
“ bener apa yang di ceritain Saka sama Kevin Ntas? ” Tanya Cila.
“ he'em sampai sekarang orangnya masih belum ketemu, ” jawab Antas.
“ eits santai, karena orangnya gak ketemu itu artinya mereka cuma iseng ngerjain lo Ntas. Ya lo tau lah kan gak sedikit juga orang yang gak suka sama lo, ” kata Kevin.
Dean dan Narra mengangguk-anggukkan kepalanya. “ yoi bener apa yang di bilang Kevin, ” kata Dean.
“ nah buat Antas dari pada lo kepikiran mulu, mending kita ngebasket skuy, ” kata Saka yang di setujui teman lainnya. Memang saat ini kelas keduanya masuk pelajaran olahraga dan satu guru, karena guru dari kelas Antas sedang ada urusan.
“ ide bagus ! Gue ajak temen lainnya dulu, lo pada baris di lapangan oke, ” kata Bumi.
..........
Antas mendesah pelan seraya duduk di bawah pohon.
“ gak usah desah juga ******! ” Kata Dean melempari buah kecil yang jatuh.
Antas tertawa lebar lalu mengelap keringatnya dengan sapu tangan Bumi.
“ Ta bawa ikat rambut dua gak? ” Tanya Antas. Cewek yang ikut bermain Basket tadi hanya Cila dan Antas.
“ gak ada, ” jawab Letta.
“ ikat rambut lo ke mana? ” Tanya Bumi membenarkan letak poni Antas.
“ hilang, gak tau ke mana mungkin jatuh tadi pas gue buka ikatannya. ”
“ lah masa' gak sadar? ”
“ ya kan gak tau Bumi. ”
“ nih, gue nemu di bangku sana, ” kata Kevin.
“ Widih terbaik lo, thanks ya, ” ucap Antas.
Di tengah perbincangan mereka, handphone Antas bergetar terdapat pesan masuk.
Permainan selanjutnya?
..........
“ oke guys sampai ketemu nanti papay! ” Kata Antas lalu pergi dengan motornya, begitu juga Bumi yang menyusul di belakang Antas. Mereka sudah sepakat untuk bermain di rumah Antas sekaligus membuat makanan.
“ gue lamgsung ke rumah lo aja, ” kata Bumi dengan motornya yang bersebelahan dengan Antas.
“ terserah, tapi bagus sih lo nemenin gue di rumah, ” balas Antas seraya tertawa. Lalu gadis itu berhenti karena handphone-nya bergetar.
“ siapa? ” Tanya Bumi yang ikut berhenti.
“ Letta, ” jawab Antas lalu menjawab teleponnya.
Detik berikutnya Antas terkejut lalu menyuruh Letta bertahan.
__ADS_1
“ Saka di serang Bum, sekarang Saka pingsan, ” kata Antas.
Memang Saka dan Letta di satu motor baik pergi maupun pulang.
“ sharelock ke gue biar gue duluan ke sana, lo kabarin temen lainnya, ” kata Bumi lalu menancapkan gas-nya.
Sambil menelepon teman-temannya Antas tak tinggal diam di tempat, gadis itu juga menyusul di belakang Bumi. Sampainya di sana memang benar Saka tergeletak dengan beberapa luka di wajah dan juga tangannya.
Begitu melihat Antas Letta langsung memeluk gadis itu dengan tangisannya yang pecah, sementara Bumi berusaha menyadarkan Saka.
..........
“ kenapa bisa kejadian gini? ” Tanya Dean.
Antas menggeleng lalu melihat Letta yang terus memeluknya meskipun sudah berada di rumah sakit. Kekasih dari Saka itu tidak berhenti menangis.
“ Letta lo tau segalanya kan? Cerita ke gue ya? ” Kata Antas pelan.
“ jelasin aja Ta, dengan gitu kita semua bisa cari siapa orangnya, ” kata Cila.
“ lo tau mukanya? Kenal? ” Tanya Antas.
Letta menggeleng. “ gue gak tau Ntas, mereka banyak dan mirip geng kayak kaliam gitu. ”
“ geng? ” Gumam Bumi.
“ mereka pake jaket? ” Tanya Bumi.
Antas menghela nafasnya, jelas sahabatnya itu sedang syok dan ketakutan karena kejadian menyeramkan itu. Terlebih lagi Letta yang terlalu lembut tidak pernah melihat kekerasan.
“ hei tenang Ta, gue dan kita semua yakin Saka bakal baik-baik aja. Gue janji Saka gak akan terluka parah, dan gue janji bakal cari orang yang bikin Saka kayak gini, ” jelas Antas. “ Cila, Narra kalian ambil Letta dan tenangin dia. Gue harus balik ke sana buat cari sesuatu, setidaknya mereka ninggalin bukti atau apapun yang kita tau, ” sambung Antas.
