut.. Lagian nenek menitipkan bekal ini untuk mu, saat dia tau kau akan ikut bebersih. " Ujar Lusy mensejajarkan langkah dengan Marco.
"Up to you" Marco.
Tak sampai 10 menit mereka tiba di kedai kopi langganan Marco.
"Hei dude,!!! wah kau membawa REKAN??" Sapa seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan rambut gondrong namun rapi dan sedap di pandang.
"Lepaskan rangkulan mu Crish.. Aku tidak mau di tuduh buah-buahan. " Tepis Marco.
"Oppss.... Aku baru sadar, she's your girlfriend dude...hehehe. " Bisik Crish di akhiri kekehan.
"Bit*ch bisa kau diam Crish? ...Atau tinju ku akan membuat wajah karismatik mu menjadi penyok. " Umpat Marco.
"Calm down!!! Kawan... " Crish mengangkat tangan nya di udara sambil tertawa
"Silakan duduk di tempat yang kau sukai cantik.. Dan kau ingin pesan apa untuk mewarnai hari mu ini... " Ujar Crish.
Lusy nampak berpikir dan mengangkat bahu nya bersamaan.
"Saran ku, karena kau baru pertama kali kesini, kau bisa memesan minuman lembut seperti smoothies (ralat jika salah). " Tawar Crish.
"Ya tidak ada salah nya jika itu tawaran dari mu.. " Angguk Lusy.
"Sebentar Crish.. Apa boleh aku memakan bekal ku.. Tidak banyak hanya roti isi buatan nenek ku. " Tanya Lusy.
"Hahaha aku kira apa.. Silahkan saja.. Kedai ku tidak seperti kedai lain yang melarang pelanggan mereka membawa bekal. Santap saja bekal dari nenek tercinta mu cantik" Jawab Crish.
"Lusyana. Kau bisa memanggilku Lusy. Dan setiap kau bertemu dengan ku, aku pastikan kau akan beruntung. Karena keberuntungan adalah nama ku. " Lusy memperkenalkan diri nya dengan kata kata khas diri nya.
"Okey Lusy". Jawab Crish.
" I got you " Batin Marco.
"Ini jatah mu.. Nenek memberikan isi lebih banyak di makanan mu, sedangkan aku hanya telur dan daging ham. " Sodor Lusy.
"Sebenarnya aku ingin menolak karena masih kenyang, tapi katakan pada nenek mu, Terima kasih. " Ucap Marco mulai menyantap sandwich berisi potongan tomat segar, daging ham,telur mata sapi, dan daun selada hijau.. Di tambah saos sambal yang tidak terlalu pedas
"Ini smoothies mu Lusy. Istri ku yang membuat nya, dia langsung tau begitu melihat mu. " Crish menyodorkan segelas smoothies berwarna merah muda.
"Dan kau kawan, seperti biasa latte panas dengan es terpisah. " Ucap Crish.
"Dimana istri mu Crish.. Aku ingin menyapa nya. " Tanya Lusy.
"Owh... Dia di sana bersama seorang gadis kecil " Tunjuk Crish pada seorang wanita dengan gadis kecil di pangkuan nya.
"Terima kasih istrinya Crish... Smoothies buatan mu sangat enak... Aku akan sering mampir. " Ucap Lusy sedikit nyaring dan melambai kan tangan.
Istrinya Crish membalas senyum. Di ikuti Putri nya.
Crish pun kembali ke alam nya eh Salah deng, ke tempat nya. Marco menyesap latte milik nya dengan perlahan dan santai. Tidak tau kapan, sandwich buatan nenek Lusy kenyap begitu saja dengan cepat.
"Kata nya kenyang, tapi kok habis. " Sindir Lusy.
"Tidak baik menolak pemberian orang. Jadi aku dengan sangat terpaksa menerima sandwich itu. " Jawab Marco asal.
"Hei bung, yang benar saja.. " Geleng Lusy.
Lusy sudah sibuk dengan dunia nya sendiri di laptop nya. Beberapa kali alis nya menukik dan kadang dia menggeleng.
__ADS_1
"Hei Marc. Apa hanya aku atau kau juga merasa, laki-laki di sana melihat ke arah kita dari tadi. Itu membuat ku risih... Apa sebaik nya aku tegur saja dia ya?? " Kata Lusy. Dan tanpa menunggu jawaban dari Marco, Lusy berdiri dari duduk cantik nya.
