
Keesokan harinya di pagi hari semuanya kembali berkumpul di depan ruangan Antas. Mereka sudah bisa masuk namun hanya perorangan karena kondisi Antas yang masih sangat lemah dan belum sadarkan diri.
” Asta bangun dong, ” kata Bumi menggenggam erat tangan Antas yang di infus.
” jangan bikin khawatir terus. ”
” bangun ya? Gue janji setelah lo bangun apapun permintaan lo gue turutin, termasuk minum banyak kopi. Tapi gak usah terlalu banyak nanti sakit lagi. ”
Cowok itu menatap sendu gadis yang masih setia dengan tidur panjangnya itu. Bulu matanya yang lentik membuat tangan Bumi tergerak menyentuhnya, cowok itu juga mengelus pelan wajah mulus Antas yang masih terdapat lebam karena perkelahiannya beberapa hari yang lalu.
” gimana sih Sta supaya po bisa nurut sama gue? Padahal gue cuma minta lo jadi cewek yang kalem dan baik kayak Letta dan juga Narra. Ini yang gue gak sukai kalo lo ikut-ikutan dalam geng motor. Banyak musuh, dan selalu berpicu sama perkelahian. ”
Bumi diam sesaat memandangi wajah Antas dengan cermat. Lalu cowok itu terkejut saat jari jemari Antas bergerak perlahan.
” lo sadar Sta? ” Tanya Bumi cengo. ” GILA BIDADARI GUE SADAR MONYET, ” Teriak Bumi lalu berlarian keluar memanggil Dokter.
Beberapa menit setelah pemeriksaan Antas Dokter keluar dengan menjelaskan Antas sudah sadar sepenuhnya, namun tubuhnya tetaplah masih lemah yang di akibatkan kakinya mengalami kelumpuhan sementara.
” kelumpuhan Dok? ” Tanya Ayah Bumi.
” tapi 'kan yang tertembak punggung Asta Dok terus kenapa kaki yang bisa ikut lumpuh? ” Tanya Bumi.
” memang yang tertembak adalah punggung pasien, namun ada yang menyuntikkan bius sehingga membuat pasien bisa lumpuh sementara. Kalian tidak perlu khawatir, seperti yang saya bilang tadi ini hanya kelumpuhan sementara. Meskipun belum tahu kapan selesainya, namun secepatnya pasien akan bisa berjalan seperti biasanya lagi. ”
Setelah mendengar dan menerima penjelasan Dokter, mereka semua tidak masuk melainkan membiarkan orang tua Bumi dahulu yang masuk menemui Antas.
Melihat keadaan Antas yang sangat lemah semakin membuat Bunda bercucuran air mata.
” Bunda, kenapa nangis? ” Tanya Antas pelan. Justru semakin mendengar suara Antas yang sangat pelan semakin membuat Bunda menangis.
” sakit banget nak? Di mana sakitnya? Bilang sama Bunda ya, biar Bunda marahin sakitnya karena singgah di anak Bunda, ” kata Bunda.
Antas terkekeh sangat pelan lalu tangannya bergerak pelan menghapus air mata Bunda.
” Bunda gak usah nangis, Asta gak pa-pa kok beneran deh. Liat nih Asta bisa senyum sama ketawa, ” kata Antas. ” Asta 'kan kuat Bun, tembakan doang mah kecil. ”
Bunda mencubit pipi Antas pelan karena kesal di saat seperti ini masih saja bercanda.
” hehe gak usah nangis lagi ya Bun, Asta gak sakit lagi kok. Ayah, bilangin sama Bunda tuh masa' nangis sih. 'kan Asta kuat iya 'kan, ” kata Antas.
__ADS_1
Ayah Bumi tersenyum lebar mengangguk lalu mengelus kepala Antas dengan lembut.
” cepat sembuhnya ya, kalo gak sembuh Ayah akan telepon Mama kamu, mau? ” Tanya Ayah.
Antas menggeleng pelan. ” jangan Yah, Asta janji sembuh cepat kok. Lagi pula Asta gak sakit lagi beneran deh, Asta cuma lemes aja. ”
Ayah tertawa pelan lalu merangkul istrinya yang juga merasa gemas dengan Antas.
” Bunda sama Ayah ke kantin aja makan dulu, habis itu beliin temen-temen makanan juga. Asta tau kalian semua pasti belum makan dan terus khawatirin Asta, ck padahal Asta gak kenapa-napa. ”
“ benar kata Asta Bun kalian harus makan dulu, kalo bukan kalian siapa lagi yang bakal jadi orang tua Asta di sini, ” kata Bumi yang baru memasuki ruangan itu.
“ ayo Bun kita ke kantin dulu, kita memang harus makan habis itu belikan mereka makanan juga. Kasian kan mereka belum pada makan, ” kata Ayah lalu mengajak Bunda keluar.
