
Nenek Anna dibawa menggunakan helikopter menuju rumah sakit. Langit malam penuh dengan awan awan yang mungkin akan menurunkan hujan. Membuat penerbangan ini terasa sedikit berguncang. Sementara di bawah sana jalanan terlihat kendaraan berlalu lalang.
Sangat berbeda dengan kondisi Lusy di villa. Meringkuk di atas kasur empuk tanpa selimut. Makanan para pelayan tak di hiraukan sejak tadi hingga menjadi dingin.
"Nenek... kapan nenek kembali? "
Tokkk... Tok... tok
"Kak Lusy.. aku mohon buka pintu nya kak..!! " Ternyata Lona.
Lusy mengabaikan suara itu. Yang di kepalanya hanya Nenek dan nenek saja. Bahkan ia menutup telinganya dengan bantal.
"KAKAKKK.. NENEK SUDAH DI RUMAH SAKIT... KAK MARCO BERHASIL MENYELAMATKAN NENEK!!! " entah alasan apalagi yang harus Lona katakan untuk membujuk Lusy keluar.
"Tidak!! kau bohong Lona.. Jika nenek selamat, Marco yang akan memberitahu ku langsung. " jawab Lusy.
"Eeii... dia tau aku bohong ya? " Lona terjengit..
Sementara Lona sedang memikirkan alasan untuk membuat Lusy keluar, D datang dengan tergesa-gesa.
"Nona.. nona Lusy..!! buka pintu nya!! Nenek mu berhasil bos selamat kan.. !!! " Laporan dari D membuat Lona kaget.
Apa!!? bualan ku jadi nyata!!? Gumam Lona.
"Dimana nenek ku sekarang? " Lusy keluar tiba-tiba dengan mata bengkak dan hidung merah.
"Nenek Anna sudah di rumah sakit. Dan mendapat penanganan medis.. Bos meminta ku melaporkan nya untuk mu " jawab D lagi.
"Kenapa bukan Kak Marco sendiri yang bilang? " potong Lona.
__ADS_1
"Bos juga dalam kondisi terluka, tidak parah.. hanya luka kecil saja. " jawab D.
"Baiklah D.. Bawa kami ke tempat nenek sekarang!" Lusy hendak menutup pintu kamar nya tapi D menyela.
"Maaf Nona.. Tapi bos sudah berpesan, kalian tidak boleh keluar kemana pun malam ini.. " ucap D.
"Kemana pun?? " tanya Lona.
"Iya nona. "
"Kau bercanda!!? Nenek ku kondisi nya entah bagaimana karena penculik sialan itu!! Dan kau melarang ku untuk bertemu nenek ku!!!? "
"Ini perintah Nona.. Maaf ini juga demi keselamatan kalian."
Tanpa basa-basi D dengan cepat menutup pintu kamar Lusy dan menguncinya dari luar.
Melirik ke arah jendela, kesempatan untuk melarikan diri. Tanpa mengecek keadaan di bawah sana, Lusy mencoba untuk turun. Tapi seperti nya keadaan tidak memihak Lusy.
"Nona mau kemana? " Ternyata perbuatan Lusy diketahui oleh bodyguard yang berjaga.
astaga... kenapa penjaga penjaga ini ada dimana mana!!?
" Aku ingin buang angin.. karena takut kamar ku bau jadi aku ingin keluar saja.. hehehe " jawab Lusy asal.
"Maaf nona, silakan buang angin sepuasnya di kamar anda. Karena setiap ruangan di villa ini dilengkapi dengan sirkulasi udara yang baik. Ditambah anda hanya seorang diri di kamar ini.. jadi sebusuk apapun aroma kentut anda.. hanya anda sendiri yang mencium nya. " jelas penjaga itu.
"Maksud mu kentut ku bau??! Iya!!? " Lusy tidak Terima aroma gas nya di klaim berbau busuk.
"Saya tidak mengatakan nya nona, anda sendiri yang bilang. Silakan masuk kembali ke kamar karena ini adalah perintah!! " ucap penjaga itu lagi.
__ADS_1
Lusy sudah kadung kesal dengan penjaga yang menyebut kentut nya bau, kembali masuk ke dalam kamar nya.
"Penjaga itu terus terang sekali!! Enak saja mengatai kentut ku bau busuk.!! Memang nya kentut nya sudah wangi, begitu?!! "
"Terserah lah.. Aku bisa bertemu nenek besok.. Aku harus bangun lebih awal. " Lusy berjalan lesu menuju kasur nya.
Tanpa mematikan lampu dan tanpa selimut, Lusy sudah masuk ke dalam mimpi.
...****************...
Di rumah sakit Kota. Nenek Anna sedang di tangani. Kondisi tubuh nya memburuk. Obat bius dengan dosis tinggi yang di suntik kan ke tubuh nya membuat beberapa saraf nya lumpuh ditambah benturan akibat terlempar keras saat di klub malam membuat kondisi nya memburuk.
Marco yang luka-luka nya sudah diperban menemui rekan nya yang seorang dokter. Dokter itu menangani nenek Anna.
"Yorgi.. Bagaimana kondisi pasien itu? " tanya Marco.
"Aku bingung menyatakan nya bagaimana.. Hasil tes lab juga mengidentifikasikan bahwa dia juga menderita penyakit. " jawab dokter Yorgi.
"Penyakit? " tanya Marco.
"Iya. Sebelum nya pasien sudah pernah datang dan cek kesehatan bersama cucunya. Setelah pemeriksaan aku menyimpulkan nenek itu menderita nefritis. Aku kira tidak. Aku meminta cucunya untuk memeriksa kembali. Ternyata setelah aku cek tadi memang benar dia menderita penyakit nefritis. " jelas Dokter Yorgi.
"Ditambah dengan luka-luka itu dan dosis bius yang cukup tinggi.. aku tidak yakin dengan kondisi pasien itu. " tambah Dr. Yorgi lagi.
"Kau bercanda?! "
"Untuk apa aku bercanda dengan nyawa seseorang? "
Tidak mungkin!! Lusy aku harus bagaimana??!
__ADS_1