
"Mina sangat lucu. Hah... Tiba-tiba aku jadi ingin punya bayi kecil yang lucu.. " Gumam Lusy di perjalanan pulang.
"Astaga.. Apa yang aku pikirkan, pasangan saja belum punya, sudah memikirkan ingin punya bayi, Lusy kau sudah gila. " Dia tersenyum senyum seperti orang gangguan jiwa.
"Sebaik nya aku pakai jalan pintas seperti biasa saja untuk ke halte bis. Taksi biasa nya sepi saat jam segini. " Pikir nya melirik jam tangan.
Lusy berjalan cepat dengan tas ransel di punggung nya. Melewati gang di antara dua buah bangunan. Jalan itu sering di lewati nya ketika ingin menuju halte bis. Lusy semakin melebarkan langkah nya, merasa sedang di buntuti seseorang. Tangan nya merogoh saku jaket hoodie nya
Sebuah botol semprotan kecil dengan cairan cabe di dalam nya. Orang misterius di belakang Lusy mempercepat langkah. Begitu pula Lusy, semula nya berjalan kini dia berlari. Hampir beberapa kali terpeleset.
"Heiii!!!!! Berhenti!! Stop!!! " Teriak orang misterius itu.
"Oh nenek... Apa yang harus ku lakukan sekarang. " Gumam Lusy di sela pelarian nya.
Grreeepppp...
Bruukk....
Aaakkhhssss..
"Lepaskan aku!!! " Teriak Lusy.
"Hahaha... Sudah ku katakan utnuk berhenti. Tapi kau keras kepala.. " Ujar pria itu.
Sssrrrsssssttt.....
Lusy menyemprotkan cairan cabai ke arah pria itu. Namun, dia menghindari nya. Dan menendang botol itu hingga terpental jauh.
"Ya Tuhan!! " Lusy.
"Dasar gadis gila!! " Maki pria itu.
__ADS_1
"Aaakkhh.. " Lusy menjerit, tangan nya di tarik ke belakang.
Pria itu menelungkup kan tubuh Lusy ke tanah, menahan kedua tangan Lusy di belakang nya hingga Lusy meringis.
"HAHAHAHA.... Gadis lemah!! Kau makan berakhir sekarang, tidak ada yang bisa menolong mu, terlebih teman baru mu Marco. " Ucap pria itu tertawa.
"Heh!! Dengar ya jelek!! Kau itu sangat jelek sampai sampai aku ingin merobek robek mulut busuk mu itu.. "
"Apa kau bilang!! Aku jelek... Owhhh.. Baiklah... Pria jelek ini akan membuat mu kesakitan. " Jawab nya.
Pria itu melonggarkan cekalan tangan nya, dan itu langsung di manfaatkan oleh Lusy untuk kabur. Namun keberuntungan seperti tidak berpihak pada nya. Pria itu menarik rambut nya hingga Lusy terjengkang.
"Heh!! Mau kabur... Setidak nya aku harus mencicipi mu dulu Nona. " Pria itu kembali menumbangkan Lusy ke tanah.
"Hei!!! Sial dasar breng_sek!!! " Meronta dengan tenaga penuh.
"Aahkkk... Apa yang kau lakukan bede*bah!!! Mati saja kau ke kuburan penjegal kepala!!! " Lusy bergerak sekeras mungkin.
"Hahaha.. Keberuntungan tidak memihak mu Nona.. Hemmm.. Tubuh mu cantik" Kata pria itu.
Pria itu kesulitan menahan tubuh Lusy yang bergerak kesana kemari seperti ikan menggelepar kekurangan air. Susah di tangkap.
PHAKKK!!!!
"Diam bo*doh!! " Tamparan keras membuat ujung bibir Lusy berdarah.
Ya Tuhan..!! Nenek, Marco siapa pun tolong aku.. Batin Lusy.
Lusy masih berusaha memberontak.
"Astaga.. Makan apa gadis ini, kekuatan nya masih saja ada padahal sudah ku tampar dengan kuat. Tidak boleh gagal,. Pria itu pun merasa kesulitan.
__ADS_1
" Hiiiakkk!!!!! "
🥚🔨🍳
"Asss... ****... "
Rasakan, haha ada yang pecah tapi bukan telur.. Wkwkwkw
Pria itu dengan cepat mengeluarkan pistol bius nya. Begitu tau Lusy berhasil lepas.
SSLLEEEPPP....
"Aww.. Apa yang dia tembak kan.. " Ujar Lusy. Dia mencabut jarum yang melekat di leher nya.
Pandangan nya perlahan memudar, gelap dan tubuh nya ambruk. Sebelum, menyentuh lantai, dia merasa seseorang menahan nya.
########
"Huhh!!!!... Pusing sekali.. "
"Ehh... Kakak sudah bangun?? Apa kau merasa pusing?? " Tanya gadis muda.
"Mmm.. Siapa kau?? Aku di mana?? " Lusy mendudukkan tubuh nya.
"Kau di rumah ku kak. Kakak laki-laki ku membawa mu pulang kerumah kami. " Jawab gadis itu..
"Sebentar ya.. Makanan nya hampir siap. " Gadis tersebut beranjak meninggalkan Lusy.
"Kau sudah sadar.. ? ? " Marco mendekat.
"Ya.. Bagaimana kau bisa disini..?? Kau yang membawa ku?? " Tanya Lusy.
__ADS_1
"Tentu saja.. Haha kau kurang beruntung, penjahat tadi hampir saja melecehkan mu. " Ujar Marco tertawa garing. Segaring kripik kentang.
"Haiss... Tawa mu menyeramkan"