
Antas sudah kembali ke apartemennya kemarin. Pagi hari ini juga gadis itu sudah memakai seragam sekolah dengan baju yang di keluarkan dan mengenakan celana jeans terlebih dahulu. Selesai memasukkan beberapa buku ia juga melipat rok sekolahnya dan di masukkan ke dalam tas sekolanya.
“ oke sempurna, ”gumamnya lalu menyampir tas ke bahu kanannya.
Sampainya ia di sekolah tak langsung masuk ke kelas. Ia tetap duduk di motornya menunggu di parkiran. Gadis itu tahu jika teman-temannya belum datang, oleh sebab itu ia menunggu.
Tak lama kemudian datanglah teman-temannya yang seperti biasa sangat rusuh dan berisik. Terlebih lagi melihat Antas yang sudah masuk sekolah.
“ wehh liat nih si biang kerok sekolah lagi, ”kata Dean turun dari motornya dan bertos ria dengan Antas.
“ tinggal menghitung jam pasti sesuatu bakal terjadi, ”sambung Saka tertawa dan bertos ria juga.
“ ngeledek ya lo pada, ”balas Antas.
“ denger dari Bumi sama Naren katanya Mama lo udah baikan? ”Tanya Saka.
“ alhamdulillah sih gitu, tinggal nunggu Mama gue sadar dan bener-bener sehat sepenuhnya aja, ”jawab Antas.
“ wah ada hasilnya juga lo sabar selama ini Ntas, kita turut senang deh, ”kata Dean.
“ haha makasih ya, ini semua juga berkat doa dari kalian, ”kata Antas.
“ yoi, kita duluan ke kelas deh lo mau sekalian atau nunggu di sini dulu? ”Tanya Dean.
“ emang Bumi sama Naren bukan di belakang kalian, nyusul gitu? ”Tanya Balik Antas.
“ kagak, kita berdua aja pas-pasan di depan sono, ”jawab Saka.
“ oh yaudah kalo gitu kalian aja duluan ke kelas. Gue nungguin yang lain di sini, ”kata Antas. Saka dan Dean mengangguk lalu pergi ke kelasnya terlebih dahulu.
Selang beberapa waktu terdengar deruman motor yang Antas yakini itu adalah milik Bumi dan Naren. Benar saja keduanya datang secara bersamaan dengan Cila di belakang mereka dan satu mobil yang jelas ada Narra dan Letta.
“ widih akhirnya sekolah lagi lo, ”kata Cila.
“ haha iya dong yakali izin mulu. ”
“ eh kita ada PR loh, ”kata Narra.
“ yee lo mah Antas baru dateng juga udah gosipin PR. Percuma gue yakin nih anak gak bakal bikin, ”kata Letta.
“ nah bener tuh, tinggal nunggu dramanya aja nanti gimana, ”sambung Cila tertawa lebar.
“ ooh ngeledek juga lo pada awas aja ya ntar, ”kata Antas.
“ masuk kelas cepat, ”titah Naren tanpa ekspresi lalu pergi.
“ kita duluan ya Ntas, ”kata Cila lalu pergi di ikuti Narra dan Letta.
Yang tersisa hanya Bumi dan Antas, keduanya saling pandang dan terdiam sejenak lalu tertawa bersama. Padahal hanya saling tatap.
“ gimana suasana hatinya hm? ”Tanya Bumi memainkan rambut Antas.
Antas mengetuk jarinya pelan di dagu sambil berpikir. “ ehm bagus gak ya? ”Goda Antas.
Bumi tertawa geli. “ harus bagus dong, kan bentar lagu merdeka. ”
__ADS_1
Antas ikut tertawa dan mencubit perut Bumi. “ merdeka di hati lo yang ada. ”
Bumi menangkup wajah Antas dan menggoyangkannya perlahan seperti bermain slime.
“ udah pinter ya sekarang, ”kata Bumi tertawa geli.
Antas juga ikut tertawa geli. “ iya dong Antas gitu loh! ”
“ Antas. ”
Keduanya menoleh ke sumber suara.
“ beneran Antas kan? ”Tanya cowok tersebut.
Bumi menurunkan tangannya. “ lo kenal? ”Tanya Bumi.
Antas menggeleng. “ gue gak kenal, tapi kayaknya pernah liat deh. ”
“ inget orang yang ngasih lo helm? ”Tanya cowok itu.
“ ehm gue lupa sih tapi helm-nya ada tuh di— ”Antas membulatkan matanya dan menutup mulutnya.
“ lo.. Yang ngasih helm itu sebagai hadiah kan? Eung.. Siapa dah namanya gue lupa, ”kata Antas.
Cowok itu tertawa lebar. “ Kevin. ”
“ nah iya Kevin. Bumi, dia orang yang ngasih gue helm karena gue menang balapan waktu itu masih inget kan? Gue yakin deh Bagas pasti ceritain semuanya ke lo, ”jelas Antas.
