
“ jangan di pegang bego! Tangan lo banyak virus, ”kata Saka dengan alis bertaut kala Kucingnya di sentuh oleh Dean.
“ virus bapakmu! ”Sentak Dean.
“ lo kenapa Bum? ”Tanya Jefran heran melihat Bumi yang tidak biasanya menjadi diam. Teman yang lainnya pun ikut melihat Bumi yang hanya bersandar dengan menutup matanya.
“ datang bintang, ”celetuk Dean.
Saka meringis kala Jefran melempar botol air yang masih penuh ke burung Dean.
“ ngilu anjing! ”Umpat Dean.
“ gue mikirin Asta, ”kata Bumi membuka suara.
“ maksud lo Antas? ”Tanya Saka.
“ Emang dia kenapa? ”Tanya Dean yang memegang burungnya membuat teman lainnya geli.
“ seberjuang itu buat biaya Mama-nya, di tambah lagi dia bakal ngelakuin apa pun buat Mama-nya. Gue salah plus gagal banget jagain dia, gue ngerasa gak berguna, ”kata Bumi.
“ sshh miris amat tuh cewek. Tapi ya Bum, gue salut banget sih sama dia yang meskipun nyebelin banget, di saat semua remaja kayak kita yang maunya cuma seneng-seneng, foya-foya dan mau ambil senengnya aja tapi dia enggak. Bahkan sepeser uang pun gak di terima dari kita, bahkan nih ya dia bisa gak makan tiga hari supaya uang-nya gak berkurang, ”jelas Saka.
“ bukan salah lo sepenuhnya. Tapi lo tetep salah dengan ngelantarin Antas. Sebenci apa pun dia sama lo seharusnya lo lebih usaha lagi buat deketin dia apa pun caranya. Dia cewek, tapi separuh hidupnya udah kayak cowok aja, ”sambung Jefran.
“ gue bakal lebih usaha lagi, dan gue pastiin dalam beberapa bulan ke depan gue harus bisa nemuin bukti kalo bukan gue yang celakain Mama Asta, ”kata Bumi yakin.
“ lo tenang aja Bum, selagi ada kita semua bakal lebih mudah, ”kata Dean menepuk pundak Bumi.
“ bener tuh, kita semua bakal berjuang juga buat nemuin semua bukti itu, ”sambung Saka mengangguk mantap.
Sedangkan Naren? Cowok yang sedari tadi diam itu pun menepuk pundak Bumi lalu pergi.
“ set dah tuh bocah emang aneh, ”gumam Saka.
“ syutt di smackdown mampus lo, ”ujar Dean.
...****...
“ yaudah gue pulang duluan oke, ”pamit Antas dengan menyampir jaket kebanggaan MG di pundaknya.
Terdengar deruman motor Antas dan perlahan menghilang, jelas menandakan bahwa gadis itu sudah meninggalkan markas.
Di perjalanan pulang ia bernyanyi pelan dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya. Lagu itu selalu membuat hatinya berbunga.
“seperti nadimu yang selalu denyutkan setia aku bahagia menjadi pemiliknya. Bagaimana bisa, aku jatuh cinta. Berulang kali, berulang kali pada orang yang sama. ”
Namun lanjutan lagunya terhenti saat ia melihat dua motor sedang mengikutinya dari belakang. “ damn it. ”
Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 21.15
Selain itu, jalanan yang ia lewati juga sepi. Hanya ada beberapa rumah itu juga dengan jarak yang berjauhan.
Sebisa mungkin ia fokus agar tidak terjatuh karena jalanan lumayan licin habis hujan. Dua motor tadi tidak berhenti mengejar Antas, entah apa tujuannya juga Antas tidak tahu.
“ ****** siapa sih? ”Kesal Antas.
Empat lawan satu? Gak! Jangan berpikir untuk melawan Antas, jalan aja terus.
__ADS_1
Ia merogoh handphone-nya di saku celananya itu. Tanpa melihat kontak ia sembarangan memencet dan membesarkan volume dengan menaikkan kaca helm-nya.
Halo?
Duh sorry ya siapa pun lo mon maap ganggu nih, gue butuh bantuan di jalan yang sepi itu loh yang deket gudang rokok yang kebakaran kemarin.
Kenapa?
Gue di kejer anjir dari tadi nih capek gue muter-muter jalan mulu, mana jalanan licin lagi
Ok
Tut..
“ emang siapa yang gue hubungi tadi yak? ”Cengo Antas.
Brukh
“ Anjeng! ”Umpat Antas meringis perih tertimpa motornya sendiri.
“ siapa sih? Pengecut lo sampe main tendang-tendangan gitu hah? Lagian lo pada ngapain sih ngekorin gue? Gue gak ada uang buat jajanin kalian, ”omel Antas.