"Excuse me bro.. Apa kau bisa tidak melihat ke arah meja ku terus..?? Atau mata mu terpukau karena pertama kali melihat gadis cantik seperti ku yang singgah ke kedai kopi? " Labrak Lusy tanpa membiarkan laki-laki itu menjawab.
"Uhuk... Ma... Maaf Nona, mungkin hanya perasaan mu saja... Aku tidak melihat ke arah mu dan pacar mu... A-... Aku... Aku... Eemm... " Laki-laki itu terbata bata ingin melanjutkan kalimat nya.
"Lusy, aku rasa sudah cukup. Nenek mu di rumah sendirian bukan?? Jadi sebaiknya kita pulang saja. " Lerai Marco sebelum Lusy membuat kehebohan.
"Huftt... Untung saja aku ini baik hati dan tidak sombong, kali ini aku memaafkan mu karena 'pacar' ku sudah mengajak pulang" Jawab Lusy dengan petik di kata PACAR. Sambil menggandeng mesra lengan kekar Marco, kembali ke meja mereka.
"Pacar??? Yang benar saja gadis ini... Ckckckck" Decak Marco.
"Hishh!!!! Ada ada saja orang itu.. " Geleng Lusy ketika sampai di meja nya.
"Hah!!! Aneh sekali... Selera ku jadi hilang, untung smoothies buatan istri nya Crish sangat enak. Kepala ku langsung mendingin. " Lusy menghisap smoothies lewat sedotan nya.
"Eh!!! Pria itu sudah pergi... Eeeiii??? Marco!! Lihat lah pria itu" Lusy menepuk-nepuk tangan Marco dan memutar kepala Marco kearah pria tadi.
Sebelah alis Marco terangkat.
"Gelagatnya sungguh mencurigakan, apa dia seorang stalker yang mengintai seseorang?? Tidak tidak apa dia mengintai ku?? Sial!! Pasti dia sedang memata matai ku.. Tidak boleh di biarkan!!! " Cerosos Lusy tanpa henti.
"Hei!!! Bisa kau lepasin kepala ku??! Dasar gadis sinting" Tepis Marco.
"Opss.. Peace.. Aku berjanda.. Eh salah maksud ku bercanda. " Kekeh Lusy.
"Kau sudah selesai?? Aku akan kembali bekerja. " Ucap Marco menghabiskan latte nya. Dan berdiri.
"Sudah. Kau bisa kembali menjadi sopir. " Jawab Lusy mengemasi laptop nya ke dalam tas.
Lusy menuju kasir, membayar pesanan nya.
"Permisi istrinya Crish, aku ingin membayar smoothies ku tadi.. Berapa harga nya?? " Tanya Lusy, seraya merogoh saku celana nya.
"*****$ Nona" Jawab istrinya Crish.
"Ini uang nya, kau tau smoothies mu sangat enak, pantas saja kedai kalian selalu ramai pengunjung. " Ujar Lusy. Tak lama Crish dagang sambil menggendong putri nya.
"Hei.. Lusy, kau akan pergi?? " Tanya Crish.
"Ya... Sudah terlalu lama aku di luar... Nenek ku akan mencari. Waahh.... Anak kalian sangat lucu.. Ihhhh gemoy" Jawab Lusy, dia mencubit pipi bakpao putri nya Crish.
"What's your name little girl?? " Tanya Lusy sambil berjongkok.
"Mina aunty.. " Jawab gadis itu dengan malu malu.
"Ihh.... So cute.. Rasa aku ingin menculik mu dan mengurung mu di kamar ku.. Hehehe" Tawa Lusy.
"Kalau begitu aku pergi dulu, bye Crish, bye ist.... " Ucapan Lusy terpotong.
"Mei... Nama ku Mei Lusy... Heheh" Potong Mei
"Heheh.. Aku pamit Yola.. Sampai jumpa Mina. Bye.. " Lusy melambai kecil pada Mina.
"Apa dia kekasih nya Marco, babe ( dibaca nya beib yo gess.. Kadang ada yang baca nya BABE bukan Beib.. " Tanya Mei, saat Lusy susah benar-benar pergi.
"Kurasa bukan, Marco nampak kesal pada gadis itu... " Jawab Crish.
"Apa menurut mu akan terjadi sesuatu pada mereka?? " Mei.
"Aku rasa iya. " Crish.
__ADS_1
###########################