
Isinya beberapa lembar foto, sepucuk surat dan flashdick. Foto-foto itu memperlihatkan tempat kejadian di mana Mama-nya terluka, serta Bumi dan teman-temannya yang di atas motor. Sedangkan Alex dan kedua anak buahnya berdiri di samping Mama-nya yang sudah terbaring lemah dengan pisau yang masih menancap. Di foto itu juga terlihat jelas bahwa wajah Alex sangat terkejut melihat Bumi dan teman-temannya.
“ maksud semua ini apa? ”Tanya Antas lalu membaca surat dengan dua paragraf itu.
Ini beberapa bukti yang bisa bikin pikiran lo kembali ke awal. Liat dengan jelas waktu, tanggal dan hari di pojok bawah kanan foto. Masih kurang percaya? Ingat lagi kejadian lalu yang jelas lo liat dengan mata kepala lo sendiri.
Ia berhenti membaca dan mengingat hal buruk itu. Memang benar, waktu, tanggal dan hari di foto itu sama.
“ di sini kayaknya Bumi sama temen-temennya baru dateng, itu semua karena mereka masih di atas motor. Sedangkan Alex, ngapain dia berdiri aja? Dan mukanya keliatan kaget. ”
Antas kembali membaca surat itu lagi.
Gak percaya juga? Menganggap ini editan karena lo pikir gue cuma mau bersihin nama Bumi? Liat isi video di flashdick itu, foto yang gue cuci di ambil dari video itu. Video gak bisa di edit dengan sempurna kan.
Lantas ia mengambil laptopnya dan menonton video dari flashdick, ia benar-benar harus memastikan bahwa tidak akan ada kesalahpahaman di bukti ini.
Video berdurasi tiga menit itu sukses membuat Antas mematung. Ia salah, sangat salah karena menuduh Bumi, justru cowok itulah yang membantu Mama-nya. Sedangkan yang menusuk Mama-nya adalah Alex beserta tiga temannya Dani dan Gibran. Saat teman-teman Bumi ikut turun Alex dan kedua temannya langsung lari dengan motornya masing-masing.
“ jadi Bumi di fitnah? Pantes, Alex dengan cepat bawa gue ke sana. ”
...****...
“ eh ambilin gue cabe dong kurang pedes ini, ”kata Cila pada Letta.
“ kurang pedes teross sakit perut tau rasa lu, ”balas Letta. Tapi cewek itu tetap mengambilkan cabai untuk Cila.
“ oh iya Ta, tadi malem kalo gak salah gue liat lo bareng Saka bener gak sih? Di cafe Bustrack itu, ”kata Narra.
“ lo nge-date? ”Tanya Cila.
Letta tersenyum bahagia lalu mengangguk. “ iya, dan lo tau nggak? Saka romantis banget astaga makin sayang deh gue. Masa' dia udah ngasih gue kalung terus ngasih gue bunga sama boneka juga. ”
“ kalung itu? ”Tanya Narra menunjuk leher Letta.
“ yaiyalah kan baru liat si Letta pake tuh kalung, ”jawab Cila. Letta tertawa pelan.
“ ck ck langgeng deh lu berdua, cocok banget asli, ”ujar Antas.
“ ho'oh sama-sama lebai, ”celetuk Narra.
“ yee suka-suka gue dong kayak lo nggak aja, ”nyinyir Letta.
“ emang enggak wlee. ”
__ADS_1
“ yaelah si Narra mah sekarang doang bilang kayak gitu, ntar juga kalo udah jadian sama si buaya bintang lima itu bakal sama bucinnya, ya gak Ntas, ”kata Cila tertawa lebar.
Antas pun ikut tertawa. “ yoi bener tuh.”
“ ish apaansih gak ya! ”Bantah Narra.
“ ululu yang malu-malu miauuww, ”ledek Letta. Antas dan Cila hanya tertawa seraya menggoda Narra yang sudah merah padam dengan mencolek dagu dan pipinya.
Saat Narra ingin membalas, orang yang di bicarakan pun tiba.
“ yo gaes! ”Sapa Dean yang langsung duduk di sebelah Narra, Saka sudah pasti di sebelah kiri Letta.
Antas, Cila dan Letta semakin tertawa lebar saat melihat Narra yang sudah gugup karena Dean langsung duduk di sampingnya. Sadar dengan tingkah aneh Narra membuat Dean bertanya-tanya. “ kenapa lu? ”
“ hah? Eh— gak pa-pa. Lo ngapain duduk di samping gue sih? kan samping Antas sama Cila masih kosong, ”jawab Narra membuat Dean menaikkan sebelah alisnya.
