Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 15


__ADS_3

Satu jam sebelum pulang di kelas X IPA 2 itu sedang rusuh-rusuhnya. Ada guru, namun sedang memasuki pelajaran Seni Budaya, jadi tidak heran jika kelas itu sangat ribut karena gurunya juga sama absurd-nya.


“ Dean balikin nggak?! ”Kesal Narra yang pensilnya di ambil Dean.


“ gue gak ada pensil Ra, ”balas Dean berlarian mengitari kursi.


“ iih cepetan Dean gambar gue belum selesai. ”


“ lo mah mending hampir separuh, lah gue dikit aja belum. Gue pinjem bentar aja buat gambar gunungnya. ”


“ ahh bukan urusan gue, lo kan bisa pinjem pensil lainnya. Gue cuma ada satu itu ish. ”


Dean kembali berlarian melewati murid-murid, Narra tak tinggal diam, cewek itu terus mengejar Dean dengan geram.


“ temen lo tuh, ”ujar Saka sibuk menggaris buku gambarnya.


“ temen lo juga bego, ”balas Antas.


“ menurut lo Ntas, mereka bakal jadian nggak ya? ”


“ gak tau deh, tapi dengan sifat Dean yang masih main-main soal cewek kayaknya gak dulu deh. ”


“ tapi lo ngerasa gak sih kalo Dean akhir-akhir ini tingkahnya aneh ke Narra? ”


“ kalo Dean gue gak tau, tapi kalo Narra gue sempet liat beberapa kali dia curi-curi pandang gitu. ”


“ tuh kan! Gue duga juga apa, fiks ini mah mereka masih punya rasa, cuma gengsi aja. ”


Brukh


Semua murid dan guru melihat ke arah sumber suara termasuk Antas dan Saka. Terlihat Dean yang menindih Narra, semua murid melihatnya tak percaya bahkan tidak sedikit siswi yang menutup mulutnya.


Bu Yanti selaku guru Seni pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Marah? Tentu saja tidak, bagi Bu Yanti itu adalah hal yang wajar di kalangan remaja seperti ini, karena dia juga sama seperti itu di masa mudanya dulu. Itulah yang di sukai semua murid pada dirinya, selain cantik Bu Yanti juga sangat pengertian.


Dengan jantung yang berdebar kencang Narra menolak Dean dan sedikit menjauh. “ iih apaan sih lo modus banget! ”


“ modus pala lu! Kalo gue gak nangkep lo bisa bocor tuh kepala kena ujung meja, ”balas Dean kesal.


“ nangkep apaan, justru lo yang bikin gue jatoh! Mana nindih gue lagi lo kira gak berat apa? ”


“ kok jadi sewot sih lo bukannya makasih malah ngomel, dasar Tikus. ”


Dean berlarian keluar kelas dengan masih membawa pensil Narra. “ heh apa lo bilang?! ”Pekik Narra lalu kembali mengejar cowok itu.


Antas, Saka dan murid lainnya terdiam melihat pertikaian mereka. “ waktu tinggal 15 menit lagi, jika belum siap jadikan PR, minggu depan ketua kelas kumpulkan, ”jelas Bu Yanti.


“ siap Bu! ”Serentak seluruh murid.


...****...

__ADS_1


Antas, Cila, Dean dan Saka sudah duduk di motornya masing-masing. Narra dan Letta membawa mobilnya masing-masing dan sudah pulang terlebih dahulu.


Setelah menerima telepon dari Bumi, Saka turun dari motornya menghampiri Antas yang sudah bersiap menjalankan motornya.


“ ikut gue sama Dean bentar, ”ajak Saka.


“ mo ngapain? Gue mau cepet-cepet pulang ini gerah banget. ”


“ ikut aja bentar Ntas, ”sambung Dean.


“ gak ah males, dah minggir lo berdua gue mau pulang. ”


Baru saja menghidupkan mesin motornya, Bumi yang entah sejak kapan sudah berada di depan motor Antas dengan motor miliknya.


“ lo kenapa sih? Minggir gak?! ”Pekik Antas kesal.


Bumi tak menjawab, ia turun dari motornya dan menarik paksa Antas. “ anjing cari mati lo?! ”Ancam Antas.


“ diem lo, ”sarkas Bumi lalu menggaskan motornya. Lalu di ikuti oleh Saka dan Dean.


“ ada apaan dah, ”cengo Cila yang dari tadi melihatnya. Cewek itu mengerdikkan bahunya. “ bodo amatlah bukan urusan gue. ”


...****...


“ lo mau bawa gue ke mana bangsat? ”Tanya Antas di atas motor.


Beberapa menit perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah kecil yang terlihat hampir roboh itu, dan pastinya sangat kotor. Mengapa Bumi membawanya ke tempat seperti ini?


Antas turun dari motor itu dan melihat sekeliling yang terlihat sangat sepi. Lalu gadis itu melihat Bumi dan menutup dadanya dengan kedua tangannya.


“ jangan main-main sama gue Bumi, ”peringat Antas sedikit panik.


Bumi tertawa pelan. “ apaan sih lo gak usah lebai deh. Tuh liat ada mereka di sana. ”


Antas mengikuti arah tunjuk Bumi, memperlihatkan Naren yang sudah berdiri di samping pintu rumah itu. Tanpa permisi Bumi langsung menarik tangan Antas mendekati Naren.


“ lo kenapa di sini Ren? ”Tanya Antas ikut bersembunyi di belakang Naren, sementara Bumi di samping Antas.