Selanjutnya Bumi melihat gadisnya yang juga melihatnya dengan polos.
“ masih ada yang sakit? ” Tanya Bumi mengelus kepala Antas.
Gadis itu menggeleng lalu mencoba menggerakkan kakinya. Namun tidak ada pergerakan di sana dan seperti mati rasa.
“ kenapa kaki gue gak bisa di gerakkin? ” Tanya Antas.
“ lumpuh? ”
“ tenang Sta, kata Dokter lumpuhnya cuma sementara kok. ”
Antas diam melihat ke depan dengan pandangan kosong. Tak lama kemudian satu persatu semua temannya ikut masuk mengelilingi Antas.
“ gimana kabar lo Ntas, udah baikan? ” Tanya Dean.
“ iya udah baikan kok cuma ya masih lemes lah dikit, ” jawab Antas.
“ huaa Antas lo yakin udah gak sakit lagi kan? Lo gak bohong kan? ” Tanya Letta menangis memegangi tangan Antas yang di infus.
“ memangnya gue selemah apa sih Ta? Lo semua kan tau— ”
“ badan gue mah kebal, beton aja gak bakal mempan, ” potong semua temannya secara bersamaan lalu tertawa pelan. Antas berdecak sebal lalu melihat Cila yang tampak diam sedari tadi.
“ Cil, ” panggil Antas. “ kenapa lo? Tumben diem aja? Lagi sariawan atau puasa ngomong? ” Semua mata pun melihat ke arah Cila.
__ADS_1
“ sorry, gara-gara gue lo jadi terbaring di sini, ” kata Cila.
Antas menaikkan sebelah alisnya lalu gadis itu mencoba duduk yang di bantu oleh Bumi.
“ apaansih Cil? Nggak buka salah lo kok, justru kalo saat itu gue telat lo yang bakal terbaring di sini. Dan hal itu bakal bikin gue menyesal dan marah sama diri gue sendiri. Lo gak salah okey? Gue juga baik-baik aja kok, dan kalaupun gue gak selamat, gue tetap seneng karena bisa nyelamatin nyawa lo, ” jelas Antas. Bumi memukul pelan mulut Antas dengan wajah kesal.
“ mulut lo di efek Markonah! ” Tegur Bumi.
“ tapi lo yakin gak ada yang sakit nih? Jangan sampai cuma karena kita-kita ada di sini lo malah nahan sakit, ” kata Cila.
“ lo pikir ini cerita novel? Serius gue gak pa-pa udah santai aja, ” jawab Antas. “ btw Kevin mana nih? Kok gue gak liat ya? ”
“ itu dia Ntas, kita udah coba hubungi dengan telepon dan kirim pesan tapi tetap gak ada jawaban, ” kata Saka.
“ he'em bener banget, gue udah telepon dia mau ratusan kali mungkin tapi tetep gak di jawab, ” sambung Narra.
“ gue jadi makin curiga deh sama itu anak, ” kata Saka membuat semua melihat padanya.
“ coba kalian pikir lagi deh, setiap kita terkena masalah dia gak ada di sekitar kita. Dan akhir-akhir ini juga dia jarang ngumpul bareng kita iya kan? ” Jelas Saka.
“ masa' Kevin sih di balik semua ini? Buat apa? ” Tanya Antas.
“ semua pesan di kirim lewat Antas, ” kata Naren angkat bicara. “ semua teror juga di awali dari Antas, dan Antas satu-satunya orang di antara kita semua yang dapat masalah dan celaka lebih dari dua kali. ”
“ pikirkan lagi dengan mateng dan fokus, dengan gitu kalian semua tau siapa incaran mereka, ” sambung Naren. Beberapa detik kemudian semua mata mengarah pada Antas membuat gadis itu terdiam.
“ apa? ” Tanya Antas.
“ lo, ” ucap Dean.
“ maksudnya? ” Tanya Antas bingung.
“ incaran mereka itu lo Antas, ” jawab mereka serentak kecuali Bumi.
“ kalian semua gila? Buat apa? Gue tau banyak yang gak suka sama Asta, tapi kalo memang Asta tujuannya gak mungkin kalian juga ikut kena masalah. Dan kalaupun Asta incarannya gak bakal sejauh ini karena mereka tau kemampuan Asta juga besar, ” jelas Bumi.
“ lo sendiri yang selalu bilang jangan gegabah Bum, mereka yang ikut terkena masalah cuma sebagai pancingan, dan lo sendiri sebagai umpan karena lo dan kita semua yang paling dekat dengan Antas, ” jelas Naren yang di angguki Dean dan Saka.
“ gue setuju sama Naren Bum, ” kata Narra.
__ADS_1