
Antas dan Angga terkejut melihat kedatangan Bumi yang langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
“ lo apa-apaan sih, ketuk pintu dulu dong gak sopan banget, ”protes Antas.
“ keluar Ga, biar gue yang jagain dan tanggung jawab. Lo belum makan kan? Nih gue traktir, ”kata Bumi memberikan dua lembar uang berwarna merah muda tersebut. Riski yang di awal menolak langsung merampas uang tersebut dan keluar.
“ TENCOO, ”teriak Riski.
Antas menghela nafasnya. “ ngapain lo? ”
“ sakit hm? ”Tanya Bumi.
“ bukan urusan lo lah. ”
“ masih jutek aja lo, bukannya semua bukti udah jelas? ”
“ oh ya? Jadi, dengan lo suruh orang-orang lo buat ngasih gue bukti segitu doang gue percaya? Iya? Dan dengan gitu gue langsung sujud minta maaf ke lo, gitu? Gak! ”Kata Antas.
Bumi menghela nafasnya pelan. Benar apa yang di katakan D, jika Antas tidak akan bisa percaya semudah itu.
Bumi memegang tangan Antas dan menatap mata coklat itu lekat. “ kasih gue waktu sebentar lagi ya? Gue bakal buktiin semuanya sejelas-jelasnya. Sabar ya? ”
Antas turun dari bed-nya dan berjalan pelan menuju pintu, namun ia menghentikan langkahnya dan sedikit menoleh ke samping kanan. “ terserah. ”
Sebelum benar-benar keluar dari UKS, Bumi menarik tangan Antas hingga keduanya mengikis jarak.
Bumi melihat setiap sudut wajah Antas dengan cermat, tersenyum tipis dan mengelus pucuk kepala gadis itu. “ ternyata lo masih tetap terus kuncir rambut ya. ”
Antas mulai salah tingkah dan mendorong cowok itu sedikit menjauh. Ia berdeham. “ gak usah GR! Gue selalu kuncir rambut karena panas secara kan rambut gue panjang. ”
Setelah mengatakan itu ia langsung pergi menyusul teman-temannya ke kantin.
Bumi masih di tempatnya dan tertawa pelan. Lalu melihat telapak tangannya bekas ia mengelus kepala Antas tadi lalu mengepalkannya.
“ gak bakal gue cuci nih, ”katanya terkekeh geli.
Dua tahun yang lalu Bumi memang terus menerus mengomel tentang rambut Antas yang terlalu panjang itu, cowok itu sedikit risih melihatnya. Di tambah lagi ia sering melihat Antas selalu kesulitan dalam mengerjakan apa pun.
Suatu ketika ada praktek bermain bola kaki, Bumi menguncir rambut Antas dengan karet yang ia kutip di lapangan.
__ADS_1
“ kayak gitu aja terus, lebih cantik dan indah. Itu kalo lo mau terus tetap pada rambut panjang lo itu, ”kata Bumi.
“ emang lo suka kalo rambut gue di kuncir? ”Tanya Antas.
“ iya, lebih manis. Dan pastinya gak bikin lo kesusahan, ”jawab Bumi.
Antas menyentuh rambutnya yang sudah di kuncir satu tengah oleh Bumi. “ oke deh, gue gak akan buka ikatan rambut gue kecuali mau mandi sama tidur. ”
“ Good girl. ”
...****...
Pukul 21.14 itu Bumi beserta teman lainnya sudah berhadapan dengan Alex dan beberapa temannya.
“ udah siap mati hah sampe berani muncul di depan kita? ”Kata Alex sangat sombong.
Dean meludah ke sembarang arah. “ apa kata lo? Berani? Emang kalian siapa anjir yang harus kita takuti hah? Badan lembek kek lontong gak usah belagu lo pada. ”
Dani sudah mengepalkan tangannya dan siap maju, namun Alex menahannya meskipun ia juga kesal. “ mau apa lo semua? ”
“ dan lo, gue kira lu udah di dalam kubur, ternyata masih bisa nafas lo, ”sinis Alex.
“ udahlah kita gak usah buang-buang waktu. Sebaiknya lo dan temen-temen lo akuin kesalahan kalian ke Asta, ”kata Bumi serius.
