Bumi & Antas

Bumi & Antas
BUMTAS 52


__ADS_3

...-CAST-...



Bumi Senclovazca atau Bumi



Lyora Varelyn Anastasya atau Antas dan Asta.



Narendra Ravenska atau Naren



Celine Tritania atau Cila



Arga Dean atau Dean



Narra Haevlyn atau Narra



Aletta Zevanny atau Letta



Saka Alexander atau Saka



Kevin Ravalio atau Kevin


...--!!--...


“ jadi kalian juga setuju bahwa di balik semua ini adalah Kevin? ” Tanya Letta pelan.


“ iyalah jelas kenapa nggak? ” Jawab Dean.


“ kenapa bisa mikir gitu? Tujuannya apa? Inget ya Kevin itu suka sama Antas jadi gak mungkin dia ngelakuin itu semua yang bisa bikin Antas celaka apalagi sampai jalani operasi kayak gini, ” kata Narra.


“ heh Narra, justru Kevin masih simpan rasa suka itu sampai sekarang dia bisa berbuat lebih kayak gini. Jangan lupa, rasa suka itu terbagi dua bro! Rasa suka karena memang sayang dan tulus, atau obsesi, ” balas Saka.

__ADS_1


“ kalo memang Kevin obsesi, itu artinya jelas apapun bakal dia lakuin demi dapetin Antas. Atau nggak kayak kata-kata yang 'kalo gue gak bisa dapetin lo,maka orang lain juga gak akan bisa' sama kayak kata-kata Alex dulu, ” jelas Cila.


“ jadi, sekarang Kevin lebih memilih Asta mati biar dia ataupun gue sama-sama gak bisa miliki atau deketin Asta? ” Tanya Bumi.


“ correct guess, isn't it obvious that that's the reason for this? ” Jawab Saka dengan senyuman tipisnya.


“ segitu jelek dan kotornya gue di pikiran kalian? ” Tanya Kevin memasuki ruangan dengan membawa dua kantong plastik. Mereka pun terkejut dengan kedatangan Kevin yang berbicara seperti itu yang artinya cowok itu sudah mendengar semua percakapan mereka tadi.


“ why not? Isn't that right? ” Balas Saka.


“ lo dari mana aja Kev? ” Tanya Bumi.


Kevin tertawa renyah dengan memalingkan wajahnya ke samping lalu kembali melihat teman-temannya.


“ gue memang suka sama Antas bahkan sayang banget sama dia, sampai sekarang dan sampai detik ini. Tapi, kalo gue ngelakuin cara kotor itu bukan suka ataupun cinta, gue gila, gue gila! ” Kata Kevin.


“ kalo bukan lo terus siapa? Semua teka-teki terarah sama lo Kev, setiap kita semua kena masalah lo ke mana? Gak ada kan?! Jadi gak salah dong kalo kita curiga sama lo, ” kata Narra.


“ lagi pula Kev dulu kita gak pernah baik sama lo, kita semua selalu usilin lo bahkan pernah nyakitin tangan lo. Jadi kenapa bisa tiba-tiba lo mau berteman sama kita dan mau dekat sama kita? ” Tanya Bumi pelan.


Kevin tampak mengeluarkan handphone-nya dan menunjukkan beberapa foto hasil tangkapannya sendiri pada semua temannya.


“ setiap kalian ada masalah gue di sini, gue juga berjuang demi cari bukti meskipun gue gak dapet lebih selain foto, itu juga gak jelas dan cuma topeng yang gue dapet, ” jelas Kevin. “ kalian memang pernah gak baik sama gue bahkan ngelukain tangan gue pake garpu, ” sambung Kevin melirik Letta.


“ tapi gue tau alasannya karena kalian sayang sama Antas dan gak mau dia jatuh ke sembarang orang. Gue juga salah di waktu itu karena ngedeketin cewek yang jelas milik cowok lain. Gue berteman dan deket sama kalian gak bermaksud lain selain memang mau berteman sama kalian, bukan karena ambil kesempatan karena ada Antas atau apapun itu nggak. Gue tulus, kalian baik gue tau itu makanya gue mau berteman sama kalian, ” jelas Kevin.


“ kalo gue ceritakan semuanya siapa yang jagain Antas? Jelas dengan gue kasih tau semuanya kalian bakal ikut nyari dan lengah dari perlindungan satu sama lain terutama Antas, itu alasan gue tetap diam, ” jawab Kevin.


“ kalian juga pasti mikir kenapa gue lebih mementingkan bukti dari pada ngelindungi kalian terutama Antas, jawaban gue kalian bisa saling melindungi sementara itu gue bisa cari bukti sendiri, ” sambung Kevin membuat semua temannya bungkam seribu bahasa, terutama Saka adalah orang yang paling yakin bahwa Kevin adalah pelaku sebenarnya.