“ biar gue aja Sta, di sana terlalu bahaya buat lo, ” kata Bumi.
“ kalo lo yang pergi, Saka gimana? Dia butuh lo Bum. Gue janji gak bakal kenapa-napa, ” balas Antas.
“ lo sama Dean tunggu di sini Bum, bisa jadi mereka masih mengincar Saka dengan datang ke rumah sakit ini. Biar gue nemenin Antas ke lokasi, ” jelas Naren lalu membawa Antas pergi.
Di lokasi kejadian saat ini Antas dan Naren fokus mencari sesuatu.
“ Ren lihat ini deh, ” kata Antas.
“ di sini banyak jejak ban motor yang artinya lebih dari tiga motor. Dan jejak ini kayak melingkar, berarti sebelum hilang kesadaran Saka di kelilingi mereka dan Saka banyak menghirup asap knalpot, ” jelas Antas.
Naren mengangguk setuju. “ selain itu gak ada sesuatu yang penting Lagi. Kayaknya mereka geng motor biasa yang membuat onar, gak terlalu bahaya. ”
“ gak, ” sarkas Antas membuat Naren menaikkan sebelah alisnya.
“ justru gue berpikir ini berhubungan dengan pesan yang gue dapat lagi, lo liat ini, ” ujar Antas menunjukkan pesannya.
“ lo dapet pesan lagi kenapa gak bilang? ”
“ gue kira ini cuma iseng Ren, gue gak berpikir bakal ada kejadian kayak gini. ”
__ADS_1
“ kita balik ke rumah sakit sekarang, Bumi ngabarin kalo Saka udah sadar. ”
Di sisi lain di ruangan Saka saat ini, cowok itu mengelus pelan pipi kekasihnya yaitu Letta dengan tangannya yang di infus.
“ kenapa nangis hm? Aku gak pa-pa kok, ” kata Saka. Melihat Letta yang diam saja dan masih menangis benar-benar membuat Saka merasa bersalah. Seandainya ia tidak membawa Letta saat itu, mungkin gadis tercintanya tidak akan syok dan ketakutaj seperti ini.
“ maaf, ” ucap Saka pelan.
Letta menggeleng. “ nggak pa-pa, aku seneng bisa sama kamu di waktu kayak gitu. Aku cuma takut kamu kenapa-napa, aku takut kalo kamu ninggalin aku. ”
Saka tertawa pelan lalu membawa Letta ke pelukannya.
“ udah ya jangan nangis, kamu itu kalo nangis lucu dan gemes banget. Nanti Bumi atau Dean malah suka sama kamu. ”
“ janji ya gak sakit lagi, ” kata Letta.
“ janji sayang. ”
“ udah? ” Tanya Dean berkacak pinggang.
Saka kembali tertawa lalu memegang perutnya yang sakit akibat terlalu besar tertawa.
“ lo tau siapa orangnya? ” Tanya Bumi.
“ gak tau, tapi yang jelas mereka lima orang dan semuanya pake jaket hitam, ” jawab Saka.
“ the vagos warna coklat, berarti bukan mereka pelakunya, ” kata Dean.
“ memang bukan the vagos, mereka udah lama bubar. Lagipula ketua, wakil dan beberapa anggota inti mereka di penjara, jadi gak ada yang memerintah anak lainnya, ” jelas Bumi.
“ jangan terkecoh, ” saut Naren yang baru saja datang dengan Antas.
“ kalian nemuin sesuatu? ” Tanya Cila yang di jawab gelengan Antas.
“ maksud lo Ren? ” Tanya Bumi.
“ maksud Naren, bisa jadi anak lainnya atau salah satu dari mereka yang dendam sama gue atau beberapa dari kita, ” jawab Antas di angguki Naren.
“ jadi, menurut lo bisa jadi anak the vagos? ” Tanya Narra.
“ bisa jadi, tapi gue sama Naren gak nemu hal penting. Dan menurut Naren ini cuma geng iseng yang memang pembuat onar, ” jawab Antas.
“ gue juga ngerasa gitu, karena mereka gak lepas helm dan jaket mereka yang asing. Atau bisa jadi mereka geng baru yang memang duplikat the vagos, ” kata Saka.
“ lo gak pa-pa Ka? ” Tanya Antas.
“ cuma nyeri doang, kata dokter beberapa hari juga sembuh kok. ”
“ Kevin mana? ” Tanya Narra.
“ nah iya, bukannya pulang sama kalian? ” Tanya Antas.
“ kayaknya dia pisah jalan deh, ” jawab Dean.
__ADS_1