
Antas kembali memeriksa handphone-nya yang bergetar lagi.
Gimana? Bagus kan permainannya?
Ini baru awal, santai masih banyak hal lagi. Selanjutnya siapa? Dean?
“ sialan, ” gumam Bumi yang ikut membaca pesan tersebut lalu Bumi dan Antas melihat Dean.
“ apa? ” Tanya Dean.
“ selanjutnya lo Dean, ” jawab Antas.
“ asli ini bahaya banget, orang itu terus-teruaan kirim pesan ke Antas. Kita gak boleh nganggep ini remeh, ” jelas Cila.
“ jadi kita harus gimana? ” Tanya Narra.
“ saran gue jangan ada yang keluar sendirian terutama cewek-cewek. Selanjutnya kita liat, siapa yang mereka incar sebenarnya, ” jelas Naren.
..........
Setelah dari rumah sakit Antas izin pulang lebih dulu begitu juga teman lainnya, kecuali Letta dan Naren yang menjaga Saka. Terpisah di jalanan membuat Antas harus pulang sendirian, sebenarnya rumah Antas dan Bumi tidaklah jauh, masih satu kompleks namun rumah Bumi bagian awal sedangkan Antas belakang akhir.
Sampai di rumahnya Antas berhenti di depan gerbang rumahnya.
“ gerbangnya kenapa terbuka? ” Tanya Antas sendiri. Di rumahnya tidak ada satpam maupun pembantu, Antas termasuk anak yang risih jika ada orang lain di rumahnya. Mengerdikkan bahu gadis itu lanjut memarkirkan motornya di halaman rumah.
Waktu sudah hampir maghrib, oleh sebab itu rumahnya saat ini terlihat gelap remang di tambah lagi suasana dingin.
Baru ingin membuka kunci pintu rumahnya, ia berhenti karena melihat jelas pintu rumahnya yang sedikit terbuka. Tak lama Kemudia terdengar suara sesuatu dari dalam rumahnya. Segera gadis itu masuk kendala rumahnya dan berdiri di pertengahan rumahnya.
Ia juga melihat ke arah tangga dan lantai atas yang terlihat sunyi.
“ gue denger jelas sesuatu dari dalam sini, pintu rumah dan gerbang juga terbuka. Padahal sebelum berangkat gue selalu kunci semuanya, ” katanya sendiri.
Detik berikutnya seseorang lewat dari belakang tangga menuju dapur. Baru ingin mengejar Antas juga melihat seseorang lagi yang menuju pintu belakang.
“ sialan maling, ” gumam Antas lalu berlarian mengitari dalam rumahnya. Namun hasilnya nihil.
Sekali lagi gadis itu berdiri di ruang tengah telinganya kembali mendengar seperti seseorang yang menggesek kertas atau meremukkan kertas.
Ini bukan maling, semua barang aman.
“ KELUAR LO SEMUA, HADAPI GUE! MUNCUL DEPAN GUE SEKARANG JUGA, JANGAN JADI PENGECUT! ” Teriak Antas.
Setelahnya tiga orang yang tidak jelas wajahnya mendekati Antas dari depan dengan tangan kosong.
“ mau apa kalian? ” Tanya Antas ikut maju. Namun melihat salah satu dari mereka mengeluarkan carter membuat Antas mundur perlahan.
Antas berusaha bersikap tenang agar lawan tidak mengetahui gerakan paniknya. Pelan-pelan Antas mengeluarkan handphone-nya dan melirik sebentar menelepon Bumi.
Halo Sta kenapa? Lo udah sampe rumah kan?
Ke rumah gue sekarang Bum, ada tiga orang yang masuk ke rumah gue.
Apa? Tunggu Sta gue otw sekarang. Jangan gegabah.
“ lo pikir dengan panggil pahlawan lo ke sini semua bisa baik-baik aja? ” Tanya mereka.
“ kalian siapa? Apa mau kalian? ” Tanya balik Antas.
__ADS_1
Antas maju beberapa langkah agar lawannya mundur, ia mengangkat dagunya dan mengepalkan tangannya.
“ gue tau sekarang, lo semua yang ada di balik teror pesan dan yang bikin Saka masuk rumah sakit, ” kata Antas.
“ pinter juga lo. ”
Antas jatuh telungkup dengan dadanya yang terhentak karena kakinya di tendang dari belakang. Gadis itu menoleh ternyata bukan tiga melainkan lima orang.
Antas bangun dan memukul dua orang yang menendang kakinya tadi. Sudah terdengar suara motor Bumi di halaman rumah Antas, namun saat itu juga mereka memukul Antas dari belakang dengan balok kayu lalu lari lewat pintu belakang.
Bumi berlarian mencari Antas dan menyalakan semua lampu di ruang tengah dan lampu luar. Melihat Antas yang terbaring di lantai langsung mendekati gadis itu.
“ Sta gak pa-pa? Lo di apain? Di mana mereka sekarang? ” Tanya Bumi.
“ hadeh males banget gue kalo kayak gini, mereka pengecut sih, ” jawab Antas lalu duduk.
Bumi melirik lutut dan betis Antas yang membiru.
“ gue bilang jangan gegabah Asta, ngeyel banget sih lo, ” kata Bumi lalu membawa Antas ke sofa.
“ sakit banget? ” Tanya Bumi memijit pelan betis Antas.
“ gak juga, cuma memar doang kan di tendang tadi, ” jawab Antas.
“ di tendang doang? Kenapa bisa di lantai? ”
“ di pukul dari belakang. ”
..........
