
“ heh mau ke mana lo? ”Tanya Dean menghalangi jalan Antas. Gadis itu baru saja tiba dan sekarang mau pergi lagi? Bahkan sebentar lagi pelajaran pertama akan di mulai.
“ tidur, ”jawab Antas nyengir.
“ bolos lagi lo? ”
“ he'em. ”
“ tau Bumi gimana? ”
“ bodo amat lah. ”
Melihat punggung yang perlahan menghilang itu membuat Dean menghela nafasnya gusar. “ semua butuh waktu, kita sebagai temennya Bumi cuma perlu berjuang sedikit, ”kata Saka merangkul pundak Dean.
“ bener tuh! ”Celetuk Narra yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping kanan Dean. Kedua makhluk absurd itu terlonjak kaget seraya mengumpat.
“ kapan lo nongol anjir? ”Tanya Dean mendelik.
“ suka-suka gue lah, ”jawab Narra mengibaskan rambutnya lalu pergi.
Dean yang terkena kibasan rambut Narra pun memejamkan matanya. “untung rambutnya wangi, dasar mak lampir, ”omel Dean.
Saka terkekeh. “ tiati jadi mak cinta. ”
...****...
Antas tidur di sofa yang sudah usang di rooftop, sendirian. Gadis itu berbaring dengan menutup matanya, merasakan semilir angin yang menyentuh tubuhnya.
Ia kembali mengingat akan semua kisah lamanya yang di mana, Bumi selalu ada di sampingnya. Bahkan ke toilet pun cowok itu selalu mengekorinya, Bumi menunggu di luar pastinya.
Antas tertawa pelan saat melihat ingatannya yang dulu. Bermain di bawah hujan yang deras, berenang di sungai, bertengkar karena hal sepele, dan lainnya.
Gue kangen sama lo Bum.
Selanjutnya ia pun sudah tertidur pulas. Namun menit berikutnya gadis itu mengumpat karena tidurnya terganggu oleh dering handphone-nya.
Nomor gak di kenal, siapa?
Antas menerima telepon itu dengan wajah malas.
Apa kabar?
Antas melihat nomornya kembali dengan terkejut. Ia mengenali suara itu tapi apa benar itu adalah orang yang ia celakakan kemarin?
__ADS_1
Siapa lo? Mau apa?
Haha jangan buru-buru. Gue kira lo bakal sadar sama semua kesalahan lo ke Bumi, tapi ternyata semakin jadi.
Maksud lo apa? Gak usah basa-basi deh.
Gue lupa lo orangnya mau langsung ke inti. Lo bodoh Sta, terlalu bodoh buat membenci seseorang yang sama sekali gak salah dalam kejadian Mama lo.
Lo siapa anjing? Punya hak apa lo ngomong kayak gitu?
Lo mau tau tentang siapa pelaku di balik terbaringnya Mama lo di rumah sakit? Datang ke jalan tempat motor lo di tendang anak buah Alex kemarin. Malam ini jam 21.49
Tut...
Sambungannya di putus secara sepihak oleh orang itu membuat Antas menggeram. “ siapa sih? ”
“ tapi... Gue kenal banget sama tuh suara, mirip banget sama suara Devan bahkan ketawanya juga sama. Tapi gak mungkin dia kan? Udah jelas dulu gue nusuk dia dan sekarang juga jelas dia masih terbaring di rumah sakit. ”
Bumi.
...****...
“ lo kenapa sih? Gue perhatiin dari tadi lemes banget kek Abang Saleh, ”ujar Cila.
“ tau tuh dah kek di tinggal doi tau nggak, ”sambung Narra.
“ Dean, ”Jawab Antas menyeringai. Narra mendelik geli, padahal mereka berdua memang cocok. Karena ketika di pertemukan akan seperti kucing dan juga tikus. Bahkan mereka semua (teman dekat) membuat panggilan khusus untuk Dean dan juga Narra, yaitu Kucing dan Tikus.
“ Apaan sih gak! ”Balas Narra.
Antas terkekeh lalu kembali memakan somai pesanannya.
“ seriusan deh Ntas lo kenapa? ”Tanya Cila yang sudah geleng-geleng melihat kelakuan temannya itu.
“ gue? Gue kenapa yak? ”Tanya Antas dengan bodoh.
