
“ bentar ya Ma, Asta mau beli minum dulu, ”kata Antas.
Antas yang baru saja ingin keluar ruangan berhenti karena Naren sudah berada di depan pintu.
“ eh Naren, kok ke sini gak ngabarin dulu? ”Tanya Antas.
“ gak kepikiran, ”jawab Naren. “ lo mau ke mana? ”Tanya-nya.
“ gue mau beli air sih. ”
“ tunggu di sini, biar gue yang beliin. Ini buat lo, ”kata Naren seraya memberikan buah-buahan.
“ makasih ya Ren. ”
Kembalinya Naren membawa banyak jenis air di kantung kresek yang ia bawa.
“ udah makan? ”Tanya Naren ikut duduk di depan Antas. Keduanya duduk di lantai dengan di hadapkan banyak jenis makanan yang di bawa Naren.
“ belum, tapi gue masih kenyang karena tadi siang udah makan sama Bumi, ”jawab Antas. “ tapi gue mau makan lagi sih haha, soalnya camilan yang lo bawa menggoda banget uuh. ”
Naren memperhatikan Antas yang mencoba beberapa camilannya. Cowok itu tersenyum tipis, tangannya tergerak untuk menyelipkan rambut Antas di belakang. Namun ia menghentikannya saat Antas tergerak menyuapinya.
“ apa? ”Tanya Naren.
“ nih cobain enak banget loh. ”
Sambil menerima suapan Antas, Naren melihat setiap lekuk wajah cantik itu.
“ lo nganggep gue sebagai apa? ”Tanya Naren to the point
“ hah? Ya temen dong gimana sih lo masa' gitu doang di pertanyain, ”jawab Antas dengan tertawa.
Naren diam, ia sudah menduga bahwa inilah respon dari Antas. Cewek itu selalu saja bercanda.
“ bukan itu jawaban yang mau gue denger, ”kata Naren. Antas memberhentikan aktivitas makannya dan beralih melihat Naren.
“ di mata lo gue ini cowok atau bukan? ”Tanya Naren.
“ ya cowok lah Ren, yakali transgender. Pertanyaan lo ngaco semua deh, ”jawab Antas.
Naren menghela nafasnya. “ sekali lagi gue tanya, di mata lo cowok atau temen? ”
Antas menatapnya dengan bingung, ada apa dengan Naren malam ini?
“ lo cowok dan lo temen gue Ren, lo kenapa sih? ”
Naren terdiam menatap manik coklat milik gadis itu. Terlihat jelas wajahnya menampilkan sebuah kekecewaan yang besar. Tadinya dia berharap bisa bersaing secara halus dengan Bumi, padahal ia tahu jelas bahwa di hati Antas hanya terdapat Bumi, begitu juga sebaliknya. Namun ia terlalu yakin bahwa ia bisa merebut posisi itu dari Bumi.
__ADS_1
Melihat Naren yang hanya terdiam melihatnya, Antas menggoyangkan tangan Naren. “ Ren, lo gak pa-pa kan? ”
“ hah? Iya, ”jawab Naren lalu ia mengacak pelan rambut Antas seraya tersenyum. Antas pun membulatkan matanya karena baru kali inilah dia melihat dengan jelas dan dekat bahwa Naren tersenyum dengan lebar.
“ makan yang kenyang, kesehatannya di jaga. Gue pamit dulu ya, good night. ”
Saat Naren sudah berdiri dan berbalik badan tangan Antas tergerak ingin menarik baju cowok itu. Ia masih bingung, namun hal itu ia hentikan karena Naren sudah berjalan mendekati pintu, Antas hanya bisa melihat punggung cowok itu yang mulai hilang setelah pintu kembali tertutup.
“ Naren kenapa? ”Gumamnya sendiri.
...****...
Di tengah jalan raya terdapat satu motor yang cepatnya di atas rata-rata. Dia Naren, seperti biasa wajah cowok itu terus menampilkan aura jutek plus dingin. Namun di balik semua itu tak berarti ia baik-baik saja, dadanya terasa sesak ketika terus mengingat jawaban Antas tadi. Kedua tangannya juga menggengam handle gas motor itu dengan erat hingga urat tangannya terlihat jelas.
Sampai di rumahnya Naren langsung masuk dengan tenang. Meskipun suasana hatinya sedang buruk, ia bukan tipe yang terlalu menunjukkan atau berlebihan dalam perasaan.
“ dari mana lo bang? ”Tanya adiknya yang masih menonton tv di sofa.
“ rumah sakit, ”jawab Naren.
“ jengukin Mama Antas? ”Tanya adiknya lagi yang di jawab dehaman Naren. Adiknya melihat jelas bahwa abangnya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Adiknya tersenyum tipis melihat ke arah tangga. “ resiko mencintai orang yang udah jelas hatinya milik siapa. Hadeh, sabar aelah, ”gumamnya.