Alex dan dua temannya tertawa lebar. “ kenapa hah? Udah gak kuat di benci? Gak usah ngarep deh lo Bum, Antas cuma punya gue dan selamanya bakal punya gue, jadi gak usah lagi lo berharap gue bakal akuin semuanya. ”
“ biadab lo, gak usah ngaku cinta ke Antas kalo lo yang buat Mama-nya masuk ke rumah sakit bahkan sampai saat ini, ”kesal Saka.
“ gue gak sengaja juga dan gue gak tau kalo dia Mama-nya Antas, kebetulan ada kalian yang lewat kenapa gue harus mengaku? Lagi pula, dengan gue fitnah lo itu bakal buat Antas benci sama lo, dengan gitu gue bisa lebih mudah buat dapetin dia. ”
Bumi sudah mengepalkan tangannya, namun Naren memegang pundak Bumi. “ itu jawaban lo? Berarti lo udah siap terima semuanya nanti, ”ujar Naren lalu pergi.
“ cabut, ”titah D yang langsung di ikuti ketiganya.
Alex menggeram. “ sialan. ”
...****...
“ lo udah rekam semuanya dengan jelas kan? ”Tanya Bumi.
__ADS_1
Saka mengangguk mantap dan mengeluarkan handphone-nya. “ denger dulu Bum. ”
Setelah mendengar percakapan yang membuka kedok mereka tadi membuat perasaan Bumi puas.
“ bagus, dengan kayak gini kita tinggal merapikan bukti lainnya. Rekaman tadi jangan ada yang di tambah kurangin, biar Asta percaya, ”kata Bumi.
“ dan ya, kalian berdua harus terus waspada dan jaga mulut. Jangan sampai keceplosan di depan Asta atau temen-temennya, atau semuanya bakal gagal, ”kata D memperingati.
“ aman kalo itu mah, sejauh ini Antas gak curiga apapun kok, ”balas Dean yang di angguki Saka.
“ bagus, selangkah lagi rencana kita semua bakal berhasil. Dan lo Bum, semua kisah lo sama Asta bakal balik kayak dulu, ”kata D lagi.
Naren beranjak berjalan keluar rumah Bumi. Entahlah, hatinya tersayat ketika mendengarnya. Namun ia juga tidak boleh egois, terlalu banci jika harus bermusuhan hanya karena seorang cewek. Dan itu menurunkan harga diri Naren. Sementara Bumi, ia mengetahuinya namun dia juga memahami sebagai seorang cowok.
...****...
Malam harinya di depan cafe Delima bekas Antas bekerja, cewek itu duduk di dalam sana sendirian dekat jendela. Ia menikmati secangkir Americano dengan melihat hujan deras di luar. Belum terlalu malam, baru menunjukkan pukul 06.22.
“ hah dingin banget, ”gumam Antas memeluk tubuhnya sendiri. Ia teringat jika malam ini ia harus memotong rambutnya, dari kemarin rambutnya terus rontok. Bahkan hanya di sisir dengan tangan pun bisa sekepal tangan saking banyaknya.
Hampir satu jam setengah ia menunggu akhirnya reda juga, lantas ia langsung menuju salon.
“ mau apa kak? ”Tanya salah satu pekerja di salon itu.
“ potong rambut, ”jawab Antas lalu duduk. “ oh iya kak, rambut saya kenapa ya rontok banget? Bahkan di sisir pake tangan pun bisa dapet segenggam gitu. ”
“ saya periksa dulu ya, ”rambut Antas di bolak-balik oleh pekerja tersebut lalu melihatnya dengan teliti.
“ rambut kamu gak bisa terlalu panjang dek, karena kulit kepala kamu gak kuat menahan rambut kamu yang tebal. ”
Antas mengangguk lalu menunjukkan foto model rambut yang akan ia pakai.
Beberapa menit kemudian semuanya selesai, Antas melihat pantulan dirinya yang terlihat berbeda di sana. Dengan senyum yang mengembang ia mengucap terimakasih kepada pekerja itu.
“ Widih cakep banget gue yak, gak nyangka produk emak sama bapak gue perfect banget! ”
Seperti itulah gaya rambut Antas si cewek petakilan itu sekarang.
__ADS_1