“ syutt lo dengerin semua omongan mereka, ”bisik Naren.


Antas diam mendengarnya semua pembicaraan orang yang tidak di ketahui itu.


“ rencana lo selanjutnya apa Lex? Segitu obsesinya lo sama Antas, ”ujar Dani.


“ masih belum punya, gue gak kepikiran apa-apa, ”balas Alex.


“ gimana kalo lo pake rencana kotor itu aja Lex? Lo kasih tu cewek minuman dan lo bawa ke rumah lo, terus lo lakuin dah dengan gitu dia bakal hamil kan? Dan itu anak lo, bukannya dengan gitu Antas bakal jadi milik lo bahkan selamanya? ”Jelas Gibran menjilat bibir bawahnya.


“ berlebihan banget gila, ”kata Dani.

__ADS_1


“ ide lo bagus Bran, itu salah satu cara buat gue miliki Antas seutuhnya, ”kata Alex mantap.


“ terus Lex kalo Antas tau yang bikin Mama-nya masuk rumah sakit itu lo gimana? Lo dan kita semua tau kalo Antas bakal nekat, ”kata Dani.


“ tenang aja, Antas gak tau dan gak akan pernah tau. ”


“ gimana kalo Bumi dan temen lainnya yang kasih tau Antas? Kemarin 'kan mereka sempat datengi kita dan minta kejujuran kita, ”kata Gibran.


“ bener tuh Lex, bahkan mereka bilang bakal pake cara lain, bukannya udah jelas mereka lagi rencanain sesuatu? ”Sambung Dani.


Alex tertawa lalu menepuk pundak Dani. “ itu cuma anceman, memangnya mereka bisa apa? Mereka gak ada bukti buat nyalahin kita, dan kalau pun ada, Antas gak akan percaya karena dia sendiri yang liat dengan jelas pake mata dan juga kepalanya sendiri. ”


Antas mengepalkan tangannya kuat. Wajahnya sudah sangat memerah menahan amarah, jadi benar selama ini yang membuat Mama-nya bertaruh nyawa di rumah sakit itu adalah Alex bukan Bumi.


Dani dan Gibran juga ikut tertawa namun tawa itu berhenti saat Antas langsung menonjok Alex hingga tersungkur. Bumi dan Naren juga terkejut, sejak kapan cewek itu sudah masuk ke dalam dan menonjok ketua dari the vagos itu.


“ lo?! ”Ujar Gibran terkejut melihat Alex sudah tersungkur. Cowok itu membalas pukulan Antas dengan menonjok wajahnya. Bumi dan Naren langsung masuk.


“ apa yang lo lakuin bangsat?! Jangan pernah sentuh dia, ”bentak Alex tak terima yang mencengkeram kerah baju Gibran.


Antas tertawa seraya menyentuh wajahnya yang sudah perih. Ia juga tak kalah terima dan menendang perut Gibran.


“ berengsek lo semua bangsat! Dan lo, berani main-main sama gue lo? Udah siap di sambut malaikat maut hm? ”Kata Antas kembali meninju wajah cowok itu. Dani pun tak tinggal diam, baru ingin melayangkan pukulan kepada Antas, Bumi sudah lebih dulu memukul cowok itu.


Pukulan Bumi, tidak bisa di buat main-main. Lihat saja wajah Dani sekarang, padahal baru sekali pukulan sudah membuat darah segar keluar dari hidungnya.


Naren juga menendang pinggang Gibran yang akan memukul kepala Antas. Antas, cewek itu menarik Alex hingga cowok itu berdiri, menatap cowok itu dengan tajam. Dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya, Alex berusaha menjelaskan pada Antas.


“ lo salah paham Ntas, semua gak kayak yang lo denger. Lo liat dengan jelas kan kejadiannya? Gue sama temen-temen gue di jebak Bumi Ntas, seharusnya lo paham itu, ”jelas Alex.


Saka dan Dean yang baru datang langsung tertawa dengan Saka yang sudah siap memutar rekaman yang ia ambil beberapa hari yang lalu.


“ salah paham ya? Dengerin rekaman ini Ntas, ”kata Saka lalu memutar rekaman itu.


Antas mendengarkannya dengan jelas tanpa melepaskan cengkeraman kerah baju Alex. Hingga rekaman itu selesai Antas kembali memukul cowok itu dengan brutal. Tak hanya sampai di situ, ia terus menerus memukul cowok itu tanpa henti. Alex yang ingin melawan pun sudah lemah tak berdaya, namun cewek itu memang tak kenal ampun.


“ LO BERANI SENTUH MAMA GUE ARTINYA SIAP MATI BANGSAT! MATI LO ANJING!! ”Teriak Antas yang masih memukul Alex dengan ganas, tak peduli darah cowok itu yang sudah memenuhi seragam dan juga tangannya.


Saka dan Dean yang melihatnya sedikit mundur tidak ingin ikut campur, keduanya melihat dengan miris dan ngilu.


“ sshh itu akibat dari perbuatannya, ”ujar Saka.


“ mampus dah langsung ke jalur neraka, ”sambung Dean.


Bumi yang selesai memukul Dani pun langsung mendekati Antas dan memisahkan keduanya. Namun berkali-kali Antas menolak bahkan menendang perut Bumi, ia sudah kesetanan.


“ CUKUP NTAS DIA BISA MATI, ”bentak Bumi yang langsung menarik Antas dan mengunci cewek itu.


“ pop corn mana? ”Tanya Dean yang langsung di jitak oleh Saka.

__ADS_1


__ADS_2