Matanya membulat kala kaca helm mereka terangkat. “ si lembek?! ”
“ minta uang sama lo? Sekarang aja lo udah miskin gak guna tau gak. ”
“ Alex tau mampus lo, jangan bilang gitu bego! Dia crush Alex podoh. ”
“ yee pake bisik-bisik lagi, bantuin gue bangsat sakit nih kaki gue kejepit tolol, ”selanjutnya Antas mengabsen semua hewan di kebun binatang karena keempat anak buah Alex itu pergi meninggalkannya sendiri.
“ BANGSAT PENGECUT LO SEMUA! BESOK GANTI GENDER YA PAKE ROK JUGA, ”teriak Antas kesal.
Rasanya perih juga sakit, namun gadis itu bisa apa? Tunggu saja bantuan datang dari orang yang dia hubungi tadi.
sekitar tujuh menit lamanya ia menunggu, deruman motor semakin terdengar. Namun Antas tetap bersikap santai dengan posisi mata yang tertutup. Ia lelah.
“ Antas, ”panik Naren langsung turun dari motornya dan mengangkat motor Antas.
Mendengar itu barulah Antas membuka matanya dan duduk dengan bantuan Naren.
“ sorry gue telat, ”kata Naren seraya mengecek seluruh tubuh Antas.
“ gue tadi nelfon lo ya? Haha maaf ganggu ya tadi gue asal pencet aja. ”
“ bisa bangun? ”Tanya Naren.
“ bisa dong! ”
Baru ingin berdiri seutuhnya, gadis itu kembali terjatuh di pelukan Naren.
“ sshh perih anjir, ”gumam Antas menyelipkan anak rambutnya.
“ kaki lo luka, ke rumah gue sekarang, ”titah Naren langsung menggendong Antas naik ke atas motornya. Antas yang terkejut hanya terdiam dan mengikuti arahan cowok itu.
“ motor gue? ”Tanya Antas.
“ aman, ”singkat Naren lalu menjalankan motornya.
__ADS_1
...****...
“ sshh ahh pelan-pelan, ”ujar Antas.
Naren mengelus tengkuknya dengan leher tubuh yang merinding.
*******
Ayolah, meski Naren bersifat kulkas tetap saja manusia. Iman cowok itu ahh sebatas apa coba?
“ siapa? ”Tanya Naren tidak jelas.
“ hah? Oh, siapa lagi kali bukan si lembek, ”jawab Antas.
Setelah selesai mengobati gadis itu, Naren kembali memasukkan semua obat dan alat ke dalam kotak P3K itu.
Cowok itu melirik jam di dindingnya. Sudah menunjukkan pukul 22.30
“ tidur di sini, gue gak izinin lo pulang. ”
Antas cengo dengan otaknya yang loading sebentar setelah ia mengangguk tanpa sadar. “ eh apa? Terus gue tidur di mana? ”
Naren menghela nafasnya, memangnya rumahnya itu seperti gubuk apa? Di rumah sebesar dan seluas itu pastinya memiliki banyak kamar. Gadis itu benar-benar membuat Naren serta siapa pun yang berada di dekatnya akan pusing dengan tingkah anehnya itu.
“ lo bisa tidur di kamar adek gue, ”kata Naren.
“ terus adek lo? Emangnya gak ada kamar tamu? ”Tanya Antas.
“ belum di bersihin, adek gue tidur di markas. ”
Antas mengangguk dan tersenyum tipis. Cowok itu menggendong Antas melewati tangga dan membaringkannya di kasur besar milik Adiknya itu.
“ kamarnya dark banget ya, pasti adek lo ganteng banget, ”kata Antas.
Naren hanya berdeham sebagai tanggepannya, lagian apa hubungannya kamar dengan warna hitam putih dan kegantengan seseorang?
Antas kembali memanggil nama Naren saat cowok itu akan melangkah keluar dari kamar Adiknya itu. “ Goodnight. ”
“ too. ”
Baby.
...****...
Di dalam kamarnya saat ini Naren Menelepon seseorang.
Hah apaan?
Tidur di markas atau rumah temen lo, jangan pulang ke rumah malam ini.
Gila lo? Gue udah di jalan hampir sampe rumah dan lo ngusir gue?!
Bukan ngusir, buat malem ini aja. Nurut lu awas pulang ke rumah, puter balik.
Tap—
Tut...
__ADS_1
“ bangsat lo Ren, ”umpat Bagas lalu memutar motornya.
“ gue mau tidur di mana anjir? ”Tanya-nya sendiri. “ Nathan! Kan cuma tuh bocah yang tinggal sendirian. ”