“ Jadi lo orangnya, btw thanks ya udah main sehat sama Antas. Kalo aja waktu itu lawannya bukan lo gue jamin pasti Antas pulang dengan banyak luka karena jatuh, ”jelas Bumi.
“ santai aja bro, lagian gue juga suka kok sama Antas, salut juga, ”balas Kevin.
...****...
Saat guru Matematika datang seperti biasa semua murid di kelas itu berhamburan duduk di tempatnya masing-masing.
Kevin yang baru saja masuk membuat Antas terkejut. Terlebih lagi cowok itu berjalan mendekatinya.
“ loh Kevin, lo sekolah di sini juga? Dan satu kelas sama gue? ”Tanya Antas.
“ kalian saling kenal? Dia ini cowok yang gue ceritain kemarin itu loh Ntas, yang murid baru itu, ”jawab Narra.
“ jadi lo murid barunya haha, ”kata Antas.
“ jadi, yang duduk sama Narra itu sebenarnya lo? ”Tanya Kevin.
Antas bingung lalu melihat Narra yang cengengesan.
“ iya gue duduk di sini, kan gue izin beberapa hari makanya kosong. Lo pasti duduk di sini kan? ”Tanya Antas.
Kevin mengangguk. “ Nar gue boleh duduk di sini sama Antas? Sehari ini aja kok. ”
“ boleh dong. Yaudah Ntas gue pindah sebentar ya, ”kata Narra. Lalu pindah ke meja singel di samping kanan Dean.
“ Antas kenal? ”Bisik Dean pada Narra.
__ADS_1
“ kayaknya sih gitu, ”balas Narra
Di sepanjang pelajaran Kevin dan Antas lebih terlihat semakin akrab. Dengan candaan Kevin yang terus membuat Antas tertawa pelan. Jika guru menerangkan pelajaran di depan maka berbeda dengan kedua manusia itu.
Dean melihat Saka yang dari tadi melihat Kevin dan Antas. Dengan tatapan tak suka Saka memang terlihat geram.
“ kenapa lo? ”Tanya Dean.
“ lo perhatiin deh mereka berdua, gue rada gak suka sama tuh cowok. Kayaknya dia berusaha deketin Antas deh, ”jawab Saka.
“ gue juga mikirnya gitu sih. Tapi 'kan mungkin aja mereka sahabatan dari kecil gitu, atau sepupu gitulah. Kita 'kan tau Antas bukan cewek yang bisa berteman sama sembarang orang, apalagi itu cowok, ”jelas Dean.
“ iya juga sih, tapi apapun itu kita tunggu jawaban dari Antas. ”
...****...
Saat istirahat tiba, seperti biasa Antas akan menjahili Saka dan Dean dengan bergelantungan di bahu mereka. Maksudnya, Antas di tengah keduanya dan merangkul keduanya. Lalu ia menaikkan kakinya dan bergelantungan.
“ berat bego! ”Kata Dean.
“ tau nih makin gendut lo gue perhatiin, ”sambung Saka.
Tak lama kemudian teman lainnya pun masuk ke kelas itu mengajak mereka ke kantin.
“ makan apa? ”Tanya Bumi memainkan pucuk rambut Antas.
Gadis itu tampak berpikir. “ ehm mau mi ayam aja deh yang pedes banget. ”
Bumi mengangguk lalu menggandeng tangan itu. Namun ia berhenti melangkah saat menyadari Antas berhenti di belakangnya. Bumi dan teman lainnya menoleh ke belakang. Terdapat Kevin dan menahan tangan Antas.
“ gue ikut, ”kata Kevin. Semuanya saling pandang kecuali Bumi yang sudah geram ingin melepaskan tangan itu dari gadisnya.
“ ayo Kev, ”balas Antas.
Sampainya di kantin semua temannya fokus melihat Antas dan Kevin yang terus bercanda. Posisi Antas di tengah Bumi dan Kevin.
“ lo liat kan, gue yakin tuh cowok punya rasa ke Antas, ”bisik Saka pada Dean.
“ di tanya dulu, ”balas Dean.
Bumi menghela nafasnya dan mengaduk mi ayam milik Antas yang dari tadi belum di sentuh.
“ makan dulu Asta, nanti di sambung lagi candaannya. ”
“ iya-iya ini mau makan kok. ”
“ kalian sepupuan atau teman masa kecil apa gimana? ”Tanya Dean membuat semua temannya melihatnya.
“ apa? Gue cuma nanya, ”kata Dean.
“ Kevin itu bulan lalu lawan gue di arena. Nah dia juga yang ngasih gue helm yang kata Saka gue beli dengan uang hasil Om Yanto, ”kata Antas.
Saka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “ bercanda. ”
“ jadi, kalian bisa di bilang baru kenal? ”Tanya Narra.
__ADS_1
Antas mengangguk. “ ya gitu deh. ”
“ baru kenal udah sok dekat, ”sindir Saka.