“ maaf ya Kev, mereka gak bermaksud nuduh lo yang jahat-jahat kok. Mereka baik, mereka cuma khawatir sama keadaan gue dan teman lainnya. Jadi begitu tau lo aneh di saat itu juga pikiran mereka gak bisa di kontrol lagi, ” jelas Antas.


“ gue gak salahkan kalian kok, wajar kalian curiga dan nuduh gue di balik semua ini bahkan alasan kalian juga cukup di terima. Tapi sumpah, bukan gue, ” kata Kevin.


“ sorry Kev, semua tuduhan dan kecurigaan itu berawal dari gue, ” kata Saka.


Kevin menepuk pundak Saka. “ no problem for me and forget about this problem. ”


Sedari tadi Naren diam karena melihat setiap pergerakan Antas, cowok itu tahu jika Antas merasa risih sama semua masalah ini dan wajahnya jelas menampilkan sebuah kekhawatiran yang sangat besar. Bahkan Naren tahu jelas bahwa Antas memang sedang menahan sakitnya, entah itu di bagian punggung atau daerah tubuh lainnya. Bumi yang tidak sengaja melihat mata Naren yang terfokus pada Antas pun ikut melihat Antas.


Dia lagi nahan sakit?


...****...


Beberapa hari kemudian Antas sudah bisa pulang ke rumahnya karena sudah satu Minggu ia harus berada di rumah sakit. Namun Antas tetap rutin ke rumah sakit untuk perawatan lagi, sekarang Antas dan semua teman-temannya sudah bersiap memasuki mobil.


“ bisa? ” Tanya Bumi.

__ADS_1


Antas mengangguk namun Bumi langsung mengangkat Antas untuk menaiki mobilnya.


“ woah enteng banget ya lo, ” kata Dean.


“ iri lo Jamal, ” celetuk Saka. Mereka semua sepakat mengantar Antas pulang dan bermain lebih dulu di rumah Antas.


Sampainya di rumah itu Bunda membuat makanan dan air yang di bantu Cila dan Narra, sedangkan Ayah ikut duduk dan mengobrol bersama anaknya dan juga teman lainnya.


“ duh pasti banyak banget nih catatan yang harus gue kerjain, ” kata Antas. Lalu Bumi melempar beberapa buku catatan ke meja, cowok itu habis dari kamar Antas.


“ udah gue kerjain jadi gak usah di pikirin lagi, ” kata Bumi.


“ tau nih, fokus aja sama kesehatan lo, ” kata Dean.


“ kayak pernah bikin tugas aja, ” gumam Letta seraya menyeruput bobanya.


“ heh apa lo bilang?! Sekali lagi sini gue kurang denger, ” kata Antas membuat Letta menciut. Gadis imut itu menampilkan deretan giginya yang rapi dan bersih.


“ hehe gak ada kok, lo salah denger kali, ” kata Letta.


Antas mencebikkan bibirnya.


“ baru juga sembuh, itu pun gak sepenuhnya dan galak aja lo, ” kata Saka.


“ kalo gak galak bukan Antas namanya, ” kata Kevin.


“ tapi Letta, ” sambung Bumi dan Dean. Letta mengerucutkan bibirnya membuat Saka gemas.


“ liat situasi anjing! ” Umpat Kevin kesal melihat Saka yang memainkan pipi Letta.


“ iri wuu, ” balas Saka.


Ayah Bumi tertawa lebar membuat anak lain baru menyadari jika Ayah Bumi dari tadi duduk bersama mereka. Sebenarnya sudah tahu, namun karena candaan tadi membuat mereka lupa.


“ maaf Om hehe mulutnya emang gak bisa di efek, ” kata Kevin tak enak hati.


“ haha santai aja, Om dulu juga begitu kok sama teman-teman Om. Justru Om suka dan seneng liat kalian akur dan saling terbuka seperti ini, jadi mengingatkan masa lalu, ” kata Ayah.


“ pasti masa dulu Om enak banget. Om temenan sama orang tua Antas, istri Om dan Om Fikri kan? ” Tanya Dean.


“ ya seperti itulah memang kita semua berteman dan ya Alhamdulillah sekarang kita berpasang-pasangan, cuma satu yang pergi dulu meninggalkan Om dan teman lainnya, ” jawab Ayah melirik Antas yang tersenyum.


“ maka dari itu Om sarankan dan ingatkan kepada kalian semua, berteman lah dengan baik dan habiskan waktu kalian bersama-sama. Bertengkar dan berdebat itu hal biasa dal pertemanan, namun jangan sampai memutus tali hubungan. ”


“ benar apa yang di bilang Om, selagi kalian masih bisa bersama-sama habiskan waktu secara bersamaan juga. Karena lambat laun semua pasti akan berubah, itu pasti, ” sambung Bunda yang datang bersama Narra dan Cila dengan membawa berbagai jenis makanan.


“ sip Om Tante, kita semua bakal terus sama-sama kok. Dan kalaupun ada yang ngerusak, kita rusakin balik, ” balas Saka bercanda membuat Dean menjitak kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2