Di sisi lain terdapat Bumi yang baru saja masuk ke dalam ruangan dengan menenteng kotak makanan yang berisi nasi goreng buatannya. Ia menghela nafasnya melihat Antas yang tertidur di kasur tipis yang terdapat di lantai dengan memeluk bungkusan kerupuk. Bumi mendekatinya dengan tak lupa meletakkan kotak makan di atas meja. Lalu ia menyelimuti gadis itu dan ikut berbaring di sebelahnya.
“ andai lebih peka sedikit mungkin antara lo sama Naren bakal canggung. Dan andai lo tau Naren suka sama lo gimana Sta? Naren sahabat gue, tapi gue juga gak bisa ngalah soal diri lo. Jangan pergi ya Sta? Tetap di sini dan terus di samping gue. ”
“ i love you, ”bisik Bumi lalu menutup matanya dengan memeluk Antas.
Kembali ke Naren yang sudah berada di kamarnya. Cowok itu bersandar dengan menyetel musik yang sangat kencang. Ia menutup matanya kembali mengingat hal yang terjadi di rumah sakit tadi.
Saat Naren keluar dari ruangan Antas, cowok itu terdiam di tempatnya melihat kehadiran Bumi di depannya. Wajah Bumi sulit di artikan.
Saat Naren ingin melanjutkan langkahnya Bumi menghentikannya.
“ sorry, ”kata Bumi.
Naren tersenyum tipis dan sedikit menoleh. “ gue gagal Bum, sekarang lo bebas. Jagain dia dengan baik, atau lo bakal nyesel di akhir, ”kata Naren lalu pergi.
Bumi mengeratkan pegangannya pada kotak makan itu. Bukannya masuk dan menemui Antas justru cowok itu pergi entah ke mana.
Naren menghela nafasnya ketika mengingat hal itu. Apakah ia masih pantas di sebut sahabat sedangkan ia juga mencintai satu orang yang sama dengan sahabatnya?
Cowok itu tersentak kaget saat bayangan Cila muncul di pikirannya. “ Cila, ”gumamnya.
...****...
__ADS_1
Antas menggeliat dan terbangun. Ia mengucek matanya dan terduduk saat melihat Bumi di sampingnya sedang memeluknya.
“ Bumi? Kenapa dia tidur di sini? ”Tanya Antas pelan. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 2.40
“ itu pasti nasi goreng, ”kata Antas melihat kotak makan di meja lalu mendekatinya.
“ duh sayang banget kalo gak di makan, nunggu pagi takut basi. Lagian bisa-bisanya gue ketiduran padahal Bumi udah bilang mau ke sini, hah dasar. ”
Karena perutnya yang lapar juga membuatnya makan dengan lahap nasi goreng buatan orang yang ia sayangi itu. Setelahnya Antas kembali berbaring menghadap Bumi, gadis itu mengelus pipi Bumi dengan senyuman manisnya.
Tanpa berbicara Antas kembali menutup matanya dengan memeluk Bumi.
...****...
Pagi harinya Bumi bangun terlebih dulu dari tidurnya. Ia tersenyum lebar saat membuka mata orang yang pertama kali ia lihat adalah gadis kesayangannya. Bumi mengecup kening Antas dan mengucapkan selamat pagi.
Beranjaknya cowok itu segera mengganti pakaian sekolahnya tanpa mandi, tak lupa menyemprotkan pengharum mulut. Lalu ia menelepon Saka meminta tolong.
Kenapa Bum?
Lo di mana?
Gue sama Letta mau otw ke rumah sakit, sebelum ke sekolah kita mau liat Antas dulu.
Nah kebetulan, kalian singgah ke tempat makan dulu ya, gue titip bubur ayam yang gak terlalu pedes buat Asta.
Oh iya lo kan tidur di sana, yaudah gue beliin.
Tut...
“ air minumnya juga pada habis, akhir-akhir ini kayaknya banyak makan deh. Baguslah berarti lagi gak banyak pikiran, ”kata Bumi lalu pergi ke kantin untuk membeli minuman.
Kembalinya Bumi ke ruangan melihat Antas yang masih tertidur dengan pulas. “ nasi gorengnya habis, berarti tadi malam dia kebangun? ”Tanya Bumi pelan.
Lalu Saka dan Letta pun tiba dengan Saka yang memberikan bubur ayam pada Bumi.
“ yah Antas-nya masih tidur ya? ”Tanya Letta.
“ iya Ta, kayaknya kekenyangan, ”jawab Bumi.
“ gue liat-liat mulai banyak makan ya Bum? ”Tanya Saka.
Bumi mengangguk. “ ya gitulah, gue juga seneng. Setidaknya keliatan kalo dia gak terlalu mikirin soal Mama-nya. ”
“ hm padahal baru aja mau curhat sedikit, ”kata Letta.
“ pulang sekolah kita ke sini lagi, jangan sedih gitu dong. Kan Antas-nya emang lagi tidur, nanti kita ke sini bareng dengan teman yang lain oke? ”Balas Saka.
__ADS_1
“ nah bener tuh Ta, ntar aja curhat sama gosipnya , ”kata Bumi tertawa pelan. “ yaudah ke sekolah sekarang. ”