
NY🗽
07.15 malam
Toko kue dan roti.
TRRRIINGGGGGG...... TTRRIINNGGG......
Lonceng pintu toko kue berdenting. Pertanda datang nya pengunjung. Seorang wanita berusia matang nampak tersenyum hangat melihat siapa yang datang berkunjung.
"Lusy... Sam... bibi merindukan kalian berdua... "
"Bibi Rosie kami juga merindukan mu... Maaf ya Bi... aku baru berkunjung. " Lusy memeluk bibi Rosie.
"Ikuuutttt... " Seru Sam.
Bibi Rosie langsung mengarah kan telunjuk nya ke Sam.
"Mau ngapain??" tanya bibi Rosie.
"Mau ikut peluk. " jawab Sam
"Eiittss Gak boleh... Sana pelukan sama Terry sana... " larang bibi Rosie.
hah.. ???yang bener aja aku pelukan sama si Terry... gerutu Sam.
Terry yang mendengar nama nya di sebut langsung menyahut.
"Mmeeoonggg!!... "
"Tuh Terry udah nungguin Sam.. hahahah" Gelak bibi Rosie.
"Oh iya Bi. Aku kesini mau nganterin kue buatan ku sendiri. Sebenarnya gini bi.... aku mau bikin usaha kue, tapi belom tau apa apa.. jadi aku minta bi Rosie yang mengarah aku. " tutur Lusy.
"Wahhh.... seperti nya bakat Aurelie menurun pada mu Lusy" Bibi Rosie mengelus rambut Lusy.
Aurelie[ ibu nya Lusy]
"Bibi akan bantu kamu Lusy. Kau harus bisa mewujudkan mimpi mama mu. Mama mu ingin punya toko kue, jika kau sudah besar. Namun Tuhan lebih sayang pada mama mu. " Tutur Bibi Rosie.
"Bibi Rosie, boleh dong aku minta roti almond nya... " Sam yang menyadari suasana akan berubah, langsung mencair kan nya.
"Aku juga Bi.. Mau roti almond. " Seru Lusy.
"Ya sudah Bibi ambil kan ya. Sama seperti biasanya kan??"
"Iya bibi. Aku pakai selai kacang, Sam pakai selai cokelat. " jawab Lusy.
__ADS_1
Bibi Rosie mengambil kan roti almond dan selain kacang serta selain cokelat untuk Lusy dan Sam.
"Terima kasih bi...Nyammm..... " Tanpa babibu Sam langsung melahap roti dengan selai cokelatnya.
"Eehh... Lusy, apa itu???" tanya bibi Rosie saat melihat beberapa box kecil yang gepeng.
"Oh.. itu... nyeemm... nyam... sebentar bi aku habiskan roti ku dulu. " Jawab Lusy.
"Ehemm... Itu adalah kue buatan ku Bi... Aku membuat nya tadi. Dan maksud kedatangan ku kesini ingin bibi menawarkan pada setiap pelanggan yang berkunjung. Ya.. hitung hitung sebagai promosi bi... hehehe" jawab Lusy di kekehi bagian akhir.
"Oh... oleh bibi Lihat??"
"Silahkan bi... kalau bibi mau mencicipi nya juga boleh. Aku membuat banyak. Sementara itu sebagai sampel gratis sebelum menjual nya. " Tutur Lusy.
"Bibi tau... Kakek ku sangat suka dengan kue yang ini... Katanya terasa sehat... Aku tidak paham. Tapi bagi ku ini juga enak. " celetuk Sam.
"Astaga bibi, Sam mana tau soal rasa. Bagi nya semua makanan itu ada dua rasa. Yang pertama enak dan yang kedua sangat enak. Coba kalo di kasih makan kayu, batu, sama pasir. Itu aja di bilang enak Bi...!! " Lusy mengompori Sam.
"Eeemmmm.... Enak...!!! " Mata Bibi Rosie membulat sempurna. Jika tebakan bibi tidak salah.... Kue ini sangat di rekomendasi untuk lansia seperti nenek dan kakek kalian. " tebak Bibi Rosie.
"Yuppp.... 100 buat bibi.... Aku membuat nya, karena aku ingin para lansia seperti nenek ku bisa memakan kue enak tanpa manis yang berlebihan... Takut nya mereka terkena diabetes.... Aku tidak menggunakan gula di dalam nya, tapi lebih banyak ke sari buah dan juga madu... " jelas Lusy.