Istirahat pertama ini mereka berkumpul di kantin belakang seperti biasa, namun duduk di luar kantin yang memang terdapat sofa satu sofa panjang dan beberapa lainnya yang sudah usang.
“ iya, sesuai yang Bumi ceritain, ” jawab Antas.
“ tapi lo gak pa-pa kan Ntas? ” Tanya Narra.
Antas mengangguk. Lalu gadis itu kembali memeriksa pesan masuk di handphone-nya.
Letta bagaimana?
” selanjutnya Letta, ” kata Antas.
“ duh gimana dong, kayaknya makin parah aja deh, ” kata Letta. “ gimana kalo kita laporin masalah ini ke polisi aja? Biar mereka yang ngatur semuanya. ”
” mereka gak sebodoh itu Ta, kalo kita bawa kasus ini ke jalur hukum yang ada semakin menjadi. Bukannya jelas kalo mereka terus meneror dan nyakitin kita satu-persatu buat balas dendam, ” jelas Cila.
” gue setuju sama Cila, tapi tentang apa balas dendam itu kita semua masih belum tau, ” kata Dean.
” tenang aja by, semua pasti ada jalan keluar kok. Percayakan semuanya sama kita, ” kata Saka.
” pulang ini kita kumpul lagi di rumah Asta, setuju? ” Ujar Bumi.
Semuanya mengangguk setuju dan bersiap kembali ke kelasnya masing-masing karena bel pelajaran berikutnya akan di mulai.
..........
Mereka kembali berkumpul di rumah Antas sesuai rencana awal tadi. Semuanya sudah berkumpul, kecuali Dean karena cowok itu harus membelikan bumbu masakan yang di suruh Mama-nya.
Mereka masih mengobrol hal biasa seraya menunggu kedatangan Dean agar bisa jelas semuanya. Sementara di sisi Dean, cowok itu kebut-kebutan dengan motornya tak lupa keringat sudah bercucuran di keningnya. Lima motor sudah mengintainya sejak ia keluar dari warung, tidak sempat pulang dan tidak berani takut-takut kalo mereka akan menyerang rumah Dean. Lantas cowok itu putar arah dan langsung menuju rumah Antas.
__ADS_1
Semua temannya terkejut dengan kedatang Dean yang menerobos masuk, tak lupa dengan nafasnya yang terengah-engah.
” heh kenapa lo? Kayak di kejar maling aja, ” tanya Antas.
” kenapa Dean? ” Tanya Bumi.
” di kejar Emak lo lagi pake sapu? ” Tanya Cila.
Dean menggeleng kuat lalu meminum asal salah satu gelas temannya.
” gue di kejar-kejar sama lima orang, gue juga gak sempet bawa bumbu Emak gue ke rumah, ” kata Dean.
” di kejar siapa? ” Tanya Saka.
” gue gak tau, yang jelas mereka pakai jaket hitam semuanya. ”
” Ren, Ka, kalian cek keluar liat siapa mereka kalo memang masih ada. Teliti! ” Titah Bumi.
” duduk dulu Dean astaga kasian banget lo, ” kata Narra.
” aduh berarti geng jahat itu udah sampai sini dong, ” kata Letta panik.
” udah masuk ke rumah ini kali Ta, kemarin kan Antas di serang, ” balas Cila.
” ntung lo bisa kabur Dean, kita gak tau hal apa yang mereka lakuin sama lo kalo lo tertangkap, ” kata Antas. Kemudian Antas mengecek handphone-nya yang bergetar. Bumi ikut membaca pesannya dengan bersuara agar teman lainnya mendengar.
Yah gak asik deh, masa' mainnya kabur-kaburan.
” gila! Sinting! Gak kebayang kalo gue tertangkap, bisa belah empat badan gue, ” kata Dean merinding.
” gimana? Ketemu? ” Tanya Bumi saat melihat Naren dan Saka kembali. Keduanya serentak menggeleng.
Antas kembali mendapat pesan masuk.
Siapa lagi selanjutnya ya? Gimana kalo Naren? Wakil ketua DG yang sangat kuat dan terhormat, iya kan Antas?
” selanjutnya Naren, ” kata Antas.
” bukan, ” sarkas Cila. ” bukan Naren. ”
“ maksud lo? ” Tanya Antas.
“ pikirkan lagi, awalnya Bumi tapi yang kena Antas. Yang kedua Saka dan Antas secara bersamaan, yang ketiga Letta tapi yang kena Dean. Tapi karena dia lari makanya bisa selamat tanpa luka, dan sekarang Naren, jangan terkecoh lagi, ” jelas Cila.
” gue setuju sama lo Cil, ada benarnya, ” kata Antas.
” bener banget, nama awal cuma pancingan supaya korban sebenarnya gak di perhatiin, ” kata Saka.
” gue juga setuju. Tapi di antara kita yang benar-benar masih bersih adalah gue, Naren dan Kevin, ” sambung Bumi.
” Letta dan Narra gak akan masuk karena mereka berdua di bawah pengawasan kita yang ketat. Sementara kita-kita termasuk Cila yang bisa bela diri dan nekat, bisa membuat mereka semakin mudah buat mancing kita mendekat, ” jelas Antas. ” jadi, Cila juga bakal termasuk dalam hal ini. Dan Cila juga termasuk yang masih bersih, ” sambung Antas.
” tapi Kevin ke mana? ” Tanya Letta.
” gak tau, gue sama Dean udah nelfon dan kirim pesan tapi gak ada jawaban sama sekali, ” jawab Narra
” kalian juga berpikir hal yang sama kayak gue gak? ” Tanya Saka.
” mikirin apa? ” Tanya Bumi.
__ADS_1
” Kevin. ”