“ ANTAS, ”serentak ketiganya geram membuat seisi kantin melihat mereka. Sementara Antas sudah tertawa lebar memegang perutnya. Saking terlalu senang hampir saja ia terjungkal ke belakang, untunglah Bumi langsung sigap menahan tubuh Antas.
Para cogan itu memang tengah lapar, jika biasanya mereka duduk di kantin belakang bahkan sangat jarang terlihat ada di kantin sekolah, maka kali ini mereka datang dengan di sambung teriakan-teriakan histeris dari para cewek. Entah apa tujuan mereka.
“ lain kali hati-hati Sta, kepala lo bisa bocor kalo kayak gini, ”kata Bumi mengusap rambut Antas.
“ tau lu petakilan banget, jadi cewek tuh harus kalem, manis. Lah elo? ”ledek Saka.
__ADS_1
“ emang dia cewek? ”Celetuk Dean terkekeh.
Antas berdecak kesal. “ bukan, gue bukan cewek! ”
“ tapi? ”Serentak Saka dan Dean.
“ makhluk jadi-jadian, ”sinis Antas membuat mereka semua tertawa.
...****...
Antas sudah bersiap-siap dengan baju kaos oversize lengan pendek berwarna putih di padukan dengan celana jeans yang juga berwarna hitam itu. Ia sengaja mengurai rambutnya karena malam hari udara sangatlah sejuk, setidaknya dengan rambut panjangnya itu lehernya bisa tertutupi. Ia melirik jam pada dindingnya, sepuluh menit lagi sudah pukul 21.30. Maka dengan cepat ia bergegas menuju lokasi yang sudah di beritahu seseorang itu.
Sampainya di sana Antas turun dari motor ninja-nya itu. Ia melihat sekelingnya sama seperti dulu saat ia terjatuh akibat di tendang anak buah Alex, sepi.
Dia tau kemarin gue jatoh di sini, itu artinya dia ada di sekitar sini dan ngeliat gue yang jatoh.
“ gue udah dateng, keluar dari persembunyian lo, ”kata Antas sedikit keras.
“ gue gak punya banyak waktu, jadi kalo lo cuma mau main-main sama gue, lo bakal tau akibatnya, ”sambungnya lagi dengan berani.
Cowok yang bersembunyi di belakang pohon besar itu tersenyum tipis. Ia berhasil menutupi tubuhnya sempurna di balik pohon itu, terbukti dengan Antas yang masih belum melihatnya.
Kesal dengan keadaan membuat Antas menghubungi orang tersebut, sudah 3 kali ia coba namun tetap tak ada jawaban. Baru saja ia akan menaiki motornya, pesan masuk di handphone-nya.
Jangan buru-buru, lo masih punya banyak waktu oke? Sekarang lo jalan tujuh langkah dari tempat lo berdiri sekarang.
“ tujuh langkah? ”Gumam Antas lalu melihat ke depan, hanya terdapat taman yang sudah tidak terpakai.
Antara takut dan ingin tahu, membuatnya menyingkirkan perasaan buruknya. Ia pun menuruti pesan tersebut dengan berjalan tujuh langkah. Sampainya ia di sana pesan kembali masuk.
Di kursi hijau ada kotak kecil, ambil itu sekarang juga dan buka di rumah. Anak buah Alex sebentar lagi lewat di jalan ini.
“ caelah si lembek mah santai, ”kata Antas.
Mereka dalam jumlah banyak, jangan nekat. Penyesalan itu ada di akhir.
“ yaiyalah di akhir, kalo di awal mah namanya pendaftaran dong, ”ujar Antas. Ia langsung mengambil kotak coklat tersebut, melihatnya sebentar lalu berlari menuju motornya.
Benar saja, deruman motor yang terdengar ramai itu sudah masuk ke pendengaran gadis itu. Dengan segera ia menaiki motornya dan membawanya di atas kecepatan rata-rata. Bagaimana pun juga mereka dalam jumlah yang tak sedikit, Antas tidak mau babak belur lagi. Skincare mahal Bang.
...****...
Sampainya di depan pintu apartemennya membuat gadis itu memasukkan kode dengan cepat agar bisa melihat isi kotak itu. Benar-benar membuatnya penasaran!
__ADS_1
Ia duduk di kasurnya seraya membuka bajunya dan hanya tersisa tanktop.
Saat kotak terbuka matanya membesar dengan detak jantung yang mulai tak beraturan. Badannya juga sedikit bergetar, tidak terlalu takut. Ia hanya terkejut karena isinya menjawab pikirannya selama ini.