“ lah kenapa emangnya? Suka-suka gue dong mau duduk di mana, sewot banget mulut bebek. ”
“ hahaha bukannya udah jelas kalo si doi gugup, ”kata Cila.
“ nah iya bener tuh, ”sambung Letta.
“ eh apaan sih gak ya! ”Bantah Narra. Sementara Antas menggelengkan kepalanya.
“ udah yang makan dulu ini, goda si Narra mulu kasian tuh malu, ”kata Saka menyuapi Letta. Cewek itu hanya terkekeh pelan.
Yang satu buaya yang satu gengsian, jadi dah anaknya Busan.
...****...
Istirahat mereka semua berkumpul di rooftop.
“ Saka, Dean, ”panggil Antas yang langsung di toleh keduanya.
“ ehm— Naren ke mana? Kok dari tadi gue gak ada liat tuh kulkas? ”Tanya Antas.
Saka dan Dean saling melihat satu sama lain lalu tersenyum jahil. “ Naren atau Bumi, ”kata Saka.
“ Naren ish, ”balas Antas.
“ halah gengsian lu padahal sama kita juga. Naren sama Bumi bakal izin buat beberapa hari, ada urusan katanya, ”jelas Dean.
Antas mengangguk. “ owh oke. ”
__ADS_1
“ urusan apa? ”Tanya Letta.
“ rahasia sayang, ”jawab Saka lembut yang seketika semua teman memasang bergidik.
Urusan? Urusan apa?
Saat bel masuk berbunyi semuanya pun kembali ke kelasnya masing-masing. Kali ini kelas Antas memasuki pelajaran Biologi.
Lima belas menit pelajaran berlangsung membuat Antas dan Narra mengantuk. Pasalnya guru Biologi mereka -Bu Irma- memiliki suara yang sangat lembut dan mendayu-dayu. Wajar bukan jika muridnya selalu mengantuk? Selain itu juga Bu Irma terlalu serius, tidak ada candaan sedikit pun dan hal itu membuat murid menjadi bosan.
Antas melirik Narra, Saka dan Dean yang kepalanya sudah menempel di meja, tertidur. Baru ingin ikut ke alam mimpi, Antas teringat tentang bukti tadi malam.
Kira-kira siapa yang ambil video itu? Video itu jelas di ambil dari anggota mereka karena si pengambil video di bonceng.
Tapi gue mau cari ke mana? Geng mereka kan udah lama bubar, bahkan sekarang Bumi bangun geng barunya lagi.
Cewek itu kembali mengingat bahwa semua anggota yang ia lihat di video itu lengkap, kecuali— Devan.
Mustahil Devan yang ngirim semua itu, jelas gue sendiri yang celakain dia bahkan sampai sekarang juga masih di rumah sakit.
Ini ambigu, gue harus cepat cari tau orangnya dan selesaikan semuanya dengan cepat.
...****...
“ gimana? Selesai? ”Tanya Bumi.
Naren, Bumi serta satu orang lagi sedang berada di rumah Bumi.
“ hm beres, bukti berupa foto dan videonya gue taruh dalam kotak, gue juga nulis surat yang setidaknya bikin dia yakin. Karena kita semua tau, dalam masalah ini Asta gak mungkin semudah itu buat percaya, ”jelas orang itu, sebut saja D
“ Antas tau yang ngirim itu lo? ”Tanya Bumi lagi.
D menggelengkan kepalanya. “ aman, percayain semuanya sama gua. Dan gue pastiin Alex bakal dapat hukuman yang setimpal. ”
“ sshh gue jadi gak sabar ngeliat tuh cowok di jotos abis sama Asta, ”sambungnya.
“ misi pertama berhasil, lo harus lebih waspada. Kita bertiga juga tau jelas kalo Antas juga licik, dia bisa tau lo kalau dia benar-benar ingin tau, ”kata Naren mengingatkan.
“ sip Ren, kita sama-sama berjuang dulu, ”balas D.
“ oh ya, Saka sama Dean kenapa gak ikutan juga? ”Tanya D.
“ kalo mereka juga ikut Antas semakin curiga. Karena dalam masalah ini kita berdua izin gak masuk sekolah selama beberapa hari, ”jawab Bumi.
__ADS_1
“ tapi mereka tau kan? Gue gak mau nanti kalian di kira nyimpen rahasia, sementara dua orang itu anggota inti kalian, ”kata D.
“ mereka tau semuanya, dan mereka juga gak keberatan kalo gak ikutan nyari bukti, ”kata Naren.