"Kau tidak perlu menjadi kan ini sampel Lusy... Jual saja sekarang, bibi yakin kurang dari 30 menit kue mu akan ludes tidak bersisa, walaupun hanya remahan nya saja. " Bibi Rosie sangat antusias dengan rasa kue Lusy.
Bibi Rosie langsung mengambil smartphone nya dan...
Jepret... jepret... jepret....
Banyak balasan memenuhi postingan kue Lusy. Dalam sekejap Bibi Rosie sudah memberitahu pada teman temannya.
"Tunggu lah 10 menit lagi Maka beberapa orang akan membeli kue mu... Oh iya berapa harga kue mu ini. Bibi saran kan agak sedikit mahal. Karena bukan hanya rasa tapi kue mu ini juga sehat. " Tukas Bibi Rosie.
"Hehhmmm... Muncul deh jiwa matre nya Bibi. " Sindir Sam.
"Ya.... aku gak tau bi.... Kan aku bilang aku gak pernah jualan kue kaya gini... Terserah Bibi aja... Nanti hasil nya bagi dua aja. " jawab Lusy.
"Ehh kamu yang bener aja Lusy. Kalo di bagi sama rata, kok bibi mirip ke korupsi ya. hehehe... Gini aja. Keuntungan nya kamu ambil aja semua. Bibi gak usah kamu pikirkan. " jelas Bibi Rosie.
"Bibi yakin... Tapi kan..... "
TRRIINGGG..... TTTRRIINGGG.....
"Yuhu.... Rosie!! where are you!??? Mana kue nya... " seorang pelanggan wanita dengan piyama tidur...
"Ya ampun Flory... Ku tunggu kok lama banget. " Bibi Rosie Bercipika cipiki ala wanita wanita matang.
"Eh... ini, kue buatan anak sahabat ku. Enak banget. Gak nyesel loh kalo kamu cobain. " Bibi langsung menyodorkan kue buatan Lusy.
__ADS_1
"Astogeh.. Dragon!!! Rosie!!! ini enak bangeettt... kue apa nieechh...... " Mata Flory langsung membulat seperti akan keluar dari tempat nya.
"Ini loh... dia udah aku anggap keponakan ku... Lusy nama nya.... " Bibi Rosie mengenal kan Lusy..
TTTTRRRIINGGG..... TTRRIINNGG.. TTTRRINGGG...
"Rosie mana kue yang kamu bilang tadi!! "
"Beibss Rosie kamu nggak lupa sama aku kan Chinnnn.. "
"Rosie awas aja kalau kue nya udah abis. Aku belom cobain.... "
Teman-teman sebaya dengan Bibi Rosie langsung menyembur begitu sampai di toko.
Sam dan Lusy tercengang..
"ternyata Bibi Lusy temenan sama penghuni kebun binatang... Ribut banget. " Sam
" Gila.. Kuping Bibi Rosie kuat banget . Telinga ku mau pecah.. Udah kaya kembang api tahun baru... meledakkkkk... " Lusy.
......................
Suatu tempat di hutan.
01.00 dini hari.
"Mr. M...!!! Sudah saat nya kita berangkat"
"Baik. Siap kan mobil ku. " Mr. M
Sosok tinggi dengan jubah hitam, dan topi hitam menutup wajah. Tak jarang rokok di jemari nya ia hisap dan menghembuskan asap nya.
Topeng yang hanya menutupi area mata. Kemeja dan jas hitam senada dengan celana bahan plus sepatu Pantofel mahal yang terlihat mengkilap.
"Jalan sekarang! " Sebuah titah tegas dan berwibawa.
Mobil pun melesat menuju ke suatu tempat. Jalanan terlihat sepi. Beberapa bar dan club malam nampak ramai pengunjung. Tempat orang orang mencari hiburan sesaat.
Mr. M nampak diam sesekali melihat keluar. Hingga mata nya melihat jalan yang pernah di lalui nya
Sebuah senyum tipis. Sangat tipis, menghiasi wajahnya yang tertutup topeng.
"Mr. M, kita sudah sampai. " Lapor supir Mr. M.
Mr. M menekan sesuatu di telinga nya.
"Kill them. " Smirk lolos dari bibir indah nya.
__ADS_1
Tak lama terdengar tembakan, ledakan diiringi jeritan memilukan dari tempat itu.
Mr. M kembali ke mobil nya dan melesat menembus kegelapan.