Bukan Supir Taksi Biasa.

Bukan Supir Taksi Biasa.
epsd 47


__ADS_3

"Ckckckck... wanita wanita yang malang... " geleng Marco tidak habis pikir dengan Ketua geng skull itu.


Dua pria kejam itu kembali merapikan celana mereka yang melorot kebawah akibat layanan panas dari wanita yang sudah tewas beberapa saat lalu. Hingga mereka menoleh ke arah pintu VVIP yang diketuk.


Tuk... tuk!!!


Pintu terbuka...


"Kalian sudah lama?" seorang pria bermata agak sipit dengan kacamata persegi bertengger di atas hidungnya.


"Tidak juga. " jawab teman Ketua geng skull.


"Apa dua wanita ini juga akan ku bawa?" tanya nya.


"Jika kau mau, boleh saja. Tapi bayaran nya juga harus bertambah. "


"Aku menawar setengah harga. Karena dua wanita ini pasti memiliki organ tubuh yang kurang sehat. Paling hanya mata nya saja yang berguna. Sisa nya pasti sudah rusak karena alkohol dan rokok. " tawar pria berkacamata itu.


"Terserah kau saja Long. "Ujar Ketua geng skull pada pria sipit yang memiliki nama asli Sai Long Mon


" Tapi dimana barang yang kau bilang??'' Sai Long celingukan seperti mencari sesuatu.


"Heh!! tidak mungkin aku membawa barang dagangan ku ke tempat ini. Lagipula barang nya sudah tua. Memalukan sekali jika ku bawa. " Sentak Ketua geng skull.


"Hahhh!!!maksudnya kau ingin menjual organ tubuh lansia??!! " Sai Long kaget hingga kacamata nya terjatuh.


"Apa salah?Lagi pulaa... wanita tua itu salah satu orang yang di sayangi pria sok suci itu.!! Cihhh... Aku muak kalau harus mengingat nya!! "

__ADS_1


Di atas pohon sana...


"Haahhh!!! lagipula kenapa juga kau mengingat ku" cubit Marco.


"Isshhh... Mereka berbasa-basi terus... "


Kembali lagi ke bar.


"Kalau begitu.. Aku akan mengambil nya sekarang. Dimana lokasinya. ?" Sai Long sudah bersiap akan pergi.


"Jangan lupa bayaran nya. Alamat nya tertulis di kertas ini. " Ketua geng skull memberikan secarik kertas.


"Oke.. Bayaran nya akan di transfer asisten ku. " Sai Long menerima kertas tersebut.


Begitu di luar ruangan Sai Long mengambil koper yang selalu dibawa kemanapun dia pergi. Dan menyuruh asisten nya mentransfer bayaran ke rekening Ketua geng skulk.


Di atas pohon...


Marco terjun bebas dari atas pohon tempat dia bersembunyi.


"Kalian perhatikan pria sipit berkacamata yang akan keluar sebentar lagi. " ucap nya lewat earphones.


Marco memasuki mobil nya. Tidak lupa dengan tektek bengek bekas penyamaran nya tadi. Dia tidak ingin meninggalkan jejak satupun


"Bos, pria itu sudah keluar, dia bersama seorang pria lagi.. Kelihatan nya dia asisten nya. Mereka naik Jeep hitam. " lapor satu orang.


"Terus awasi tempat ini.!! Dan laporkan pergerakan Ketua geng skull itu. " ucap Marco.

__ADS_1


Didalam mobil Jeep.


"Apa yang kau bawa Sai.. ??" Tanya Kun. aka. asisten Sai Long.


"Tidak ada.. Hanya dua pasang bola mata cantik. Mungkin saja ada orang kaya susah yang mau membelinya. " ujar Sai Long.


"Dasar dokter gila. " cibir Kun.


"Kau yang gila. Sudah tau aku gila, tapi masih saja betah jadi asisten ku. " balas Sai Long.


"Karna aku sadar, hanya dokter gila seperti mu yang mampu memberi gaji fantastis dari pada dokter waras. " jawab Kun.


"Hei!!! Apa kau sadar mobil di belakang itu terus mengikuti kita?" Kun sesekali melihat ke arah spion panjang di depannya.


Sai Long memutar tubuh nya kebelakang.


"Hahh!! Siapa yang mengikuti.!! ?"


"Sai berpegangan, kita akan melesat. " Kun mengubah persneling mobil dan Ssyyuuuuhhhh....


Mobil melesat.. Ibarat jika kartun, maka akan ada angin dan asap yang menyertai melaju nya mobil Jeep itu.


"Mereka tau jika di buntuti... Baik. Akan ku ikuti kemana-mana" Marco mengejar mobil Jeep hitam itu.


Sementara itu di Villa milik Marco.


Karena sudah menunjukkan pukul 12 malam. Lusy hanya bisa membolak-balikan tubuhnya tanpa bisa terlelap. Sedangkan Lona sudah tidur karena tubuh nya yang lelah. Ditambah kondisi nya yang tiba-tiba drop sejam setelah sampai di Villa. D dengan sigap memanggil dokter pribadi Marco.

__ADS_1


Dokter bilang Lona syok, kelelahan, tubuh nya dehidrasi ditambah dengan suhu tubuh nya mulai meningkat. Jadi dokter memberikan beberapa obat. Dan memberi cairan infus.


__ADS_2